Menutup Penjualan

Beberapa hari yang lalu saya menerima tamu. Tamu itu ternyata adalah salah seorang calon pelanggan yang pernah menanyakan harga dari usaha yang saya iklankan di media beberapa waktu lalu. Bila dihitung sudah tiga kali dengan kali ini, dia melakukan kontak dengan saya.

Dahulu dia juga menanyakan harga. Tapi entah alasan apa waktu itu dia tidak melakukan transaksi nyata. Sekarang dia datang bersama teman kantornya. Sebenarnya waktu itu hari libur jadi saya tidak ingin menerima tamu bisnis. Namun untuk menghargai seorang tamu maka saya pun mempersilahkan mereka masuk ke kantor.

Setelah berbasa-basi maka mereka pun mulai membuka pembicaraan mengenai usaha yang saya iklankan tersebut. Lalu saya menjelaskan sama seperti dahulu. Saya tetap memegang prinsip bahwa harga tidak berubah dari dahulu yaitu dengan harga yang sama sebesar yang pernah saya beritahukan sebelumnya. Kemudian mereka meminta pengurangan harga. Saya mengatakan bahwa harga itu sudah lumayan bagus dengan pertimbangan beberapa hal terutama tingkat kesulitan dan manfaat yang akan mereka terima setelah menggunakan usaha saya.

Akhirnya mereka menerima harga yang saya ajukan dengan beberapa permintaan. Tapi saya tidak menerima secara tegas dari apa yang mereka minta. Saya hanya menerima tanpa syarat apa pun. Lalu mereka diam sejenak. Setelah suasana yang diam itu saya rasa sudah begitu lama maka saya pun mengajukan pertanyaan apakah mereka menerima harga yang saya ajukan tadi. Ternyata mereka menerima. Lalu saya pun menanyakan kapan saya bisa menyediakan usaha itu, mereka pun menjawab dengan secepatnya. Saya mengiyakan jawabannya mereka. Setelah itu mereka pun meminta pamit karena ada urusan yang harus mereka selesaikan. Saya pun mempersilahkannya. Dan mereka pulang.

Saya begitu senangnya karena mendapatkan transaksi yang begitu lama saya idamkan. Saya pun menceritakan kepada tim manajemen apa yang terjadi. Saya terkejut bahwa mereka (tim manajemen) tidak terlalu senang. Sebabnya adalah saya tidak menyodorkan kesepakatan secara tertulis sehingga menurut mereka saya tidak akan mendapatkan komitmen apa pun dari kesepakatan tadi. Saya tidak terlalu memikirkan pendapat mereka. Saya yakin calon pelanggan tadi akan kembali dan membuat komitmen.

Tiga hari berlalu. Calon pelanggan saya itu tidak melakukan hubungan lagi dengan saya. Jangankan datang, menelepon saya saja tidak. Pendapat tim manajemen membuat saya menjadi semakin bimbang apakah calon pelanggan saya itu benar-benar mau melakukan hubungan bisnis dengan saya. Atau mereka hanya mencari informasi saja.

Terlepas dari benar atau tidaknya calon pelanggan saya tadi mau melakukan hubungan bisnis dan transaksi dengan saya nantinya, disini kita bisa mengambil sebuah pelajaran. Bahwa kegiatan menutup penjualan adalah pengetahuan tambahan yang harus dikuasai oleh orang yang ingin menjadi pengusaha. Jika seorang pengusaha tidak menguasai bagaimana cara menutup penjualan atau yang lebih dikenal dengan closing itu maka dipastikan semua pemasaran dan penjualan yang telah dilakukan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Sebagian besar orang yang bergerak di bidang penjualan merasa bahwa mereka akan berhasil mendapatkan pelanggan atau pembeli hanya dengan menguasai cara menjual saja. Padahal jika mereka tidak menguasai pengetahuan bagaimana cara menutup penjualan maka mereka tidak akan pernah berhasil mendapatkan uang.

Itulah sebabnya kita lihat orang-orang yang bergelut di bidang multilevel marketing (MLM) selalu membawa booklet atau paket brosur penjualan yang didalamnya terdapat beberapa formulir persetujuan untuk membeli. Jadi setelah mereka mendapatkan kesepakatan dari calon pembeli maka mereka pun menyodorkan formulir itu. Dan dengan ditandatanganinya formulir itu mereka tidak akan susah-susah menanyakan komitmen dari calon pembeli untuk melanjutkan dengan transaksi.

Namun bukan berarti setelah formulir itu ditandatangani maka transaksi pun terjadi. Masih ada lagi beberapa hal yang harus diketahui sehingga transaksi itu benar-benar terjadi. Akan tetapi kegiatan menutup penjualan tetap harus diketahui untuk melancarkan setiap transaksi.

Ilmu pengetahuan tentang menutup penjualan ini bukanlah ilmu yang sulit jika kita memiliki minat yang kuat untuk menjadi seorang pengusaha. Ada banyak pelatihan dan buku yang membahas tentang hal ini. Kita bisa mencarinya. Apalagi pengusaha yang berhasil sudah banyak menulis tentang bagaimana dia berhasil menjadi sukses seperti sekarang ini. Tentu di di beberapa tulisan dalam buku itu dia menjelaskan bagaimana menutup penjualan yang efektif.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s