Penelepon Misterius

Tadi pagi handphone ayah saya berbunyi. Karena ayah saya sedang mandi maka saya memberanikan diri untuk menyahutinya. Saya pikir itu dari saudara atau keluarga. Ternyata dugaan saya salah.

Ternyata itu dari seseorang yang mengaku dari Telkomsel untuk memberitahukan kepada nomor handphone yang ayah saya miliki, bahwa beliau mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 15 juta dan pulsa 1 juta.

Karena kebetulan saya yang menyahutinya maka saya yang di ”interogasi”nya.

Sebenarnya sejak awal saya sudah menduga hal itu adalah kegiatan orang iseng yang hanya mencari uang lewat orang-orang bodoh yang terpesona dengan hadiah-hadiah sehingga dia lupa bahwa hal itu hanya penipuan. Dan penipuan seperti ini sudah berkali-kali masuk ke nomor handphone ayah saya.

Namun untuk membuat dia jera maka saya berusaha untuk membiarkan dia melakukan modus operasi kriminalnya.

Dia mengaku bernama Ibu Weni dari Telkomsel Jakarta. Pertama-tama dia mengkonfirmasi nomor handphone dan siapa nama saya. Dan sepertinya dia salah dalam menerima informasi tentang nama saya. Ini dibuktikan dengan kesalahannya didalam menyebutkan nama saya. Dia bertanya kepada saya apakah saya menonton SCTV jam 9 tadi malam tentang pembagian hadiah. Saya menjawab tidak. Karena jawaban saya tidak maka dia memberitahukan bahwa saya mendapatkan hadiah diatas.

Untuk menyenangkan hatinya saya ikut merasa terkejut dengan kata-kata saya yang membuat orang lain juga bisa terkejut. Dia pun ikut mengucapkan Alhamdulillah. Dalam hati saya koq ada orang yang menipu mengucapkan kata-kata ini. Sungguh rusak sekali hati orang ini. Begitu saya pikir sesaat.

Kemudian dia bertanya lagi apakah saya memiliki rekening bank. Saya menjawab tidak ada. Karena saya menjawab tidak ada, terus dia bertanya lagi bagaimana caranya agar saya bisa menerima hadiah itu. Saya menjawab dengan mengatakan kepadanya untuk mengirimkan saja hadiah itu via wesel pos ke alamat rumah saya.

Setelah saya menjawab seperti itu, dia tidak menjawab apa-apa cuma meminta saya untuk mengirimkan biaya pengiriman hadiah itu sebesar 200 ribu, sambil bertanya kepada saya apakah saya menyanggupinya. Saya langsung menjawab dan menjelaskan bahwa saya pengangguran jadi tidak bisa membayar biaya tersebut dan tidak punya uang sama sekali. Lalu dia menjawab tidak apa-apa. Lalu dia berkata bagaimana kalau saya meminjam kepada seseorang 100ribu saja untuk membantu biaya pengiriman. Saya langsung menjawab lagi bahwa saya sudah memiliki hutang yang banyak sekali jadi tidak mungkin orang lain mau meminjamkan uangnya lagi kepada saya.

Akhirnya dia mengajukan tawaran untuk meminta pulsa saja sebagai biayanya. Pulsa yang diinginkan adalah pulsa Simpati senilai 100ribu.

Dalam hati saya ini sesuatu hal yang aneh. Kita tahu bersama bahwa Telkomsel bukanlah sebuah perusahaan yang baru berdiri dan menjual kacang goreng di depan jalan masuk ke kota. Telkomsel juga bukan terdiri dari anak-anak SD yang tidak tahu teknologi komunikasi dan informasi.

Telkomsel itu adalah anak perusahaan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang memiliki standar dunia di bidang telekomunikasi. Dan Telkomsel juga memiliki omset pertahunnya  Rp 12 Trilyun. Jadi mana mungkin untuk memberitahukan sebuah hadiah, perusahaan itu menyuruh seseorang dengan nomor salah satu pelanggannya dan dengan meminta pulsa kepada pelanggannya. Ini sesuatu hal yang tidak masuk akal sama sekali. Jadi saya berpikir ini jelas adalah PENIPUAN. Dan ayah saya mau dijadikan korban.

Akan tetapi untuk mengetahui modus operandinya maka saya memutuskan untuk tetap membiarkannya melakukan kegiatan iseng-nya itu.

Setelah dia bertanya apakah saya bisa memberikan pulsa, maka saya langsung menjawab bahwa saya tidak punya uang sama sekali. Jadi saya tidak mungkin bisa membeli pulsa. Saya sudah banyak hutang jadi orang lain tidak mau lagi berhubungan dengan saya. Setelah saya menjelaskan seperti itu, dengan seketika hubungan telepon itu langsung diputuskannya.

Itulah kisah nyata yang saya alami. Saya sering sekali mendengar kisah ini dari cerita ayah saya. Untunglah ayah saya bukanlah orang yang gampang percaya. Beliau selalu melakukan cross cek kepada saya apakah hal itu penipuan atau tidak. Dan saya selalu menegaskan bahwa semua itu adalah penipuan. Penipuan yang memanfaatkan emosi orang agar mau mengirimkan sejumlah uang dengan iming-iming hadiah. Padahal setelah uang dikirim hadiah yang dijanjikan tidak akan pernah direalisasikan. Akhirnya orang yang bodoh akan menggigit jari karena terkena penipuan.

Untuk itu saya menghimbau kepada sesama pemilik nomor Telkomsel agar selalu berhati-hari dengan modus operandi seperti ini. Jangan mudah percaya dengan hadiah. Bila ini memang benar adanya pasti Telkomsel sudah terlebih dahulu memberitahukan informasi tersebut di media massa. Mereka juga akan selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggannya dengan selalu menyertakan identitas yang benar dan jelas. Sehingga kita pasti tahu kapan kita menerima hadiah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s