Prosesor Kekayaan

Seperti halnya komputer, kekayaan juga memiliki prosesor tersendiri. Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa ada sebuah alat yang bisa mengolah aset yang dimilikinya. Yang mana alat itu berada tidak jauh darinya. Dia sibuk mencari pekerjaan di luar rumah bahkan sampai harus keluar kota dan meninggalkan keluarganya hanya untuk mendapatkan kekayaan.

Keputusannya untuk pergi keluar kota hanyalah berdasarkan saran dari orang yang juga dalam keadaan yang sama. Sama disini adalah sama-sama tidak mengetahui tentang adanya alat tersebut. Pengetahuan tentang alat ini bukannya sebuah pengetahuan yang dirahasiakan. Tapi pengetahuan ini hanyalah didapat jika seseorang mau menggunakan akal pikiran dalam otaknya lebih maksimal saja. Terkadang sesuatu yang kita anggap berharga itu hanyalah sebuah stimulus atau perangsang dari seseorang atau kelompok bahwa sesuatu itu berharga.

Lebih jelasnya begini. Apakah Anda tahu ayam goreng ? Tentu Anda tahu. Kalau Anda tidak tahu ayam goreng berarti Anda benar-benar kurang pergaulan. Semua orang pasti tahu ayam goreng. Itu adalah sebuah makanan yang terdiri dari ayam yang digoreng dengan bumbu tertentu sehingga sangat nikmat untuk disantap. Saya yakin diantara Anda ada yang bisa membuatnya.

Namun mengapa ketika kita didengarkan dengan kata ayam goreng selalu kita men-asosiasi-kan atau diingatkan dengan McDonald, Kentucky Fried Chicken, California Fried Chicken ? Bukankah di lapangan ada Ayam Goreng Fatmawati, Ayam Goreng Wong Solo, Ayam Goreng Kalasan ? Disitulah yang saya sebut dengan stimulus.

Stimulus ini bukanlah apa-apa dan tidak akan terjadi jika tidak melibatkan aspek emosional seseorang. Sebab emosional sangat mempengaruhi memori atau ingatan sebuah otak manusia. Orang-orang ilmuwan telah mempelajari bahwa otak manusia sangat mengingat hal-hal yang berbau emosional. Jika sebuah produk ditawarkan kepada seseorang dengan menyentuh aspek emosi seperti marah, takut, kecewa, bangga, sedih, depresi, senang dan sifat-sifat emosi lainnya maka sudah pasti produk itu akan selalu diingat mereka. Produk itu akan menghunjam keras di dalam otak mereka kemana pun mereka pergi.

Pengetahuan-pengetahuan seperti ini melahirkan sebuah kategori ilmu baru yang dinamakan dengan ilmu pemasaran. Ya. Ilmu pemasaran mempelajari cara-cara mendapatkan pelanggan untuk produk atau jasa yang dibuat perusahaan.

Lalu apa hubungannya semua hal itu dengan kekayaan ? Jelas memiliki keterkaitan. Dalam artikel-artikel saya terdahulu, saya sudah mengatakan bahwa perusahaan yang mampu membuat produk atau jasanya diingat oleh pelanggan maka akan menciptakan kesetiaan yang sangat lama. Jika ini terjadi maka sudah pasti pundi-pundi keuangan perusahaan itu akan penuh. Karena produk atau jasa yang terjual akan membuat investor atau kreditur dari perusahaan itu yakin dan percaya bahwa investasi mereka tidak sia-sia. Mereka akan berpikir untuk menambah nilai investasi mereka. Hal ini jelas bisa mengantarkan pemilik dari perusahaan itu kepada pensiun dini.

Pensiun adalah hal yang didambakan setiap orang. Namun pensiun yang bagaimana yang diinginkan orang ? Pensiun yang meninggalkan asetlah yang didambakan orang. Karena pensiun seperti ini adalah kekayaan tiada batas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s