Bertanyalah

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke warnet. Biasalah. Saya ingin melihat apakah ada surat elektronik (e-mail) yang ditujukan untuk saya atau tidak. Maklum saya tidak memiliki koneksi internet di rumah jadi saya harus ke warnet untuk itu.

Dengan begitu banyak pilihan warnet yang ada di kota tempat saya tinggal, saya memilih sebuah warnet yang letaknya tidak jauh dari terminal angkutan dalam kota. Saya memilih warnet tersebut karena lokasinya mudah dijangkau dan tentu saja yang paling penting, harganya murah bagi kantong saya. Hmm….pasti semua pembaca setuju khan ? Murah dan Mudah. Mudah dan murah. Semua orang pasti setuju dengan saya. Bukankah kedua hal ini yang dicari orang ? Begitu pula dengan saya. Saya selalu mengutamakan kedua aspek ini. Apakah itu belanja, jalan-jalan, makan, nongkrong dan sebagainya.

Sesampai di warnet itu, seperti biasa saya melapor kepada operator warnet untuk meminta bantuannya agar menyiapkan tempat bagi saya. Pada umumnya warnet memiliki satu operator. Karena apa ? Karena kalau tidak ada operator ada kemungkinan semua orang akan memakai internet seenak perutnya. Sehingga ada kemungkinan tidak akan membayar. Meskipun ini baru dugaan saja. Tapi kenapa ya ? Khan ga semua orang sejahat itu. Entahlah pembaca. Yang penting di kota saya ini semuanya seperti itu. Hmmm….jadi timbul ide neh. Agar ada sebuah warnet yang memanjakan pelanggannya tanpa perlu ada operator. Jadi semua orang datang dan klop langsung konek…Dimana ya ada warnet seperti itu ?

Kita kembali ke laptop. Eeh……salah. Kita kembali ke operator warnet yang saya kunjungi. Setelah saya melapor ke operator itu saya langsung disiapkan meja khusus. Karena apa ? Hayo tebak kenapa ? Benar. Karena saya membawa laptop atau notebook. Jadi saya sudah pasti tidak akan menggunakan komputer warnet.

Duh saya sudah tidak sabar neh untuk melihat status teman saya di situs jejaring sosial yang saya gabung. Kira-kira dua menit saya memulai, tiba-tiba datanglah pemilik warnet yang meminta waktu sedikit kepada saya. Tentu saja saya mengizinkannya. Sebab dia pemilik warnet itu. Kalau saya menolak ya ada kemungkinan saya tidak lagi diizinkan untuk menggunakan koneksi internet yang dia miliki. Kenapa kemungkinan terus sih.. Ya sebab saya bukanlah Tuhan yang bisa tahu masa depan. Jadi saya selalu mengatakan dengan kemungkinan. Duh maaf pembaca, artikel saya membingungkanya ya ? Tenang-tenang ga akan ada lagi koq. Trust me I know what I’m doing….begitu kira-kira kata Sledge Hammer. Jadi percayalah pembaca tidak akan ada lagi gangguan.

Rupanya pemilik warnet tadi tidak menginginkan saya melakukan koneksi langsung ke kabel jaringan tapi ingin agar saya meng-install sebuah software. Hmm…software apakah itu ? O…rupanya sang Big Boss alias pemilik menginginkan saya meng-install software billing. Apakah Anda tahu apa itu software billing ? Itu tuh program untuk mengetahui berapa lama koneksi yang telah digunakan dan berapa biayanya. Semua berlangsung secara otomatis dengan program tersebut. Yang mana hal itu membuat sang operator tidak perlu susah susah mikir-mikir berapa lama saya menggunakan koneksi internetnya. Maklum saya khan ga pake komputer mereka. Tapi saya pake notebook milik saya sendiri.

Ya sudah saya mempersilahkan sang pemilik memasang dan meng-install-nya di notebook saya. Setelah kira-kira 3 menit sang pemilik mencoba memasang program itu, dia menyeletuk dan berkata, “Dari KOMPAS ya ?”. Ternyata selama ini dia menduga bahwa saya adalah seorang wartawan dari salah satu media nasional yang bernama KOMPAS.

