Hidup itu indah

Hidup adalah untuk dinikmati bukan diratapi jika kita tidak melakukan seperti kebanyakan orang. Kita harus mampu menghargai diri kita sendiri. Sebagian dari kita sering mengeluh karena kita tidak sama dengan orang lain. Kita minder jika kita tidak punya pekerjaan tetap, tidak punya keluarga besar, tidak punya uang banyak, tidak punya fasilitas lengkap, tidak punya kendaraan dan hal-hal yang tidak lainnya. Padahal orang lain belum tentu sama dengan pikiran kita itu. Justru terkadang orang lain ingin mempunyai kehidupan seperti kita. Pernyataan ini bukan omong kosong. Sudah terbukti di dalam lingkungan kita sendiri. Yaitu seorang yang dilihat mempunyai rumah, kendaraan dan keluarga besar namun dia ingin keluar dari lingkungannya tersebut. Orang-orang seperti ini sebenarnya lumayan banyak di dunia ini. Namun karena liputan media, perkataan-perkataan orang, pakar pendidikan dan informasi-informasi murah lainnya menyebabkan mereka kurang mendapatkan perhatian. Itulah sebabnya kita sering terpengaruh agar kita dituntut untuk menjadi seperti mereka. Bukan karena mereka menawarkan solusi untuk hidup yang lebih baik dari kita. Akan tetapi faktornya adalah hanya karena kebanyakan orang membicarakan dan menganggapnya sebuah kebenaran maka semua orang menganggapnya sebuah kesuksesan. Disinilah letak benang merahnya. Disinilah letak titik temu antara benar dan banyak. Faktor kebanyakan yang diambil untuk kebenaran bukan kebenaran itu sendiri. Kita semua tahu bahwa benar itu sesuai dengan kenyataan. Kita juga tahu bahwa tiga itu lebih besar dari satu walaupun profesor sebuah universitas menyangkalnya. Namun kita juga sering tidak tahu bahwa profesor itu juga manusia yang sarat akan kekurangan. Terutama kekurangan akan pengetahuan tentang uang, dari mencarinya, menciptakannnya, mengatur jika memperolehnya dan membelanjakan pada tempat yang justru melipatgandakannya. Jika mereka tahu akan hal ini mengapa gaji mereka tidak lebih besar dari seorang pengusaha selama seminggu. Disini juga kita menemukan fakta bahwa pendidikan tidak identik dengan kekayaan. Justru pendidikan identik dengan kekurangan. Kalau kita tidak percaya lihat saja gaji para pakar pendidikan tersebut. Walaupun mereka mengumpulkan 10% bahkan 50% dari gaji mereka setiap bulannya itupun belum tentu cukup untuk membeli mobil impian mereka. Padahal kita tahu mereka sangat menginginkan mobil tersebut. Kita jangan menyalahkan siapa-siapa akan fakta ini. Memang beginilah yang diinginkan mereka. Walaupun ada juga sebagian dari mereka yang bisa melakukannya. Namun orang-orang ini sudah pasti memiliki pengetahuan yang luar biasa karena berhasil membagi otaknya yang cuma dua bagian itu menjadi praktis. Hal ini sulit karena otak kita yang mempunyai dua bagian yaitu logika dan emosional tidak dapat berjalan secara beriringan. Harus ada yang dipilih. Pernyataan ini jangan membuat kita takut. Karena takut hanya akan membuat kita semakin terpuruk. Jadikanlah pernyataan ini sebagai motivasi untuk kita terus mencari cara menuju kesuksesan. Cara yang cerdas yang bisa membuat kita bertindak sedikit dengan hasil yang banyak. Melakukan yang tidak dilakukan orang banyak namun mempunyai penghasilan lebih besar 100 kali lipat dan bahkan lebih dari kebanyakan mereka. Cara-cara ini sebenarnya sudah tersusun rapi di sebuah tempat tertentu. Akan tetapi karena faktor kebanyakan tadi membuat informasi itu semakin diabaikan orang. Kita sering mempertanyakan hal ini untuk mengetahui penyebabnya. Yang mana jika kita mengetahuinya pasti kita juga menemukan apa masalahnya. Masalahnya adalah sebagian orang kurang berminat akan informasi itu karena faktor emosionalnya yang sangat tinggi. Kita semua tahu bahwa emosi adalah sebuah gerakan. Gerakan yang mampu mengubah sebuah pemikiran. Namun sebagian dari kita cenderung menghindari sebuah kegiatan tertentu jika melibatkan emosi. Dan bahkan ada orang yang ingin membunuh orang lain jika emosinya terganggu. Inilah yang sering kita temui di banyak tempat kursus atau seminar bahwa emosi adalah sebuah masalah kejiwaan yang sangat penting yangharus dikendalikan oleh seseorang. Kebanyakan orang bersedia untuk membayar tinggi jika bisa mengendalikan emosi demi kepentingan dirinya bukan kerusakan dirinya. Selamat Menikmati Hidup…!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s