Banjir Bukan Bencana

Dua hari ini kita semua disuguhi berita di beberapa media bahwa banjir melanda di berbagai daerah. Baik itu dalam negeri maupun di luar negeri. Semua hal itu membuat kita berhenti sejenak untuk merenung bahwa air yang biasanya kita gunakan untuk membersihkan diri dan untuk di konsumsi itu tidak selamanya menjadi teman. Ada saatnya zat yang menurut ilmuwan kimia disusun dari molekul hidrogen dan oksigen itu menjadi musuh kita.

Bila kita menelusuri sumber-sumber banjir ini maka kita akan mendapatkan bahwa ada keterkaitan yang sangat signifikan antara banjir dan pengelolaan hutan alam. Pengelolaan hutan yang buruk dipercaya memiliki hubungan yang erat dengan bencana seperti ini. Apalagi pembukaan hutan yang diperlukan untuk membangun perumahan bagi warga yang tidak mengutamakan penanaman kembali. Kegiatan ini sangat rentan mengundang air berubah dari teman menjadi musuh tadi.

Memang ada sebuah dilema antara mencari tempat untuk lahan perumahan dengan pemeliharaan hutan. Di satu sisi kita tidak mungkin hidup tanpa rumah. Yang salah satu bahan pembangunannya diambil dari kayu di hutan. Sementara di sisi lain hutan juga perlu dijaga kelestariannya. Namun bukan berarti tidak ada solusi.

Ada banyak solusi yang efektif untuk mengimbangi permintaan pembangunan rumah dan pengambilan kayu di hutan. Dan semua solusi itu sudah disarankan oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat dan aktivis lingkungan. Tapi memang ada biaya yang cukup tinggi jika mengikuti saran-saran mereka. Disinilah seringkali ada jurang yang sangat lebar antara waktu penerimaan saran dan pelaksanaan dari saran tersebut.

Pemerintah selaku pengambil kebijakan seringkali mengambil langkah yang tidak pro terhadap kelestarian hutan. Tapi langkah ini tidak bisa dikatakan salah 100%. Sebab sebagai pemerintah yang bertanggung jawab terhadap rakyat pasti mereka akan lebih mengutamakan kesejahteraan daripada sebaliknya. Tidak mungkin mereka mengabaikan kebutuhan-kebutuhan rakyat yang menjadi elemen-elemen pemicu kesejahteraan Itulah sebabnya alam selalu menjadi tumbal dari peningkatan hal-hal seperti itu.

Sebenarnya banjir bukanlah tok sebuah bencana jika kita mau lebih rendah hati memahaminya. Tapi banjir adalah sebuah pelajaran bahwa kita sudah mengambil keputusan yang salah. Sehingga kita semua apakah itu pemerintah, rakyat atau siapa pun, harus bertanggung jawab dan tidak lagi mengulangi di masa-masa mendatang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s