Kerukunan Agama Sedang Diuji

Beberapa waktu lalumedia-media sedang heboh memberitakan tentang kasus terbunuhnya salah seorang jemaat  Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Bekasi, Jawa Barat. Dan petinggi kepolisian setempat juga telah melakukan konferensi pers untuk menjelaskan duduk persoalannya. Mereka telah menetapkan bahwa itu adalah kasus kriminal murni. Bukan konflik antar umat beragama.

Walaupun begitu banyak sekali kecaman yang datang dari berbagai pihak di dalam menanggapi berita ini. Ada dari media televisi, radio, majalah, internet dan sebagainya. Mereka mengecam dan mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan kasus ini.

Sebenarnya kasus-kasus seperti ini sudah lama muncul di permukaan. Cuma masyarakat belum seheboh seperti sekarang. Mungkin karena adanya berita di Amerika Serikat tentang pembakaran al-Qur’an. Sehingga membuat kasus-kasus serupa menjadi fokus perhatian orang banyak.

Akan tetapi bila dipikir-pikir disitulah sisi buruk dari kebebasan media. Setiap orang atau kelompok bakal tahu apa pun yang terjadi di belahan bumi manapun. Dari informasi yang berguna sampai dengan informasi yang tidak bermanfaat. Apalagi masalah SARA yang sangat ampuh memicu kerusuhan. Jika tidak ada penjelasan atau penanganan dari pihak berwajib mungkin bisa menimbulkan peperangan. Sungguh sebuah peristiwa yang harus kita redam jangan sampai terjadi.

Namun bukan berarti kebebasan media itu harus dihentikan kembali. Ini sama saja dengan membunuh hak asasi manusia. Yaitu hak untuk mendapatkan informasi. Tapi yang perlu ditingkatkan adalah sistem pengawasan terhadap dampak dari media-media yang memberitakan hal-hal yang menjadi pemicu kerusuhan. Disitulah perlunya peraturan yang jelas dan tegas dari pemerintah dan pihak yang berwajib. Pemerintah harus cepat tanggap dan mampu mengendalikan situasi saat bibit-bibit kerusuhan itu mulai berkembang.

Untuk saat sekarang, saya rasa pemerintah dan pihak berwajib sudah cukup tanggap terhadap hal-hal tersebut. Namun yang perlu ditingkatkan lagi adalah koordinasi antar aparat. Sebab ada beberapa kasus yang antar aparat belum ada koordinasi. Antara aparat yang satu dengan yang lain sering tidak sinkron. Sehingga masyarakat menjadi bingung harus mempercayai yang mana. Jadi koordinasi ini penting di dalam menangani kasus-kasus serupa di masa mendatang. Kalau perlu di setiap desa terhubung dengan media internet sehingga setiap kasus bisa lebih cepat diselesaikan tanpa perlu adanya campur tangan pemerintah pusat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s