Pemimpin Juga Berbisnis

Apakah Anda merasa tenang hidup di sebuah wilayah ? Apakah Anda merasa nyaman tinggal di sebuah daerah ? Mungkin iya mungkin ngga. Anda sendiri yang merasakan. Karena semua itu tergantung pemimpin wilayah Anda. Apakah kompeten atau tidak ? Jika Anda sering mengalami mati lampu di saat Anda sedang belajar atau bekerja maka Anda pasti ingin tahu siapa yang harus disalahkan. Jika Anda sering merasa kesulitan dalam mempercepat waktu Anda ke tempat belajar atau kantor maka Anda juga pasti ingin tahu siapa yang harus disalahkan. Jika Anda mengalami kesusahan karena kebanjiran maka Anda juga pasti ingin tahu siapa yang disalahkan. Anda bingung mengapa keadaan itu terus berlanjut. Anda merasa akan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik jika bertemu dengan orang yang bertanggungjawab dengan semua kesulitan ini. Sebentar. Jangan emosi dulu. Sebenarnya ini sudah terbaca oleh program penanganan pembangunan dari pemimpin wilayah tempat Anda tinggal. Jadi Anda membuang waktu dan tenaga sia-sia jika Anda melakukan hal itu. Anda tidak akan dipedulkan jika Anda berbuat begitu kecuali Anda mempunyai pendukung diatas 25% jumlah penduduk di wilayah tempat Anda tinggal. Akan tetapi inilah letak bagaimana kepiawaian seorang pemimpin wilayah. Apakah itu lurah atau keuchik, camat, bupati, walikota, gubernur atau presiden. Disini juga diketahui bagaimana beratnya seorang pemimpin itu. Ketika masyarakat mengeluh tentang sesuatu yang dirasakannya yang mana hal itu sebenarnya bukan karena kesalahan pribadi maka ketrampilan mengelola sebuah wilayah dari pemimpin patut dipertanyakan. Berbeda pemimpin berbeda pula gaya kepemimpinannya. Di daerah saya setiap pemilik ternak bebas membiarkan bintang ternaknya berkeliaran kemana-mana. Sehingga banyak orang yang mengalami kecelakaan karena binatang ternaknya berkeliaran dijalan-jalan yang biasanya dilalui oleh kendaraan. Tapi tidak di Banda Aceh. Pemimpin di wilayah ini sangat tegas terhadap hal ini. Ini dibuktikan dengan kebijakannya untuk menembak mati setiap binatang ternak yang berkeliaran di jalan-jalan. Bila dilihat dari pengalaman pemimpin yang lalu, saya meragukan kebijakan ini akan terealisasi. Namun ternyata saya salah dalam menilai pemimpin yang satu ini. Kebijakannya tidak main-main. Saya membaca berita 2 hari kemudian bahwa telah tertembak 4 ekor lembu. Berita itu membuat saya semakin mengagumi kepiawaian pemimpin wilayah, yang menjadi ibukota propinsi pertama yang memberlakukan syariat Islam tersebut. Ini pasti akan menimbulkan efek jera terhadap penduduk yang membiarkan binatang ternak berkeliaran lagi di jalan-jalan. Pemimpin tidak langsung memberlakukan kebijakannya itu. Dia mengumumkannya di koran lokal setempat beberapa hari sebelumnya. Sehingga kebijakannya ini tidak dinilai otoriter. Jadi masyarakat tidak banyak yang protes. Bila dilihat dari kacamata bisnis, pemimpin ini berhasil menaikkan nilai merk-nya. Bukan tidak mungkin, dengan peristiwa itu masyarakat pasti semakin menaruh kepercayaan yang besar terhadapnya. Masyarakat pasti akan patuh kepada semua kebijakannya pada masa yang akan datang. Saya mendengar dari teman saya bahwa Banda Aceh meraih penghargaan Adipura beberapa waktu lalu. Adipura merupakan hadiah pemerintah yang diberikan kepada setiap daerah yang berhasil menerapkan sistem kebersihan terbaik. Banda Aceh juga meraih hadiah dalam bentuk uang tunai karena manajemen wilayahnya yang baik. Dari sekian prestasi itu saya semakin yakin bahwa masa kepemimpinannya akan berlanjut menjadi tahap 2 seperti presiden kita saat ini. Pemimpin yang baik adalah pimimpin yang tegas bukan keras. Terkadang kita salah dalam memahami hal ini. Tegas berarti tidak pandang bulu. Siapapun akan ditindak walaupun anaknya sekalipun. Dan satu lagi tegas berarti konsekuen yang memiliki maksud apa yang diucapkan sesuai dengan perbuatan. Anda pasti tahu siapa yang saya maksud. Tapi ingat ini negara demokrasi yang bertanggungjawab. Kita tidak perlu menunjuk atau mengatakan siapa orang itu. Yang penting kita tahu siapa orangnya. Terlepas dari hal itu semua. Pemimpin sebenarnya juga sedang menjalani bisnis. Mungkin Anda bertanya, “Lho koq, emang pemimpin bisnisnya apa?” Mau tahu ? Bisnis dari pemimpin adalah menjual peraturan. Bisnis dari pemimpin adalah menjual program. Jika peraturan atau program tidak dipatuhi maka pemimpin gagal berbisnis. Pernahkah Anda disuruh menjual sebuah produk atau jasa dari perusahaan Anda ? Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada seorang salesman pasti jawabannya pernah. Lalu bagaimana menurut Anda jika salesman itu gagal dalam menjual produk atau jasa. Apakah dia bisa bertahan lama di perusahaan itu ? Tentu Anda bisa menanyakan sendiri kepada salesman yang Anda kenal. Pemimpin yang gagal dalam menjalankan program yang dibuatnya sudah pasti akan mengurangi kepercayaan masyarakat. Bukan mustahil pemilu selanjutnya, pemimpin itu tinggal dalam kenangan. Masyarakat dipastikan akan enggan memilihnya kembali. Oleh karena itu pemimpin yang jago dalam membuat pogram belum tentu jago dalam mensukseskan programnya itu. Harus mengetahui pola pikir, kebiasaan, ekonomi, budaya dan perilaku masyarakatnya. Atau dalam kacamata bisnis, harus tahu pasarnya. Harus tahu market-nya. Jika pemimpin sudah tahu dan paham market-nya maka pemimpin baru boleh membuat peraturan atau program apa yang cocok. Bukan seenaknya saja membuat peraturan. Kita bisa melihat daerah tertentu bagaimana programnya menjadi terbuang sia-sia. Program yang dibuatnya seperti orang tersengat listrik. Terkaget-kaget kita dibuatnya. Alhasil demonstrasi dimana-mana. Nah pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti kemauan masyarakat wilayahnya. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang tidak saja pintar membuat program atau peraturan tapi juga mampu membuat program atau peraturan yang dibuatnya benar-benar dijalankan rakyatnya. Saya yakin di negara ini pasti banyak pemimpin yang seperti itu. Cuma mungkin kita belum tahu saja dimana dia. Jadi bijak-bijak-lah dalam memilih pemimpin. Karena pemimpin juga berbisnis. Selamat Berbisnis…!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s