Jujur

Tadi pagi saya membaca Sejarah Nabi Muhammad karangan Muhammad Haekal yang diterjemahkan oleh Ali Audah.  Disitu diceritakan bagaimana Muhammad sebelum menjadi Nabi dan Rasul mendapat gelar Al-Amin. Yaitu seseorang yang dapat dipercaya. Dari cerita tersebut Saya menemukan pelajaran bahwa bagaimana kejujuran akan mengantarkan kita kepada kekayaan. Kalau kita jujur maka orang lain akan mempercayakan kebutuhannya kepada kita. Sehingga dengan pemenuhan itu kita bisa mendapatkan uang untuk bisa membangun kekayaan.

Di dalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali peluang untuk berbohong. Susah rasanya menjadi orang jujur. Dan biasanya itu sering membuat kita mendapatkan keuntungan. Sebab kalau kita senantiasa jujur jarang mendapatkan prestasi dalam bentuk uang. Coba kalau kita berbohong maka kita akan mudah sekali mendapatkan uang. Tapi yang sering kita tidak sadari adalah keuntungan yang diperoleh dari kebohongan adalah keuntungan yang tidak berkah. Pengertian tidak berkah disini adalah sebuah keadaan yang bukannya menenangkan tapi membuat kita gusar dan bimbang dengan keuntungan tadi. Padahal yang namanya untung seharusnya melahirkan ketenangan jiwa. Tapi kenyataannya malah membuat jantung berdebar-debar sepanjang malam.

Orang-orang jujur akan selalu dicari orang. Mereka akan terus dimintakan bantuannya dimanapun mereka berada. Karena jujur melahirkan ketenangan. Setiap pengusaha kaya sangat membutuhkan keadaan ini. Itulah sebabnya mereka senang sekali dengan orang jujur. Dan akan berusaha sekuat tenaga mempertahankannya bila sudah mereka temukan. Ini terbukti dengan perkataan salah seorang pemimpin perusahaan farmasi terkemuka di dunia yang berkata bahwa dia lebih menyukai orang bodoh yang jujur daripada orang pintar tapi pembohong.

Bagi sebagian orang, kalau seseorang itu jujur maka orang itu akan dimanfaatkan oleh seseorang. Mereka akan memanfaatkan kejujuran orang itu untuk kepentingan mereka yang lebih besar. Terutama pada pekerjaan yang tidak pada tempatnya. Dalam arti sering digunakan untuk kejahatan. Bila dipikir-pikir memang benar orang jujur itu dapat dimanfaatkan. Tapi bukankah lebih baik bermanfaat daripada tidak bermanfaat. Bukankah kita disuruh Rasulullah SAW untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi kenapa kita takut dimanfaatkan.

Kita boleh takut jujur jika memang jujur itu membuat nyawa kita melayang. Akan tetapi bukankah lebih baik jujur tapi nyawa melayang daripada berbohong tapi menghancurkan nama, karir dan hidup kita. Terutama martabat dan harga diri kita dan keluarga. Buat apa hidup hanya sebagai bahan hinaan dan celaan orang lain. Kalau hinaan dan celaan ini tidak benar mungkin tidak mengapa. Tapi bagaimana kalau karena ketahuan berbohong, ini yang parah.

Pakar perbankan asing berkata bahwa aset tidak berwujud lebih bernilai bagi sebuah perusahaan daripada aset berwujud dalam jangka panjang. Salah satu aset tidak berwujud adalah kejujuran. Bermilyar-milyar nilai sebuah aset akan hancur dalam seketika jika kedapatan tidak ada kejujuran. Ini dibuktikan dengan berita tentang sebuah perusahaan teknologi yang kedapatan curang didalam melaporkan kondisi keuangannya. Para pemilik saham beranggapan bahwa pertumbuhan dalam bentuk tulisan mencerminkan realita. Namun ternyata itu semua rekayasa. Kenyataan tidak sama dengan tulisan. Alhasil penarikan saham pun terjadi. Selanjutnya sejarah.

Itulah kehebatan nilai kejujuran. Dalam skala kecil kebohongan mungkin bisa ditalangi. Tapi jika sudah dalam kancah dunia, sudah tentu akan susah sekali untuk ditutupi. Coba bayangkan jika Anda sendiri diminta uang oleh teman Anda untuk mendirikan sebuah perusahaan lalu manajemen perusahaan itu melarikan uang Anda tanpa memberikan keuntungan yang berarti bagi Anda, apakah Anda masih mempercayakannya untuk yang kedua kalinya ? Lalu apakah Anda akan diam saja membiarkannya dan tidak memberitahu khalayak luas akan kebobrokan teman Anda itu?

Oleh karena itu janganlah takut bersikap jujur. Berani jujur adalah sikap orang kaya. Berani jujur adalah sikap orang sukses. Mulailah jujur dari sekarang. Jangan takut menjadi orang jujur. Jika Anda mampu menjadi orang jujur maka percayalah kekayaan akan datang kepada Anda tanpa Anda minta.


2 thoughts on “Jujur

    1. Thank’s udah mampir. Emang zaman sekarang untuk jujur terasa susah bener. Sebab bisa-bisa rezeki buyar. Tapi gpp utk org yg konsisten dengan kejujuran Insya Allah berkah. Ok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s