Asuransi Bukan Jaminan

Tadi siang kami dikejutkan oleh kedatangan tamu. Tamu itu sudah lama tidak pernah berkunjung ke rumah sederhana milik kami. Namun hal itu menjadi nyata ketika keluar sepasang suami istri membawa satu orang anak dari mobil jenis MPV. Wajah dan gaya berbicara mereka mengingatkan kami kepada seorang teman ayah kami yang sudah lama tidak berjumpa.

Seperti biasa kami menyambutnya dengan penuh kegembiraan seperti seorang ayah yang sudah lama ditinggal anaknya. Lalu mereka pun saya persilahkan masuk dan duduk di ruang tamu. Tatkala mereka disuguhi minuman maka saya pun masuk kamar. Alasan utamanya adalah saya mengira bahwa saya tidak mungkin akan dilibatkan dalam pembicaraan mengingat ayah dan tamu itu pasti akan membicarakan masa lalu mereka. Lagipula saya sedang berbicara dengan seorang teman di telepon seluler sejak beberapa menit yang lalu. Kedua asalan ini saya rasa cukup untuk saya mengucilkan diri dari dunia pertemanan.

Alangkah terkejutnya saya ketika pintu kamar saya diketuk. Begitu mendengar ketukan itu maka saya pun membuka pintu dan ternyata yang mengetuk adalah ibu saya. Kemudian ibu saya spontan mengatakan bahwa saya diminta untuk bertemu dengan istri dari tamu tadi. Ibu saya juga menambahkan bahwa istri tamu itu ingin mengajak saya akan sebuah usaha tertentu. Memang sebelumnya ibu saya sudah menceritakan kepadanya bahwa saya sedang membangun perusahaan. Mungkin itu sebabnya ibu itu ingin menawarkan sesuatu kepada saya. Ya sebagai relasi bisnislah.

Saya pikir ibu itu ingin menawarkan bisnis yang mana saya diminta untuk mengelolanya. Sebab dahulu memang pernah ada saudara saya ikut membantu usaha kedua pasangan tadi. Tapi semua dugaan saya itu sirna begitu mendengar sepatah dua patah kata yang keluar dari mulutnya. Ternyata ibu itu mengajak saya untuk ikut menjadi agen asuransi.

Ibu itu sudah lama bergabung di dunia asuransi dan telah menjadi manager. Perusahaan yang diajak adalah perusahaan asal negara maju yang sudah hampir 25 tahun eksis di Indonesia yang bergerak di bidang asuransi. Saya juga pernah mendengarnya sewaktu saya bekerja di Jakarta dahulu. Namun karena saya sibuk saya kurang fokus untuk lebih mengenalnya lebih jauh. Sementara suami ibu itu sendiri bukanlah orang yang ahli asuransi. Dia adalah karyawan dari sebuah perusahaan gas terbesar di kota tempat kami tinggal. Bidangnya juga berbeda. Yaitu lulusan sarjana akuntansi. Sungguh sebuah jurusan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meskipun saya tidak tertarik saya berusaha menjaga perasaaan seorang ibu sekaligus seorang tamu. Saya berusaha untuk tenang dan tetap fokus di dalam mendengarkan penjelasan yang dikemukakannya. Ini bertujuan agar ibu itu terus merasa nyaman di dalam menjelaskan. Saya berpikir, daripada menolak dan menghardiknya, lebih baik saya mendengar seluruh penjelasannya. Setidakny saya mendapatkan informasi gratis tentang dunia asuransi.

Akhirnya ibu itu menyudahi penjelasannya dengan kata-kata yang intinya mengajak saya agar bersedia mengikutinya. Saya merasa ada upaya paksaan tidak langsung disini. Namun perasaan itu saya buang demi menjaga perasaan orang lain. Saya tahu bagaimana rasanya ketika menjelaskan sebuah bisnis dan orang lain mengacuhkannya. Oleh karena itulah saya tidak mau membuat ibu itu tersinggung. Saya berusaha membantunya untuk menyediakan kertas dan pulpen demi kenyamanan di dalam menjelaskan. Ini saya rasa adalah sebuah sikap yang tidak saya lakukan sebelumnya.

Setelah kira-kira 15 menit ibu itu menjelaskan hanya ada sekitar 2-3 kalimat saja yang keluar dari mulut saya. Ini tidak lain karena ibu itu sangat lengkap dan rinci di dalam menjelaskan tentang perusahaan asuransi tersebut kepada saya. Sehingga sebagai calon agennya, saya mengalami kebingungan untuk mengajukan pertanyaan. Pemaparan yang lengkap membuat saya terpesona dan lupa untuk mengajukan pertanyaan.

