Rahasia Kegagalan

Untuk meraih kesuksesan di bidang apapun, mau tidak mau kita harus tekun, fokus dan melakukannya secara langsung. Karena kita mempunyai sebuah organ yang namanya otak, yang mampu mempelajari segala sesuatu dan membuat formula sehingga mampu mencari segala kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya dan melakukan perbaikan terhadap kesalahan tersebut menuju masa depan yang lebih baik. Orang-orang sukses bukan orang yang tidak pernah gagal. Tapi orang-orang sukses adalah orang yang mengambil hikmah dari kegagalannya, mempelajarinya lalu memperbaikinya sehingga mampu membuat sebuah langkah maju dari sebelumnya. Sebagian dari kita takut akan kegagalan. Ini sudah lumrah walaupun mereka mengerti bahwa kegagalan itu adalah keberhasilan yang tertunda. Coba kita tanya orang-orang sukses di sekeliling kita, apakah mereka tidak pernah gagal ? Sudah tentu jawabannya adalah tidak. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa mereka takut gagal padahal sebelumnya mereka tidak pernah luput dari kegagalan ? Ini tidak lain karena kegagalan itu identik dengan kesengsaraan, penghinaan, rendahnya harga diri dan macam sifat negatif lainnya. Jika pernyataan ini berlanjut maka akan menanamkan di otak kita bahwa kegagalan adalah sebuah penyakit sehingga membuat kita berusaha menjauhinya. Bayangkan jika ini terjadi dengan penemu lampu, akan seperti apa dunia sekarang. Gelap gulita, bukan ? Kegagalan itu jelek. Kita paham. Kegagalan itu sebuah penghinaan akan harga diri. Kita juga paham. Namun apakah orang-orang gagal tahu, bahwa kegagalan adalah sebuah pintu menuju sebuah rumah kesuksesan, dimana beberapa langkah lagi, akan menciptakan sebuah dunia baru, yang penuh dengan penghargaan, pujian, kebahagiaan dan popularitas ? Ini hanya ditemukan oleh orang-orang yang memiliki sifat ketekunan. Ada cerita seorang kawan. Dia terkena PHK dari perusahaan karena perusahaannya bangkrut. Dia merasa langit mau runtuh karena peristiwa itu. Harapan dan impian membangun rumah tangga sirna begitu saja. Keluarganya sangat kecewa dan menyalahkannya. Semakin hari dia semakin depresi sampai akhirnya beberapa bulan kemudian dia ditawari bisnis mlm. Tanpa berpikir panjang dia memutuskan untuk mencobanya. Bertahun-tahun dia menekuni bisnis tersebut. Pada waktu permulaan dia ikut bisnis itu semua orang menentangnya. Bahkan orangtuanya sendiri menghardiknya. Menurut keluarganya, bisnis mlm adalah bisnis aib karena kerjanya menjual barang yang dapat merendahkan martabat keluarga. Maklum kebetulan kawan saya ini berasal dari keluarga terhormat dan kaya. Menurut mereka, di bisnis itu orang harus menjual produk dari pintu ke pintu, dari pagi sampai tengah malam setiap hari tanpa henti hanya demi jawaban ya. Ini tidak masuk akal bagi mereka. Dan bahkan merusak martabat dan kehormatan keluarga. Mereka sangat antipati. Saking antipatinya hampir keluarga mereka berantakan. Namun kawan saya ini mempunyai tekad membara. Walaupun hujatan dan hinaan yang datang dari kiri dan kanan, dia tetap melangkah dengan penuh semangat dan tekun untuk menuju sebuah cita-cita yang sama persis seperti keinginan keluarganya. Akhirnya pada tahun ke-14 bisnis mlm yang digelutinya, meraih keberhasilan. Penghasilan dari bisnisnya mampu melebihi 100 kali lebih tinggi dari kedua orangtuanya. Dan dia tidak perlu bekerja lagi untuk mendapatkannya. Padahal kedua orang tuanya adalah dokter spesialis terbaik di daerah itu. Sehingga hal ini mematahkan logika semua orang, yang dahulu menghina dan menghardiknya. Bahkan kawan, rekan kerja, koleganya yang dulu menjauhi dan mencemoohnya, berduyun-duyun memohon kepadanya agar dia mau mengajari bagaimana bisa seperti dia sekarang. Ini cerita fakta bukan fiksi. Dan ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua bahwa kita salah dalam memahami apa yang dinamakan kegagalan. Kita menjauhi kegagalan karena pikiran atau otak kita mengasosiasikan kegagalan dengan hal yang berbau penghinaan, ejekan dan lain-lain. Padahal di dalam kegagalan mengandung hikmah terbesar yang tidak kita ketahui. Justru kita harus pro terhadap kegagalan karena sudah mau mencobanya. Mencoba berarti kita sudah belajar. Orang-orang sukses itu dilihat dari berapa kali dia gagal. Tidak ada orang sukses yang tidak pernah gagal. Tapi ini bukan berarti kalau kita gagal terus kita sukses. Ini sebuah pernyataan yang salah dalam pemahaman. Tapi yang kita harus pahami adalah orang sukses adalah orang yang mempelajari penyebab kegagalannya dan membuat sebuah formula agar tidak mengulangi kesalahannya. Jadi mari kita sambut sikap BERANI GAGAL sekarang juga….!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s