Do’a Senjata Pemusnah Masalah

Masalah. Sekali lagi masalah. Masalah memang sering membuat kita termenung di kala sore. Takut akan esok hari dimana masalah itu akan kita hadapi. Apalagi masalah uang. Masalah uang hampir mendominasi setiap kehidupan kita sehari-hari. Ini cocok seperti kata orang bijak, “70% kekhawatiran orang adalah masalah uang”. Entah kenapa perkataan ini sering menemui kebenaran.

Kita boleh sedih, cemas, khawatir, dan bahkan stres terhadap masalah yang kita hadapi. Tapi yang perlu kita ketahui adalah segala bentuk pikiran negatif itu hanyalah dalam pikiran saja. Bisa jadi yang kita khawatirkan itu tidak akan terjadi. Dan kalau pun masalah itu terjadi masalah itu tidak sama persis seperti yang kita pikirkan.

Ini bukan khayalan tapi sudah saya alami sendiri. Dahulu sewaktu saya masih bekerja, saya pernah merasa khawatir tentang sebuah masalah. Masalahnya adalah bagaimana menghadapi seorang debt collector atau penagih hutang.

Suatu ketika perusahaan kami mendapatkan informasi bahwa akan datang seorang debt collector ke perusahaan kami untuk menagih hutang dar perusahaan pembiayaan. Informasi ini diterima melalui faksimil satu hari sebelum petugas mereka datang. Setelah melaporkan informasi tersebut maka bos saya menugaskan saya untuk mengatasi masalah ini. Alasannya sederhana karena saya masih muda. Lalu saya berpikir bahwa esok hari jika perusahaan saya tidak membayar hutangnya maka mobil dan kendaraan perusahaan kami akan ditarik.

Semalaman saya tidak bisa tidur sebab saya tidak pernah berpengalaman menghadapi seorang debt collector. Apalagi katanya debt collector itu kebanyakan berasal dari Ambon yang terkenal dengan katanya garang dan sering “makan” orang. Sementara saya juga harus mengikuti arahan bos saya agar menunda pembayaran demi menjaga arus kas keuangan perusahaan tetap positif. Namun  karena saya sangat benci dianggap pengecut, yang lebih saya takuti dari rasa takut itu sendiri maka saya memberanikan diri. Saya berdo’a kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala untuk meminta kekuatan kepada diri saya agar bisa menghadapi masalah ini esok hari.

Esok harinya sang penagih hutang itu datang tepat jam 9 pagi. Orangnya tinggi besar. Tingginya kira-kira 180 cm. Kulitnya hitam. Rambutnya hitam kelat. Tangannya penuh bulu dimana-mana. Rasa takut saya menjadi semakin menjadi-jadi ketika pertama sekali melihatnya dari jauh. Maklum tempat parkir kendaraan tamu sama dengan tempat parkir kendaraan milik karyawan perusahaan. Sehingga saya bisa melihatnya dari kejauhan sebelum tiba di tempat.

Sesampai saya di tempat parkir, saya menyapanya dan dia pun membalasnya. Kami berkenalan satu sama lain. Saya langsung melihat matanya. Tatapan matanya merah tajam. Seakan-akan seperti banteng yang baru keluar dari sarang. Saya mempersilahkannya masuk. Dan dia pun masuk.

Setelah berbasa-basi dan mempersilahkan dia minum, saya pun menanyakan apa dan bagaimana yang bisa saya lakukan agar tindak lanjut dari faksimil kemarin dapat diperoleh. Kemudian dia menjelaskan dengan rinci bahwa perusahaan kami sudah 3 bulan menunggak angsuran pembiayaan. Yang anehnya begitu suara dari orang ini keluar, langsung saja rasa takut dalam diri saya menjadi hilang ditelan bumi. Seakan-akan dia hanyalah seperti lukisan baru yang akan saya beli. Kata-katanya tidak sedikitpun membuat saya takut. Malahan saya menganggap dia seperti adik saya yang ingin meminta pertolongan. Saya jadi heran mengapa perasaaan saya begitu tenang dan berani menghadapi orang seperti ini.

Dan perasaan ini memang benar. Dia memang meminta bantuan kepada saya agar mengatur dan mengakomodasi permintaan dari perusahaannya untuk menagih hutang tersebut. Sebab dia tahu bahwa saya bukanlah pemilik perusahaan. Saya sama seperti dirinya yang hanya menjalankan tugas.

Saya bertanya-tanya dalam hati. Apakah ini efek dari do’a ? Apakah ini yang dinamakan do’a adalah senjata orang mukmin ? Tapi begitulah yang terjadi. Kekuatan timbul setelah do’a yang kita panjatkan.

Oleh karena itu saya menyarankan kepada Anda yang sedang dirundung masalah, jangan khawatir atau cemas dengan masalah. Hadapi masalah secara langsung. Apa pun masalah yang Anda hadapi. Sebab jika masalah dihadapi secara langsung maka akan timbul saat dimana masalah itu bisa diselesaikan dengan keberanian Anda.

Namun jika memang Anda begitu takut dengan masalah maka berdo’alah kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala di waktu malam. Karena Dialah Pengenggam Langit dan Bumi ini. Semua berada dalam genggaman-Nya. Insya Allah dengan kekuatan-Nya Anda akan berani menghadapi masalah. Seperti keadaan saya ketika menghadapi seorang debt collector diatas.


One thought on “Do’a Senjata Pemusnah Masalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s