Pilihan Investasi

Apakah bisa tidak berinvestasi ? Setelah kita memperoleh uang dari gaji, komisi, laba usaha atau penghasilan lainnya maka kita akan dihadapkan kepada sebuah pilihan. Apakah pilihan untuk kebutuhan makan, minum, rumah, pakaian, prestise atau berinvestasi. Sebagian besar orang karena kebutuhannya bertambah maka pengeluarannya pun bertambah. Sehingga kegiatan berinvestasi menjadi hal yang sangat jauh dari rencana. Apalagi untuk orang yang merasa dirinya memiliki penghasilan pas-pasan. Sementara umur semakin bertambah. Meskipun uang tidak ada yang lebih bukan berarti mencari ilmu untuk berinvestasi juga tidak dilakukan.

Di kehidupan yang serba cepat seperti sekarang ini banyak sekali pilihan informasi tentang cara dan bagaimana berinvestasi yang murah dan mampu menghasilkan capital gain atau keuntungan modal yang besar. Banyak media yang menyediakan hal itu. Media internet misalnya. Media ini kelihatannya semakin berkembang saja. 10 tahun yang lalu orang yang terhubung ke internet bisa dihitung dengan jari. Tapi sekarang sudah mencapai hampir 30 juta orang. Luar biasa, bukan ? Nah kita bisa memanfaatkan media tersebut. Ada sebuah situs yang menyediakan informasi yang diperlukan bagi orang awam di dalam mencari informasi yang benar dan tepat tentang bagaimana berinvestasi. Situs itu dapat kita cari hanya dengan mengetikkan kata investasi di sebuah kotak mesin pencari yang terkenal. Kemudian dalam hitungan detik kita akan menemukan sebuah situs yang berisikan tentang cara-cara berinvestasi. Saya tidak tahu mengapa orang mau menulis cara-cara dan bagaimana berinvestasi di media itu. Apakah mereka tidak takut ketahuan orang lain ? Apakah mereka sudah terlalu kaya yang menyebabkan mereka mau memberikan rahasia tersebut ? Kita lebih baik tidak mempermasalahkannya. Karena hanya akan membuang-buang waktu saja. Mendingan kita coba saja tips dari mereka. Siapa tahu manjur dan mujarab. Memang benar tidak semua tips dan saran di situs itu bisa memastikan akan mendapatkan capital gain tadi. Tapi setidaknya saran dan nasehat itu bisa membuat kita menjadi waspada dan mengurangi kesalahan yang akan kita perbuat jika kita tidak mengetahuinya.

Menurut ahli ada beberapa pilihan investasi. Apakah itu tanah, rumah, ruko, saham, lukisan, emas, obligasi, reksadana, asuransi, waralaba, bisnis yang sudah berjalan dan menghasilkan uang dan lain-lain. Semua itu bisa berpotensi membuat modal kita menjadi dua kali lipat pada akhir tahun. Akan tetapi tidak semua pilihan investasi tersebut tidak atau bebas beresiko. Semua ada resikonya. Mungkin ada sebagian orang atau penulis buku yang mengatakan bahwa salah satu dari pilihan investasi itu tidak beresiko. Mereka juga mengatakan bahwa salah satu investasi itu dijamin bebas resiko atau apalah. Untuk mendukungnya mereka membawakan fakta yang jika dilihat dan dibaca sekilas sangat meyakinkan sekali. Padahal jika dipelajari dengan betul-betul dengan penuh ketelitian dan mengundang sejumlah pakar ekonomi dan keuangan ternyata hal itu cuma iklan semata. Orang awam yang hanya mengerti investasi dari luar saja tidak akan bisa membuktikan validitas atau kebenaran fakta tersebut. Yang mana hal ini sangat ampuh membuatnya berbondong-bondong mengikuti dan langsung berinvestasi. Namun berdasarkan pengalaman orang-orang yang sudah berinvestasi di semua pilihan investasi diatas, ternyata semuanya tidak luput dari yang namanya resiko atau kehilangan uang.

Setiap yang namanya investasi pasti ada resikonya. Ini sudah hukum alam. Tidak ada investasi yang bebas resiko. Yang ada hanyalah kecil atau besar dari tingkat resiko investasi itu sendiri. Mereka mengatakan investasi di bidang tertentu tidak beresiko karena mereka telah memiliki caranya. Mereka telah menguasai formulanya. Mereka punya sistemnya. Padahal kita tahu bersama bahwa menemukan dan membangun sistem tidak mudah. Memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Alhasil sebelum kita mendapatkan sistemnya kita telah menghabiskan dan menyerahkan semua uang kita kepada mereka. Jadi mempercayai dan menjalani 100% dari pernyataan sebuah pilihan investasi tidak ada resiko sama saja dengan menghambur-hamburkan uang di jalanan. Lebih baik kita serahkan saja ke panti asuhan anak yatim. Lebih bermanfaat bukan ? {}


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s