Jangan Berharap Pada Pemerintah

Tidak seperti biasa, berita di koran hari ini membuat saya sedikit terpancing. Tapi bukan berita heboh tentang video mesum artis seperti beberapa bulan yang lalu. Tidak. Bukan berita seperti itu. Tapi berita tentang pernyataan seorang pimpinan satuan kerja perangkat pemerintah daerah.

Dalam artikel berita itu, dia mengatakan kepada masyarakat bahwa untuk tidak memasuki kota tempat dia bertugas sebagai tujuan mencari pekerjaan. Alasannya karena kota yang menjadi wewenangnya itu bukanlah sebuah kota industri melainkan kota pelajar.

Begitu saya membaca artikel tersebut, saya jadi sedih. Saya sedih bukan karena saya juga termasuk dari kelompok yang mencari pekerjaan di ibukota tersebut. Saya sedih karena beberapa tahun belakangan begitu banyak anggaran pemerintah yang dikucurkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Dan kalau tidak salah sudah banyak sekali perusahaan swasta dari dalam dan luar negeri yang sudah menyatakan minatnya untuk menanamkan investasinya di negeri ini.

Kita tahu bersama bahwa pemerintah itu bukan siapa-siapa. Tapi pemerintah adalah bagian dari masyarakat yang dipercayakan untuk menjadi pemimpin. Sehingga dana atau anggaran operasional mereka sudah tentu berasal dari masyarakat. Jadi sudah selayaknya pemerintah itu harus mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Terutama di dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan.

Namun semua itu hanyalah di dalam teori. Pada kenyataannya di lapangan semua itu hanya isapan jempol belaka. Sebelum terpilih menjadi anggota pemerintah, calon anggota pemerintah atau yang biasa disebut pegawai negeri sipil selalu menjanjikan kesejahteraan. Tapi begitu terpilih menjadi pegawai negeri sipil semua hanyalah sebagai hiasan di meja tamu saja. Mereka lupa seperti kacang lupa akan kulitnya.

Dengan membaca berita diatas, perumpamaan tadi menjadi nyata adanya. Seakan-akan mereka mengatakan kepada orang yang memilih mereka seperti ini, “Kalian berusaha aja sendiri. Saya tidak bisa membantu lebih banyak”. Betapa sakitnya hati ini ketika orang yang kita tolong ternyata setelah dia menjadi sehat dan sejahtera dan memiliki kedudukan dengan mudahnya mengatakan bahwa dia tidak bisa membantu. Padahal dengan kekuasaannya dia bisa melakukannnya. Toh jika dia tidak bisa membantu secara fisik, dia bisa membantu dengan pikiran. Tapi semua tidak dilakukannya. Dia hanya mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakannya.

Inilah yang sering saya katakan dalam artikel-artikel sebelumnya bahwa pemerintah atau perusahaan tidak pernah benar-benar mau menolong Anda. Mereka tidak pernah mau memberikan uang kepada Anda. Mereka hanya akan menolong orang yang memang berguna dan bermanfaat bagi mereka. Mereka hanya akan memberi uang kepada Anda jika Anda memang benar-benar dapat membuat mereka mendapatkan uang yang lebih banyak lagi dari apa yang telah mereka berikan kepada Anda.

Meskipun begitu cara pandang mereka terhadap uang juga tidak sama. Kalau pemerintah, mereka hanya akan mengangkat Anda jadi anggota mereka jika mereka ingin menambah pemasukan pajak. Sedangkan perusahaan, mereka hanya akan mengangkat Anda jadi anggota mereka jika mereka ingin mengurangi biaya. Jadi disini jelas persepsi mereka melihat Anda begitu jauh berbeda. Oleh karena itu jangan pernah berharap bahwa pemerintah dan perusahaan bisa memenuhi keinginan Anda. Sebab mereka berdua sama tamak dan serakahnya dengan Anda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s