Berita Tidak Selalu Benar

Ada berita di radio milik pemerintah tentang pemogokan yang dilakukan oleh buruh sebuah pabrik. Mereka mogok karena gaji dan THR mereka belum dibagikan oleh manajemen perusahaan. Namun setelah berita tersebut dibacakan keseluruhan ternyata gaji mereka bukan belum dibayar cuma ditunda akibat lebaran.

Ada juga berita lain tentang anggaran pemerintah yang menelan belasan trilyun rupiah yang katanya memboroskan uang negara. Tapi setelah ada media lain yang memberitakan dari sisi lain, ternyata dana tersebut memang benar-benar dibutuhkan sebagai dana operasional pemerintah di dalam mensejahterakan rakyatnya.

Seringkali kita sebagai konsumen, membaca berita baik dari media cetak, elektronik maupun internet, dikejutkan atau dihebohkan dengan judul berita. Namun setelah kita membaca atau mendengarnya lebih detail atau rinci, ternyata judul berita itu hanyalah judul yang dibesar-besarkan oleh seorang wartawan saja. Hanya untuk menarik perhatian pembaca saja. Isinya tidak jarang bertentangan dengan judul yang tertulis.

Di satu sisi kita tidak menyalahkan mereka. Sebab tidak mudah untuk menjual koran atau media. Butuh beberapa taktik, trik dan strategi agar para pembaca bisa tertarik membelinya. Ini tidak lain demi menyelamatkan nasib puluhan bahkan ratusan karyawan sebuah perusahaan media. Karena di sisi lain pekerja media adalah manusia biasa seperti kita. Mereka tidak mungkin membeberkan sebuah berita yang lengkap dan rinci tapi mereka menderita kelaparan. Sudah tentu ini harus seimbang.

Masyarakat bisa memperoleh berita dan pekerja media pun ikut merasakan kesejahteraan akibat meningkatnya oplahan media tadi. Jadi yang perlu kita ketahui adalah bahwa berita-berita yang kita baca sehari-hari itu tidaklah selalu bisa dijadikan acuan di dalam mengambil keputusan. Ada kalanya berita itu hanyalah sebagai pendongkrak oplahan. Dan ada kalanya juga berita itu memang benar-benar sebuah kebenaran. Makanya ada sebagian media yang selalu mengingatkan akan hal penting diatas. Media ini sudah pasti akan menjadi media yang sangat diminati masyarakat.

Oleh karena itu sebagai konsumen, setelah kita membaca berita di sebuah media tertentu, kita harus teliti dahulu sebelum menyimpulkan. Kita juga tidak boleh menuduh, menganggap, memvonis, dan menetapkan individu, kelompok, agama, golongan, bahkan pemerintah sekalipun adalah sebuah keburukan atau kebaikan. Sebaiknya kita menunggu pihak yang berwenang menyelidiki dan menetapkannya terlebih dahulu. Dengan begitu kita tidak akan terjerumus ke dalam informasi sesat yang bisa mengakibatkan hal-hal yang bisa merusak keutuhan bangsa dan negara.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s