Instrument Bisnis

Bisnis adalah sebuah usaha yang menghasilkan uang. Jika sebuah bisnis tidak menghasilkan uang berarti itu bukan bisnis tapi amal sosial. Banyak diantara kita memulai bisnis dengan menginvestasikan sejumlah uang tanpa perencanaan yang matang. Yang penting sudah hitung dan untung. Begitulah jawaban mereka ketika ditanyakan mengapa memulai bisnis tanpa perencanaan. Memang benar dalam memulai bisnis itu kalau terlalu banyak perencanaan tidak akan mulai-mulai. Walaupun mereka tidak menampik bisnis dengan perencanaan lebih baik. Namun begitu banyak orang yang membuat perencanaan bisnis dengan matang besar kemungkinan untuk berhasil bertahan lebih banyak dari orang yang memulai bisnis tanpa perencanaan. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang terperinci dari nol. Dari start atau mulai bisnis sampai memperoleh keuntungan minimal balik modal. Jika itu dibuat dan dilaksanakan biasanya bisnis itu dikatakan berhasil. Masalah resiko dalam perjalanan bisnis itu lain cerita. Yang penting prediksi atau ramalan sudah dibuat. Tinggal bagaimana mengelolanya. Investor atau pemilik dana baik itu pribadi atau pihak lain harus mengendalikan pengeluaran agar tepat sasaran sesuai perencanaan. Perlu ada program kerja yang ditetapkan untuk manajer. Karena manajerlah yang bertanggung jawab dalam mengelola dana operasional. Agar jangan sampai ada kebocoran. Investor hanya menentukan arah bisnis sedangkan program kerja menuju arah bisnis milik manajer. Investor jangan terlalu mengatur sampai detail sehingga mengganggu kreatifitas manajer. Investor tinggal merekrut dan memilih manajer yang handal. Dalam rangka mengelola dan menghasilkan uang, bisnis harus memiliki instrument atau alat ukur untuk mengukur sejauh mana uang yang diperoleh nanti bisa diputar di bisnis kembali sehingga bisnis terus berjalan. Menurut DR Roy Sembel dkk dalam buku Smart Saving and Borrowing for Ordinary People, ada beberapa cara mengukur keuangan. Ada rasio atau perbandingan likuiditas, rasio hutang, rasio pembayaran hutang, rasio produktivitas aset dll. Tergantung kita bagaimana menggunakan instrument itu sesuai dengan fungsinya. Sebelum itu mari kita artikan dulu apa itu aset dan liabilitas. Menurut Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, aset adalah sesuatu yang memasukkan uang ke dalam kantong sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari dalam kantong. Sehingga jika sesuatu itu apakah rumah, tanah, mobil, tv, radio, tape compo, handphone, laptop, dsb hanya mengeluarkan uang saja maka itu liabilitas. Sedangkan aset adalah sebaliknya. Instrument keuangan tersebut penting di dalam perjalanan bisnis. Karena salah satu resiko bisnis terbesar adalah kurangnya ketrampilan mengelola keuangan disamping manusia atau SDM. Banyak bisnis hancur di tengah jalan disebabkan oleh faktor ini. Ada perusahaan yang tidak bisa bayar gaji karyawannya, tidak ada dana operasional dll. Semuanya mengarah kepada rendahnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang baik. Untuk itu diharapkan bagi pebisnis agar mempelajari dan memahami instrument keuangan dengan rinci. Memang investasi untuk ini lumayan besar. Namun jika dibandingkan dengan hasil yang didapatkan, investasi tersebut tidak ada apa-apanya. Mulailah mempelajari instrument keuangan tersebut dengan membeli buku atau mengikuti seminar tentang itu. Biasanya di kota-kota besar sering diadakan seminar keuangan. Biayanya rata-rata terjangkau. Tinggal kita memilih yang mana yang sesuai dengan bisnis kita. Alhasil bisnis yang berhasil adalah bisnis yang terencana, terukur dan terbanyak untungnya. Seperti kata orang bijak, “temukan apakah ada kurangnya pengetahuan atau ketertarikan. Kurangnya pengetahuan dapat mudah disingkirkan dengan pendidikan dan pelatihan. Dan kurangnya ketertarikan memerlukan disingkirkannya kreatifitas.”&*&*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s