Memang saya sudah lebih dari dua kali datang ke warnet tersebut. Tentu saja saya menjawab bukan. Dan saya mengkonfirmasi bahwa saya hanya pengusaha biasa. Kemudian dia bertanya lagi, “Usaha apa ne. bagi-bagi saya dong”. Dalam hati saya ne orang berani bener. Udah berani nanya terus minta-minta bisnis lagi. Karena saya orangnya baik (bukan sombong atau angkuh) jadi saya menjawab saja bahwa saya sedang mengembangkan cara membeli properti tanpa modal atau uang. Eeh malah dia mengenalkan diri bahwa dia bernama Zul dan dia juga sedang berusaha menjual salah satu properti milik temannya di sebuah lokasi yang jauh dari warnet tersebut. Dalam hati saya lagi, aneh juga neh orang. Tadi nebak pekerjaan saya terus minta-minta bisnis, eh sekarang nyama-nyama in satu profesi dengan saya. Membingungkan deh.

Ya emang karena saya keturunan orang baik-baik dan ramah, saya langsung aja menyahut dengan mengajukan pertanyaan apakah properti yang dimiliki temannya itu sudah dinilai bank atau belum. Sebab untuk membeli properti tanpa modal harus tahu dahulu berapa nilai properti yang dimiliki yang telah dinilai oleh jasa penilai aset atau bank dan berapa yang diminta pemiliknya. Jika ada selisih maka selisih itu perlu diketahui. Jika selisih itu lebih besar dari yang diminta oleh pemilik maka itulah yang dapat dibeli tanpa modal. Jika tidak maka itu bukan properti yang bisa menguntungkan. Karena kita bisa mencari investor dan mengajaknya untuk membeli properti itu dengan iming-iming dari selisih keuntungan nilai properti tadi. Tanpa modal bukan ?

Lalu dia (Zul) menjawab sudah. Sebab (dia memberi alasan) dengan adanya sertipikat hak milik maka disitu sudah ada penilaian. Hmm….sebuah informasi yang menarik bagi saya. Lalu saya membantah dengan menjawab bahwa itu belum tentu. Entah kenapa saya membantahnya padahal saya belum pernah mengecek fakta ini.

Akhirnya program billing tadi selesai di-install dan pembicaraan kami pun berhenti. Dia mempersilahkan saya untuk surfing kembali. Dan anehnya dia menganggap pembicaraan tadi tidak ada artinya. Ini dibuktikan dengan raut mukanya yang biasa-biasa saja. Kemudian dia langsung saja pergi sambil mengatakan kepada saya bahwa dia sangat menyukai apa yang telah saya ceritakan dan lain kali akan duduk bersama untuk membahasnya lebih detail. Lalu dia menghidupkan motornya dan pergi meninggalkan saya dan warnet miliknya tersebut. Dia dapat informasi yang mahal tapi saya tetap harus membayar biaya warnet tersebut. Dan yang saya sesalkan adalah biaya koneksi yang ditetapkan di program itu lebih mahal dari biaya sebelumnya. Sungguh sebuah kejadian yang harus saya ambil pelajaran.

Tapi tidak apa-apa. Saya dapat pelajaran penting hari itu. Pelajaran itu adalah bertanyalah maka Anda akan mengetahuinya. Jika Anda suka bertanya meskipun kepada orang yang tidak Anda kenal sekalipun maka Anda akan mengetahui infomasi yang tidak pernah Anda duga sebelumnya.

Sebagian orang malu bertanya. Dan karena bertemu dengan orang yang tidak dikenalnya maka dia menjadi sungkan untuk bertanya sesuatu. Memang benar setiap orang akan malas menjawab kepada orang yang tidak dikenalnya. Dia akan risih atau sungkan bahkan akan marah ketika ada orang yang tidak dikenalnya bertanya sesuatu kepadanya. Tapi ini bukan mutlak. Tidak semua orang seperti itu. Mungkin perasaan Anda saja. Bisa saja dia suka untuk ditanya. Boleh jadi mungkin dia sedang menunggu untuk ditanyai. Dan boleh jadi dia menyimpan sebuah informasi penting bagi Anda dan ingin membagikannya ke semua orang. Contohnya seperti kasus saya diatas.

Saya memberitahukan sesuatu yang sebenarnya sudah lama dia cari dan belum ada orang yang memberitahunya. Jadi dengan informasi saya itu setidaknya membuka cakrawala berpikirnya bahwa ada cara yang efektif untuk membantu penjualan properti temannya itu. Siapa tahu dengan info saya itu dia berhasil menjual propertinya dan memperoleh kesejahteraan yang selama ini dia inginkan.

Oleh karena itu kepada Anda pembaca untuk jangan sungkan untuk bertanya. Bertanyalah. Baik itu kepada orang yang tak dikenal atau orang yang hanya berpas-pasan lewat dengan Anda. Bertanya itu murah koq malahan tanpa biaya. Jadi mulai sekarang rajin-rajinlah bertanya karena bertanya itu sebuah energi kreatifitas….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s