Sekilas tentang Bisnis

Bila kita telusuri sebuah bisnis pasti tidak jauh dari sebuah upaya memenuhi kebutuhan manusia. Manusia mempunyai banyak kebutuhan seiring dengan keinginan yang terus meningkat dari hari ke hari. Bukan tidak mungkin keinginan ini akan semakin banyak yang mana menyebabkan keinginan itu berubah menjadi kebutuhan. Saking banyaknya mereka sering mengalami kebingungan di dalam memenuhinya. Pengusaha menyadari hal itu dan berupaya untuk menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan keinginan tersebut. Banyak diantara mereka mengelola hampir puluhan keinginan manusia. Padahal hal itu bukanlah kebutuhan mereka. Inilah bisnis. Banyak kita lihat bisnis adalah sebuah upaya untuk memenuhi keinginan manusia sehingga keinginan tersebut berevolusi menjadi kebutuhan. Contohnya handphone atau telepon genggam. Mulanya teknologi ini hanya dimiliki oleh orang yang begitu sibuk dengan pekerjaan sehingga dia tidak ada waktu untuk menemui kolega atau rekan bisnisnya. Keadaan ini menuntut sebuah teknologi yang mampu berkomunikasi tanpa tatap muka. Namun seiring dengan gencarnya promosi dan iklan dari pihak pabrikan handphone, orang biasa-biasa saja dalam arti tidak sibuk, anak sekolah, para ibu rumah tangga sudah memiliki handphone. Padahal kita sangat mengerti mereka belum perlu sekali akan teknologi itu. Tapi seperti yang kita lihat sekarang kenyataan berbeda. Inilah yang dikatakan bahwa pengusaha bisa mengubah sebuah keinginan menjadi kebutuhan. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam proses pengubahan hal tersebut. Perlu ada kerja keras, tim kerja dan modal yang tidak sedikit. Kita bisa melihat dengan mata kepala kita sendiri bagaimana proses orang-orang kaya itu dari miskin menjadi kaya. Sebenarnya mereka tidak jauh berbeda dengan kita. Diberi waktu oleh Allah SWT 24 jam sehari. Memiliki ketakutan dan kebutuhan yang sama. Memiliki keluarga yang selalu disamping di kala duka maupun suka. Memiliki keinginan dan kebutuhan yang sama. Yang menjadi pertanyaan kita adalah apa sih yang membuat mereka bisa seperti itu. Apa sih yang membuat mereka bisa mengubah keinginan menjadi kebutuhan dan menghasilkan uang lebih banyak dari kita. Apa sih yang bisa membuat mereka bisa membahagiakan keluarga mereka benar-benar bahagia secara lahir dan batin. Banyak buku-buku motivasi mengatakan bahwa mereka bisa sukses karena mereka punya pengetahuan tentang kekayaan. Yang lain lagi mengatakan bahwa mereka punya keyakinan yang tinggi. Yang lain lagi mengatakan bahwa mereka mempunyai ketekunan. Dan sebagainya. Semua boleh berpendapat. Akan tetapi yang lebih meyakinkan kita adalah mereka mampu membuat pilihan menuju kekayaan dan memilih untuk tetap berada di jalur tersebut samapi mereka meraihnya walaupun di sekeliling mereka mengatakan hal yang berbeda. Itulah yang membuat mereka kaya. Sikap itulah yang membuat mereka berbeda dari orang miskin dan menengah. Pilihan itulah yang membuat mereka mampu menuju sebuah zona kebebasan finansial. Sebuah zona dimana tidak ada kata-kata tidak ada uang, tidak ada waktu, tidak bisa, tidak mampu dan bahkan kata tidak ada pun hampir tidak pernah diucapkan. Pernahkah barang seharipun kita mengikuti hal-hal diatas. Pernahkah. Semua terpulang untuk kita sendiri. Kita sendiri yang bisa menjawabnya. Yang penting bagi kita adalah jangan menyalahkan sikap mereka dengan kekayaannya. Kita jangan iri apalagi dengki dengan uang mereka yang berlimpah. Alangkah indahnya kalau kita mau belajar dari mereka. Semua nasib adalah kit ayang menentukan. Sungguh nista orang yang menyalahkan nasib atas kondisi keuangan mereka. Apalagi sampai menyalahkan Tuhan kenapa begini kenapa begitu. Intropeksi diri adalah sikap yang lebih baik daripada mencari kambing hitam. Kambing itu warnanya sudah hitam jangan kita cat lagi dengan warna hitam. Akan tetapi jual aja kan dapat untung. Perbaiki sikap. Ambil pelajaran dari kegagalan. Mulai lagi. Pantang mundur. Hadapi masalah secara langung. Dengan begitu bukan tidak mungkin kita akan seperti mereka tidak lama lagi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s