Kaya itu Bukan Banyak Tanah

tanah Kemarin ibu saya menceritakan sebuah berita. Berita itu tentang tetangga kami yang berhasil menjual tanah keluarganya untruk pembangunan gedung kampus salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan. Dia berhasil menjual tanah itu senilai lebih dari Rp 500 juta. Dan karena itu tanah milik keluarga maka tanah itu harus dibagi dengan anggota keluarga yang lain.

Ibu saya juga mengatakan bahwa sekarang tetangga kami itu telah menjadi jutawan akibat dari penjualan tanahnya tersebut. Sehingga sekarang dia sedang membangun rumahnya yang lebih bagus dari yang sekarang. Padahal sebelumnya dia tidak sanggup merenovasi rumahnya sendiri yang terbuat dari kayu mengingat penghasilan hanya didapat dari pekerjaan istrinya sebagai Guru PNS. Dahulu juga sewaktu masih masa konflik dia pernah bekerja di Malaysia untuk menopang kehidupan keluarganya. Namun karena jauh dari keluarga membuat dia tidak nyaman dan segera meninggalkan pekerjaannya itu.

Itulah nasib seseorang. Tidak ada yang tahu secara pasti. Banyak orang mengatakan bahwa nasib mengikuti perputaran bumi. Sehingga terkadang orang berada pada tingkat rendah. Dan terkadang berada pada tingkat tinggi. Sama seperti bumi yang berputar. Padahal ini pemikiran yang salah. Nasib setiap manusia itu ditangan Allah Tabaaraka wa Ta’ala. DIA-lah yang mengatur kehidupan kita. Kita manusia hanya berusaha menurut kemampuan kita masing-masing.

Bagaimana caranya  ? Yaitu dengan memaksimalkan akal pikiran yang dianugerahkan Allah Tabaaraka wa Ta’ala kepada kita. Setiap manusia pasti diberi akal pikiran. Tidak ada manusia di bumi yang luas ini, yang tidak memiliki akal pikiran. Semuanya memiliki akal pikiran. Karena inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

Dengan akal pikiran inilah manusia mampu merubah nasibnya. Apakah nasibnya akan menjadi kaya atau miskin. Dan untuk bisa menggunakan akal pikiran tidak mungkin ditempuh dengan duduk dan tidur di rumah saja. Tapi harus dengan mencari dan menguasai ilmu pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan untuk orang gila sama seperti memiliki gelas ketika kita sedang haus. Tidak berguna, bukan ? Dan inilah yang menjawab mengapa sebuah negara bisa menjadi negara maju. Negara yang maju itu biasanya memiliki penduduk dimana penduduknya tidak pernah berhenti mencari dan menemukan ilmu pengetahuan meskipun sudah lanjut usia.

Ada sebagian orang menganggap bahwa kalau kita sudah punya tanah berhektar-hektar maka kita akan hidup senang dan kaya. Ternyata setelah diselidiki ini juga jauh dari pemikiran yang benar. Sebab tanah tidak bisa digunakan membeli makanan atau kebutuhan penting. Kecuali setelah dijual dan ditukar menjadi uang, barulah bisa membuat seseorang itu hidup senang. Untuk menukarkannya dengan uang tentu kita harus memiliki ilmu pengetahuan. Mungkin ada sebagian orang yang bisa menukarkan tanah dengan makanan. Tapi ini sangatlah jarang ditemukan. Sebab untuk menyepakati hal itu dengan orang lain yang memiliki makanan harus melakukan negosiasi atau kesepakatan yang lumayan lama. Sedangkan kita butuh makan dalam waktu dekat.

Untuk kaya tidak cukup hanya memiliki tanah saja. Dan tidak cukup pula kalau hanya memiliki uang. Apalagi hanya memiliki ilmu pengetahuan. Namun untuk menjadi kaya kita harus memiliki sistem yang terdiri dari uang tunai, tanah dan ilmu pengetahuan. Uang untuk membeli makanan dan kebutuhan penting. Tanah untuk kebutuhan dan keperluan yang mewah yang mana tanah itu bisa sewaktu-waktu ditukarkan. Meskipun harus ditopang oleh uang tunai. Dan ilmu pengetahuan untuk menjaga agar uang tunai dan tanah ini bisa terus memiliki nilai. Inilah yang menurut saya sistem yang dapat menjadikan kita kaya. Jika orang memiliki sistem ini dia akan menemukan kebebasan keuangan.


2 thoughts on “Kaya itu Bukan Banyak Tanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s