Perlukah Notebook ?

Banyak orang yang bertanya kenapa kita harus membeli notebook ? Seakan-akan produk turunan teknologi elektronika dan komputer yang bisa dibawa kemana-mana itu sangat dirasakan tidak wajib dimiliki mengingat kebutuhan teknologi informasi yang tidak terlalu meningkat. Sementara kondisi geografis dan efek globalisasi kian menghantam kita dalam beberapa tahun belakangan ini. Yang mana hal ini membuat orang-orang semakin tidak kuasa keluar darinya.

Sejak dahulu negara kita dipenuhi dengan produk-produk teknologi baik itu teknologi elektronika maupun informasi. Padahal kita belum tentu memerlukannya secara maksimal. Pertanian kita yang katanya memiliki potensi yang cukup besar belum semuanya menggunakan teknologi.

Bila dilihat dari pengamatan sehari-hari ternyata masih banyak juga orang yang tidak mengerti apa fungsi dari teknologi itu sendiri. Mereka baru akan menggunakan teknologi hanya ketika mereka menjalani pendidikan. Jika pendidikan selesai maka mereka pun meninggalkannya. Hanya sewaktu mereka memasuki perusahaan tempat mereka bekerja, baru mereka mulai menggunakannya lagi. Itupun hanya di kantor saja. Sedangkan jika mereka pulang ke rumah mereka tidak menggunakannya. Hanya beberapa orang saja yang memang memiliki hobby terhadap alat teknologi itu yang menggunakannya di rumah. Paling-paling untuk mendengar musik atau permainan 3 dimensi. Selebihnya mungkin tidak ada. Meskipun ada sebagian orang yang memang menggunakan alat teknologi untuk keperluan tugas perusahaan yang tidak dapat diselesaikan di kantor. Hanya setelah merebaknya situs jejaring sosial barulah mereka mulai membeli alat itu untuk diri sendiri supaya memperoleh kemudahan di dalam mengakses situs tersebut.

Laptop atau yang lebih dikenal dengan notebook memang bisa dikategorikan sebagai barang mewah. Sehingga bagi orang yang berpenghasilan rendah, produk ini sulit untuk mereka miliki. Dulu yang namanya notebook itu hanya sebuah buku agenda kecil yang memuat berbagai aktivitas sehari-hari. Kita bisa menulis, menggambar dan membuat sketsa di buku kecil tersebut. Namun seiring dengan perkembangan teknologi elektronika dan komputer, buku itu berubah dari kertas menjadi rangkaian elektronika yang bisa ditulis dan disimpan sampai dengan tak terhingga. Sebelum tahun 1990 notebook belum dikenal karena komputer belum mampu memenuhi kebutuhan buku agenda yang bisa dibawa-bawa tersebut. Kita bersyukur karena berkat keuletan para ilmuwan, sekarang semua kebutuhan itu bisa kita lihat seperti sekarang ini.

Saat ini sudah semakin banyak pekerjaan yang menuntut mobilitas atau keleluasaan para pekerja. Namun sayangnya, kadang hal itu dianggap kurang produktif bila tidak ditunjang dengan alat teknologi. Alat seperti apa yang bisa mendukung aktivitas seperti itu ? Disitulah notebook diperlukan. Contoh sederhana seseorang yang tinggal dan bekerja di Banda Aceh harus melakukan presentasi di luar kota, misalnya di Lhokseumawe. Jarak tempuh antara Banda Aceh-Lhokseumawe dengan mobil adalah kira-kira 5-6 jam lamanya. Jarak tersebut tentu sangat berarti jika dapat dimanfaatkan untuk bekerja. Atau hanya sekedar melakukan komunikasi. Tentu saja jika orang tersebut dilengkapi dengan ponsel yang mana ia tetap dapat melakukan komunikasi atau mempersiapkan bahan presentasi selama dalam perjalanan tersebut. Ini artinya ia tidak akan membuang waktu percuma selama 5-6 jam perjalanan tadi. Atau juga seseorang yang harus pergi ke tempat terpencil seperti guru misalnya. Dia mungkin harus meng-update metode pengajaran atau kurikulum yang berubah. Dengan adanya alat teknologi, dia tidak akan susah-susah untuk kembali ke kota. Dia hanya tinggal membuka notebook yang terhubung dengan internet dan meng-akses situs yang memuat hal itu. Mudah, bukan ? Ini untuk masalah manfaat. Sedangkan untuk masalah harga sering orang mengeluh notebook itu harganya mahal. Sebenarnya bila dipikir-pikir harga itu relatif.

Memang untuk spesifikasi yang tinggi seperti prosesor Intel Dual Core atau iCore7 membutuhkan dana yang lebih besar untuk memilikinya. Tapi ada juga koq yang murah asalkan kita tidak menggunakan fitur terlalu tinggi. Seperti Intel Atom misalnya. Notebook mini atau yang lebih dikenal dengan Netbok mengusung prosesor ini. Sehingga harganya bisa dibawah 5 jutaan. Bagi seorang guru netbok sudah cukup koq untuk mendukung aktivitasnya. Sepeda motor yang berharga diatas Rp 10 juta saja sanggup dibeli. Kenapa netbok tidak. Jadi ini cuma masalah waktu saja. Jika mereka berniat untuk membelinya pasti ada jalan. Bukankah sekarang ada metode pembayaran yang lain selain dari cara tunai ? Kredit misalnya. Sekarang bank-bank banyak sekali menawarkan program kredit untuk notebook. Mereka tahu sekali akan kebutuhan alat teknologi ini untuk beberapa profesi.

Dengan uang muka yang sangat terjangkau bukan tidak mungkin mereka bisa membelinya. Oh mungkin mereka tidak sanggup dalam mencicilnya. Jangan khawatir. Ada jalan. Mereka bisa meminta bantuan asosiasi. Bukankah asosiasi guru memiliki dana. Dana ini bisa digunakan untuk mendukung pembelian tersebut. Nah penjelasan-penjelasan diatas membuktikan bahwa membeli dan memiliki notebook untuk zaman sekarang sudah menjadi keharusan mengingat kondisi geografis dan globalisasi tadi. {}


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s