Rumah Mewah Itu Emosi

Apakah Anda pernah ditanyakan oleh seseorang ada berapa banyak keluarga di negara kepulauan terbesar di dunia ini yang memiliki rumah mewah ? Apakah ada 100 juta ? Atau hanya 1 juta ? Mungkin Anda tahu dan bisa menjawabnya. Mungkin juga Anda tidak tahu sehingga terkadang Anda mengabaikannya.

Meskipun begitu ini bukanlah pertanyaan yang diajukan kuiz berhadiah yang ada pada televisi yang sering Anda tonton. Jadi Anda tidak perlu mengabaikan waktu terbaik Anda untuk mencoba menjawabnya. Tapi ini hanyalah sebuah pertanyaan kecil untuk mengajak Anda berpikir bahwa memiliki rumah bukan perkara sederhana. Tapi ada sebuah perbedaan sudut pandang dari setiap orang didalam memandang rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal. Dan juga pertanyaan-pertanyaan itu mencoba memberitahukan kepada Anda bahwa memiliki rumah mewah itu sebenarnya bukanlah tujuan. Ada emosi tertentu yang ingin dipuaskan oleh seseorang.

Itulah sebabnya setiap orang berusaha mencari sesuatu yang dapat memuaskan emosinya. Apakah itu istri, anak, rumah, kendaraan, kebun, tanah, kedudukan, pekerjaan, jabatan, pangkat atau hal-hal lain. Yang penting bagi mereka adalah kepuasan mendapatkan pujian mereka terpenuhi.

Jika kita melihat kehidupan sehari-hari hampir di setiap kepala keluarga, rumah mewah menjadi impiannya. Siapa pun dia, profesi apapun dia, dan dari latar belakang apapun dia, dia pasti ingin memiliki rumah yang megah, bagus, dan mempesona. Terutama bagi kalangan wanita. Kaum hawa ini sangat ingin sekali memiliki rumah seperti itu. Entah kenapa mereka memiliki keinginan yang menggebu-gebu untuk hal ini. Ada yang mengatakan bahwa kaum ini memiliki emosi yang mudah sekali rapuh. Lalu yang lain mengatakan karena bagi mereka pujian dari orang-orang telah menjadi kebutuhan. Mereka tidak ingin dilecehkan. Mereka ingin dipuja. Dan memiliki rumah yang megah adalah salah satu cara untuk mendapatkannya.

Memang benar tidak ada manusia yang mau dihina, diejek, dikucilkan. Sebab manusia tidak saja memiliki akal. Namun juga memiliki emosi. Sehingga harus ada sesuatu yang dibanggakan untuk menghindari hal itu. Akan tetapi yang sangat disayangkan adalah cara mendapatkannya tidak pernah dipikirkan secara matang dan terencana. Mereka hanya memakai cara-cara kuno yang menyebabkan timbulnya lebih banyak masalah.

Meskipun cara ini yang dilakukan oleh kebanyakan orang, tapi bukan berarti cara ini yang paling benar dan paling ampuh. Tidak selamanya sesuatu yang dilakukan oleh banyak orang itu dianggap sebuah kebenaran. Merokok contohnya. Kita tahu bersama bahwa hampir semua orang itu merokok. Jarang kita jumpai orang yang tidak merokok. Tapi apakah merokok itu sesuatu yang dibenarkan. Belum tentu, bukan ?

Begitu juga dengan mendapatkan rumah mewah. Sebenarnya ada banyak cara mendapatkan rumah mewah. Gaji mungkin menjadi sumber utama bagi sebagian orang untuk membeli dan mendapatkan rumah mewah. Namun gaji bukanlah cara satu-satunya untuk mendapatkan hal itu. Ada cara lain yang lebih sederhana dan tidak perlu membanting tenaga dan memeras tulang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s