Mengawasi Tukang

Setiap orang pasti memiliki rumah. Tidak ada orang yang tidak memerlukan rumah. Dan rumah tidak selamanya akan selalu baik dan bagus. Pasti ada saat tertentu akan mengalami kerusakan. Apakah itu karena hujan atau cuaca. Biasanya rumah yang telah berdiri lebih dari 10 tahun sering terjadi kerusakan. Terutama kerusakan atap atau kamar mandi. Nah sudah pasti disini kita memerlukan orang yang dinamakan tukang. Proses pemilihan tukang tidak boleh terburu-buru. Mentang-mentang kita sudah stress dengan kerusakan bagian rumah yang kita miliki maka kita mau menerima tukang sembarangan. Ini jelas sebuah kesalahan besar. Karena bisa-bisa kita akan mendapatkan tukang yang tidak seusai dengan keahlian terhadap masalah kerusakan bangunan yang kita miliki. Di dalam mencari tukang jarang sekali kita menemukan tukang yang ahli terhadap semua bidang. Ada tukang yang memiliki keahlian mengecat dan ada juga tukang yang memiliki keahlian dalam kelistrikan. Tidak semua mereka kuasai. Hal ini sangat penting untuk kita ketahui. Sehingga kita tidak akan memaksakan seorang tukang untuk membereskan semua hal. Kita harus dan wajib melakukan seleksi ketat terhadap seorang tukang yang akan kita serahkan tugas.

Dewasa ini banyak sekali orang yang mengaku sebagai tukang. Namun setelah kita percayakan dia untuk sebuah tugas, tugas itu hancur. Ini tentu akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Setelah mendapatkan tukang yang sesuai bukan berarti pekerjaan sudah boleh kita percayakan 100% kepadanya. Banyak sekali orang salah dalam hal ini. Mereka menganggap bahwa sesudah mendapatkan tukang yang tepat maka tukang tadi akan melakukan pekerjaan yang kita inginkan. Padahal belum tentu. Meskipun tidak semua, tukang juga punya sifat jelek. Yaitu bagaimana agar mendapatkan uang yang banyak tanpa bekerja. Oleh karena itu kita harus tahu bahwa ada lagi sebuah pekerjaan yang harus kita lakukan. Apakah itu ? Itulah pengawasan. Pengawasan sangat perlu. Karena dengan pengawasanlah tukang tidak seenaknya di dalam melakukan pekerjaan. Hanya ada 1 diantara 100 tukang saja yang mau melakukan pekerjaan tanpa diawasi. Mengawasi tukang dalam bekerja memerlukan seni tersendiri. Jangan terlalu keras dan jangan juga terlalu lembut. Tukang juga manusia. Yang memiliki perasaan dan harga diri. Sehingga ketika dia merasa direndahkan maka tidak tertutup kemungkinan akan mengarah kepada menurunnya semangat dan kualitas kerja. Sebenarnya seorang tukang sangat paham tentang teknik bekerja yang baik. Tapi karena harga dirinya sering direndahkan maka dia melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan. Jika ini terjadi maka hasil kerja yang tepat dan menghasilkan kualitas yang sesuai dengan yang diinginkan bersama akan sangat jauh. Di dalam mengawasi tukang harus diingat bahwa perkataan yang akan kita ucapkan sebaiknya mengedepankan unsur pujian dan dorongan. Karena kedua hal inilah yang sebenarnya sangat diperlukan oleh tukang. Jangan sekali-kali mengatakan sesuatu yang bernada hinaan. Ini bisa membuat tukang tersinggung dan marah.

Kita boleh mengajak tukang berbicara atau percakapan. Tapi harus diingat janganlah percakapan itu yang mengarah ke unsur SARA. Sebab hal ini bisa membuat tukang menghentikan pekerjaannya. Dan satu lagi yang perlu kita ingat juga adalah jangan sekali–kali di dalam percakapan tadi memberikan informasi tentang keuangan kita. Sebab hal ini bisa membuat niat jahat di dalam diri tukang bangkit. Banyak kasus karena tidak enak dengan tukang maka kita memberitahu kondisi keuangan kita. Alhasil kasus pencurian sering terjadi. Kita tahu bahwa setiap pekerjaan itu pasti memerlukan energi yang lumayan tinggi. Terutama pekerjaan yang notabene mengandung resiko. Seperti perbaikan atap atau pekerjaan diatas udara lainnya. Meskipun kita tahu bahwa tukang memiliki tenaga yang ekstra karena makannya  juga ekstra tapi seringkali di dalam kenyataan di lapangan sikap kurang semangat dan malas membayangi kerja mereka. Jadi yang perlu kita ketahui disini adalah bagaimana caranya agar tukang itu tetap bekerja pada jalur rencana yang telah disepakati bersama sampai pekerjaan selesai semuanya. Memang benar itu sudah urusan tukang karena kita membayarnya. Tapi apakah salah jika kita juga bersama-sama membantu mereka di dalam menyelesaikan pekerjaan agar kita juga bisa mengetahui bahwa pekerjaan itu tidak lari dari rencana ? Meskipun untuk sebagian orang hal ini dianggap rendah. Padahal dengan melakukan tindakan ini bukan tidak mungkin akan menjaga dan mempercepat pekerjaan agar selalu sesuai dengan rencana awal dan selesai pada waktu yang ditetapkan.

Untuk itu di dalam mengawasi tukang sangat perlu ditekankan dorongan semangat namun tidak membuat tukang merasa bahwa dia sedang diajari. Mungkin sumbangan tenaga pada pekerjaan-pekerjaan tertentu juga perlu diberikan agar mereka tidak merasa sendiri dalam mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan begitu pekerjaan akan selesai sesuai rencana. Selamat Berbisnis…!     


2 thoughts on “Mengawasi Tukang

    1. Tentu. Dan banyak sekali tukang yang langsung aja kerja tanpa mau diberi pengarahan. Alhasil minta uang yang lumayan besar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s