Saat Tepat Berinvestasi

investasi Apa sih pentingnya investasi ? Apa yang harus diketahui agar bisa berinvestasi ?Banyak orang bertanya kepada saya mengapa perlu berinvestasi. Mereka meragukan keutamaan investasi hanya karena alasan tertentu. Mereka tidak berinvestasi bukan karena mereka tidak mau tapi memang tidak ada kelebihan uang yang digunakan untuk berinvestasi. Mereka juga sering menanyakan bagaimana caranya berinvestasi tanpa uang. Yang mana jawaban yang sering saya katakan adalah selalu mengecewakan mereka. Padahal mereka membutuhkan investasi sama seperti mereka membutuhkan pekerjaan sekarang.

Tatkala mereka sudah lanjut usia, sudah tentu mereka tidak akan sanggup lagi untuk bekerja. Ketika hal itu terjadi, barulah mereka menyadari bahwa betapa pentingnya berinvestasi. Mungkin ada sebagian dari mereka yang memiliki anak-anak yang patuh, cerdas dan berbakti. Dimana anak-anak mereka itu, diharapkan mampu dan akan membiayai mereka di usia tua. Tapi apakah itu bisa benar-benar terjadi. Sementara inflasi terus saja merangkak naik tidak karuan. Sehingga anak-anak mereka akan sulit menyisihkan sebagian uang mereka untuk membiayainya.

Disinilah letak perlunya investasi. Investasi bisa digunakan untuk menambal harapan yang tidak sesuai dengan yang direncanakan. Investasi yang bisa memiliki penghasilan sendiri. Sebuah penghasilan yang bisa membantu ketika keadaan tidak seperti yang diharapkan. Keadaan dimana tenaga dan pikiran menjadi lemah dan tak berdaya. Apakah tidak lebih baik dibandingkan dengan hanya mengharapkan anak-anak untuk membiayai hari tua kita. Apakah kita ingin mengganggu masa depan anak-anak kita ? Apakah tidak menyenangkan memiliki uang yang terus mengalir ke rekening bank pribadi kita tanpa perlu bekerja lagi.

Semua ini hanya akan diperoleh tatkala kita melakukan investasi sejak dini. Jika tidak bisa berinvestasi bukan berarti investasi tidak dipelajari. Banyak sekali pengetahuan-pengetahuan investasi di sekeliling kita. Terkadang kita sendiri melewatinya tanpa disadari. Ini tidak lain akibat dari kesibukan bekerja. Sehingga hal yang sederhana itu menjadi terabaikan.

Berinvestasi sering diartikan sebagai kegiatan menggunakan sejumlah uang untuk meningkatkannya menjadi berkali-kali lipat di kemudian hari. Padahal tidak semua investasi harus menggunakan uang. Ada juga yang menggunakan akal pikiran yang digabungkan dengan keberanian. Cara ini bisa menggunakan uang orang lain. Yang penting disini adalah apakah ilmunya kita kuasai atau tidak.

Mungkin diantara Anda ada yang bertanya, “Kapankah saat yang tepat untuk berinvestasi ? Sebenarnya untuk jawaban mudahnya, saya hanya mengatakan kapan Anda memiliki kelebihan uang. Tapi permasalahannya adalah harga-harga selalu naik. Sementara penghasilan tidak pernah naik melebihi harga-harga. Jadi keadaan kelebihan uang itu sepertinya tidak akan pernah terjadi. Yang mana kegiatan berinvestasi menjadi jauh dari skala prioritas.

Inilah perbedaan orang pintar dan orang bodoh. Kalau orang bodoh, ketika dia tidak tahu maka dia diam saja, pasrah atas segala yang terjadi. Sedangkan orang pintar, selalu mencari cara bagaimana dia bisa menyelesaikan masalah. Contoh masalah diatas. Ketika dia menghadapi masalah ketidaktahuan investasi, dia tidak diam saja. Dia akan memiliki pertanyaan, “Bagaimana caranya agar saya bisa berinvestasi dengan keterbatasan dana yang saya miliki ? Dan jika saya tidak tidak tahu maka saya harus mendapatkan orang yang tahu, yang akan menjelaskan kepada saya.” Sikap seperti ini jelas akan menimbulkan sebuah kreatifitas. Sehingga apa yang tadinya tidak mungkin akan menjadi mungkin pada akhirnya.

Di dalam melihat apakah seseorang itu memiliki waktu yang tepat untuk berinvestasi maka dia harus membuat sebuah laporan keuangan pribadinya dahulu. Contoh. Seorang karyawan swasta memiliki laporan keuangan sebagai berikut :

Penerimaan Gaji per bulan 2.000.000
Pengeluaran per bulan 1.750.000
Sisa    250.000

 

Harta

Kewajiban

 
Kas ditangan      1.000.000 Pinjaman Rumah 255.000.000
Bank      3.500.000    
Tanah 290.000.000 Kekayaan Bersih   39.500.000
Total Harta 294.500.000 Total Kewajiban & Kekayaan Bersih 294.500.000

Nah untuk melihat apakah dia memiliki kemampuan untuk melakukan investasi, kita harus mengetahui rasio likuiditasnya, yaitu dengan cara membandingkan antara harta yang mudah dicairkan dengan jumlah pengeluaran per bulan. Uang tunai, tabungan dan deposito adalah harta yang paling mudah untuk dijadikan uang tunai. Meskipun nilainya tidak sama akibat inflasi tapi setidaknya meringankan beban ketika terjadi masalah keuangan. 

Pada laporan keuangan diatas, rasio likuiditasnya didapat sebagai berikut: 4.500.000 / 1.750.000 = 2,5 atau 2 bulan 15 hari. Menurut para ahli keuangan, batas normal yang diperbolehkan adalah antara 2 s.d 6 bulan. Sehingga dalam perhitungan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa dia sudah dalam kategori aman. Dalam arti dia memiliki kemampuan untuk membayar pengeluarannya pada batas dimana dia tidak mengalami kesulitan untuk mencairkan hartanya. Tapi untuk berinvestasi dia harus mempertimbangkan lebih matang. Karena sisa dana lebih cuma bisa digunakan untuk 15 hari. Yang mana jika dia tetap juga melakukan investasi maka hal itu akan membuat dia kesulitan untuk membayar pengeluarannya. Apalagi dia masih memiliki pinjaman rumah yang harus diselesaikannya. Namun kalau dia mau bersabar untuk menunggu sampai pinjaman rumahnya selesai, mungkin dia bisa memulai untuk mempertimbangkan berinvestasi. {}


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s