Begitu ibu tadi selesai menjelaskan maka saya pun tidak serta merta mengambil keputusan untuk mengikutinya. Tapi saya berkata kepadanya untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Namun yang anehnya begitu saya berkata biarkan saya mempelajarinya dahulu, cepat-cepat dia memberi deadline kepada saya akan mengambil keputusan besoknya. Karena muncul kata-kata terakhir inilah yang membuat saya kukuh untuk menolaknya tapi tidak memberitahukan hal itu kepadanya.

Saya yakin diantara pembaca banyak yang mengetahui dan mengenal apa yang dinamakan asuransi itu sendiri. Ya. Asuransi itu identik dengan jaminan hari tua. Atau yang lebih dikenal dengan pensiun. Asuransi itu sangat membantu sekali didalam memberikan kepastian kelangsungan hidup kita tatkala kita tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan modal fisik yang kita miliki sebagai alat untuk mencari sumber penghasilan.

Sebenarnya banyak sekali jenis-jenis asuransi selain jaminan hari tua. Tapi karena begitu gencarnya agen yang memasarkan asuransi pensiun maka jenius asuransi inilah yang diingat dan dikenal orang. Begitu banyaknya jenis asuransi membuat banyak orang dipusingkan oleh tingkah laku agen yang kian menggusarkan pada calon pelanggan. Fungsi dan kegunaannya juga berbeda-beda antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya. Yang mana hal itu juga mempengaruhi berapa preminya.

Namun begitu saya rasa disini bukan tempat yang tepat untuk menjelaskan definisi asuransi. Selain tidak ada orang yang mau membacanya juga memerlukan keahlian tersendiri untuk menjelaskannya. Tapi ada sedikit informasi yang akan saya beritahu kepada Anda. Dan mungkin informasi ini bisa membuat Anda tidak berharap banyak kepada asuransi sebagai jaminan pensiun Anda.

Informasi itu adalah uang yang Anda bayarkan atau dikenal dengan premi itu tidak selamanya bisa dijaga oleh perusahaan asuransi. Ada kalanya uang itu hilang. Lho kenapa ? Anda pasti heran dan takut, bukan ? Tapi saya disini bukan untuk menakut-nakuti Anda. Saya hanya mengingatkan Anda saja agar tidak lengah dengan permainan perusahaan asuransi.

Memang benar kemampuan keuangan dan kredibilitas sebuah perusahaan asuransi diatur dan diawasi oleh pemerintah dengan peraturan yang sangat ketat. Pemerintah menetapkan standar kemampuan keuangan tertentu untuk menjaga agar perusahaan asuransi tidak semena-mena atau seenak perutnya mengelola uang Anda yang berlimpah tersebut. Terutama menjaga agar pada saat klaim yang Anda ajukan nanti, mereka tetap bisa menyediakan dana yang Anda butuhkan.

Akan tetapi yang namanya perusahaan tidak akan pernah bisa bagus selama manusia yang mengelola perusahaan itu tidak beretika, tidak amanah dan tidak bertanggung jawab baik secara moral maupun materil. Jadi manusia jugalah yang menentukan kelangsungan sebuah perusahaan. Apalagi perusahaan yang mengumpulkan uang masyarakat seperti perusahaan asuransi.

Nah disini Anda pasti bisa menebak apa yang akan terjadi jika uang Anda yang berlimpah ruah itu dikelola oleh perusahaan asuransi yang mana pengelolaannya berada di tangan orang-orang bodoh. Mereka sudah tentu akan menyelewengkan dana tersebut. Mereka sudah pasti akan menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi mereka. Mungkin hal ini jarang dilakukan oleh perusahaan asuransi yang terkenal. Namun bukan berarti mereka kehilangan akal di dalam mencari cara untuk menghilangkan rekam jejak kejahatannya. Ingat uang bisa menggelapkan mata seseorang.

Inilah yang terjadi pada kasus-kasus dimana klaim-klaim yang ada tidak dapat diselesaikan pada waktu yang diinginkan. Banyak juga kasus dimana seseorang mengajukan klaim, klaimnya dihambat dengan alasan administrasi dan sebagainya. Oleh karena itu sebelum Anda bersedia menjadi anggota atau ikut di dalam program perusahaan asuransi, sebaiknya Anda harus melakukan studi kelayakan yang tekun dan lengkap terhadap perusahaan asuransi yang akan Anda percayakan. Sebab Anda tidak akan pernah tahu apa yang ada di balik pikiran seseorang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s