Modal Bukan Alasan

energi Kami pikir hari ini tidak ada tamu lagi. Sebab biasanya lebaran sudah habis setelah 3-5 hari. Meskipun bulan Syawal dimana lebaran hadir di bulan tersebut 30 hari lamanya, orang-orang hanya merayakan hari yang fitri tadi tidak lebih dari 5 hari saja. Ini ditandai dengan orang yang saling berkunjung hanya sebentar saja.

Namun ternyata pagi menjelang siang tadi, salah seorang saudara dari pihak ayah berkunjung. Dia adalah anak laki-laki dari istri kedua dari keponakan dari saudara sepupu ayah. Memang hubungannya begitu jauh. Tapi hubungan saudara tetaplah masih terjalin.

Dia tidak dengan siapa-siapa. Hanya seorang diri. Memang dia telah bekerja di sebuah perusahaan pupuk nasional di kota kami. Mungkin karena keadaan ini dia memberanikan diri untuk bersilahturahmi. Sebab biasanya seorang laki-laki sangat gengsi untuk berkunjung seorang diri.

Seperti biasa kami menyuguhkan kue dan minuman untuk tamu. Setelah itu kami melakukan pembicaraan-pembicaraan untuk menyemarakkan suasana. Dalam pembicaraan itu kami saling bertukar informasi tentang pekerjaan, calon pendamping, prospek usaha, perkembangan daerah dan sebagainya. Semua larut dalam obrolan yang tidak terasa lamanya.

Sebenarnya obrolan kami tidaklah terlalu berat-berat. Hanya berkutat masalah pribadi, pekerjaan dan sekitarnya. Tapi entah ada angin apa obrolan kami mengarah kepada cara mencari uang. Sementara obrolan ini sangat sensitif bagi sebagian orang. Sehingga terkadang orang-orang malas untuk membicarakannya. Ada kesan buruk jika terlalu membicarakannya.

Namun saat itu semua tidak terkontrol. Tema itu hadir begitu saja. Begitu ada kesempatan membahas tema itu maka saya tidak menyia-nyiakannya. Saya tidak lupa untuk selalu menanyakan apakah dirinya memiliki ide usaha. Dia menjawab bahwa dia memilikinya. Ternyata dia ingin membuka usaha jualbeli kaos sepakbola. Dia juga menambahkan bahwa dia sudah lama tertarik ingin berdagang kaos berlatar belakang klub dan pemain bola internasional. Kemudian saya bertanya kenapa dia tidak membukanya. Dengan cepat dia menjawab bahwa dia tidak memiliki modal.

Seperti kata Rhenald Kasali, pakar manajemen dan entrepreuneurship UI, lagi-lagi modal menjadi alasan orang tidak memulai membuka usaha. Saya heran kenapa banyak sekali ya, orang yang tidak jadi-jadi membuka usaha, hanya karena tidak ada modal. Padahal ada banyak orang yang memiliki modal tidak juga mau membuka usaha.

Adik saya saja memiliki modal yang cukup untuk memulai membuka usaha tapi dia tidak mau membuka usaha. Jadi apa yang bisa membuat orang membuka usaha ? Jawabannya terpulang kepada Anda. Saya yakin setiap Anda pasti memiliki jawaban masing-masing. Dan semua jawaban itu benar. Yang salah adalah sejauh mana hal itu menjadi hal yang salah bagi Anda sendiri.

Meskipun begitu izinkan saya memberikan pendapat. Apakah itu ? Pendapat itu adalah bahwa orang yang tidak jadi-jadi membuka usaha atau malas membuka usaha disebabkan oleh dua hal saja.

Pertama, KETIADAAN IDE. Ya. Dia tidak memiliki ide. Inilah yang tidak dimilikinya. Dan ide inilah yang akan membuat dia mau dan berniat untuk membuka usaha. Siapapun dia, profesi apapun dia, sebanyak apapun modalnya, saya yakin seseorang tidak akan pernah mau membuka usaha jika dia tidak memiliki ide. Sebab dia tidak akan mengalami yang namanya stimulus berusaha jika dia tidak ada ide atau gagasan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s