Semua Orang Perlu Teman

Hubungan sosial adalah sebuah hubungan yang sangat dibutuhkan manusia. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Ini dibuktikan dengan sebuah cerita bahwa sektemanelompok orang yang diberi teman dengan seorang diri. Ternyata sekelompok orang yang diberi teman hidup lebih lama dengan orang yang sendiri. Di sini kita melihat bahwa adanya korelasi yang sangat penting antara panjang umur dengan teman. Orang yang punya banyak teman, kawan atau relasi pasti memiliki tingkat kematian yang rendah dibandingkan dengan orang yang selalu individualistis.

Kita bisa membaca atau melihat di media televisi bahwa orang-orang super kaya sering melakukan hal-hal yang aneh demi menyearahkan hubungan sosialnya. Ada seorang trilyuner dari negara maju menghabiskan hampir 40% dari kekayaannya hanya untuk dibagi-bagikan kepada orang miskin dan terbelakang. Kita tahu mengumpulkan uang sebesar Rp 1 Milyar bukan main sulitnya.

Namun kenapa trilyuner ini mau melakukannya ? Inilah kekuatan hubungan sosial tadi. Manusia mau tidak mau harus berhubungan dengan manusia lainnya. Orang harus ketemu dan berinteraksi dengan orang lainnya. Tidak mungkin dia menghabiskan uang sebanyak itu sendirian. Makanya rata-rata orang kaya selalu rajin memberi uang.

Walaupun terkadang jika diminta jarang memberikannya, hal ini demi menjaga kebutuhan hubungan sosial tadi. “Rasanya tenang jika memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain” begitu jawab trilyuner ini jika ditanya kenapa. Nah kita bisa melihat orang superkaya saja mau mendermakan kekayaannya, lalu kenapa kita yang hanya berpenghasilan Rp 1-2 juta per bulan sungguh pelit dalam sedekah ? Maaf jika ada yang tersinggung. Namun inilah fakta yang terjadi. Jika kita gali lebih dalam fakta ini maka akan terungkap sebuah fenomena menarik.

Contohnya begini. Kita tahu bahwa Islam mengajarkan sedekah adalah ibadah. Dan bahkan disebutkan di Al-Qur’an bahwa sedekah itu melipatgandakan harta menjadi 700 kali lipat. Benar, tidak ? Kalau belum tahu coba tanya ustadz di sebelah rumah, apakah benar pernyataan ini ? Nah jika pernyataan benar mengapa orang yang notabene ahli masalah Islam, sungguh pelit dalam bersedekah ? Eit jangan kita menyalahkan siapa-siapa. Yang penting bagi kita adalah tetap harus berusaha untuk tidak menjadi orang seperti itu. Ini saja sebenarnya sudah cukup. Daripada kita sibuk berdebat siapa yang mengatakan pernyataan itu, darimana haditsnya, sahih tidak, dan lain hal. Membingungkan sekali. Alangkah baiknya kita hanya mencoba dan mencoba mempraktikkan saja. Lebih enak kan ?

Toh kalau salah pun, kita tidak menghina dan menyakiti hati orang lain. Ini contoh lho bukan dogma atau terlalu mencari-cari kesalahan orang lain. Masih banyak teman-teman kita yang membutuhkan uluran tangan orang-orang berduit untuk menerima sedekahnya.

Bagi orang-orang berduit sedekah itu tidaklah mengurangi kekayaannya. Hanya 2-5% saja. Namun bagi orang-orang yang sangat memerlukan, uang itu sangatlah penting bagi keselamatan jiwa mereka. Mereka hanya ingin makan dan minum yang bersih dan sehat. Itu saja tidak lebih. Tapi ini saja selalu sulit kita lakukan ya ? Ya sudah mulai besok kita tanamkan diri kita bahwa tiada hari tanpa bersedekah.

Waktu itu Sedekah. Sambil Bersedekah Bantu Orang. Anggap saja kita sedang mengunjungi saudara kita lalu memberikan oleh-oleh dari jauh. Nah mungkin dengan begitu lingkungan kita akan maju, desa kita akan maju, kecamatan kita akan maju, kabupaten kita akan maju, propinsi kita akan maju dan bahkan negara kita akan menjadi negara maju. Dan mungkin pula negara kita akan bersedekah ke negara lain. WOW gimana ya kalau ini bisa terjadi ?

Pasti semua orang akan menulis tentang negara kita, mengadakan konferensi internasional tentang negara kita dan banyak peristiwa-peristiwa penting yang mungkin membawa negara kita menjadi sangat terkenal. Yang mana hal ini mampu mengantarkan dunia penuh dengan sedekah. Coba bayangkan dunia seperti apa jika semua negara mencari orang yang meminta-minta untuk dikasi uang. HA…ha…ha2 pasti semuanya bakal bingung.

Kira-kira pembicaraannya akan seperti ini. “Lho koq saya ngga kenal, koq dikasi uang dari Anda. Anda siapa, koq baik banget sih” “”He…he…he2 saya kan orang kaya, orang kaya harus bersedekah”. “Mau ngga, neh ?”. “Kalau ngga mau saya cari orang lain aja”. “Eh, mau mau dong, siapa yang ngga mau dikasih uang gratis”. Begitulah kira-kira pembicaraan antara orang kaya dengan orang miskin. Ini terjadi jika semua negara aktif dalam bersedekah.

Semua negara aktif mengkampanyekan semua rakyatnya agar aktif bersedekah. Dunia ini pasti akan penuh dengan kedamaian. Tidak ada peperangan. Tidak ada perselisihan. Duh alangkah bahagianya orang yang bisa hidup ketika itu. Eh udah udah mimpinya. Bangun jangan terlalu lama mimpinya ntar dikira orang gila tersenyum sendiri. Yah setidaknya kita sudah menulis tentang hal itu. Walaupun sampai detik ini keadaan itu belum terjadi. Ya sudahlah. Yang menjadi pertanyaan paling penting adalah apakah kita sudah bersedekah hari ini ? {}


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s