Buka Usaha Itu Mudah

Hari ini ada kejadian menarik. Kebetulan dalam perjalanan menuju bank saya berjumpa dengan teman lama. Dia dulu bersama-sama saya mengerjakan proyek telekomunikasi. Sudah hampir setahun kami tidak berjumpa satu sama lain. Saya sudah lama ingin mengetahui keadaannya. Alhamdulillah hari ini kami bisa bertemu.

Begitu bertemu langsung saja kami saling bertegur sapa satu sama lain. Maklum kami dulu berteman akrab. Saya menanyakan kabar dan dia juga menanyakan hal yang sama.

Dalam basa basi itu, dia menceritakan bahwa sekarang dia sudah membuka usaha jual beli pakaian dengan menyewa sebuah kios di pasar. Pasar itu terletak tidak jauh dari pusat kota tempat kami berdua tinggal. Lalu dia juga menceritakan bahwa dia sedang mencari kios yang bisa disewa untuk cabang usahanya yang kedua. Cabangnya yang pertama sudah berjalan dan ada orang yang mengelolanya.

Jadi dia hanya akan datang tatkala ada masalah. Saya terpesona mendengar ceritanya. Sebab sebelumnya dia tidak ada rencana untuk menjadi seorang pengusaha. Saya tahu betul bagaimana mental dan karakternya yang tidak mau berada di lapangan.

Namun ternyata keadaan dan kondisi ekonomi bisa merubah mental seseorang. Teman saya itu terjun bebas dengan berubah menjadi seorang pengusaha pakaian kaki lima dari seorang profesional di bidang telekomunikasi.

“Waktu itu sekitar 3 bulan yang lalu” cerita dia. Dia mencari usaha yang bisa menopang kebutuhan hidupnya. Maklum di kota kami ini pabrik tidak banyak. Sehingga lowongan pekerjaan pun menjadi sangat sedikit. Paling-paling cuma menjadi pegawai negeri sipil. Itu pun harus memenuhi persyaratan yang sangat sulit untuk diraih oleh orang-orang sepertinya.

Setelah mencari, bertanya, mendengar dan menghitung maka dia memilih usaha jual beli pakaian sebagai usaha yang bisa menopang kebutuhan hidupnya. Alasanya sederhana sekali. Yaitu pakaian selalu dibutuhkan semua orang. Dan modalnya juga kecil. Paling-paling resikonya hanya tidak sesuai zaman.

Dengan bermodalkan Rp 30 juta yang dikumpulkan dari tabungan dan penjualan barang-barang di rumahnya, dia memberanikan diri untuk membuka usaha tersebut. Meskipun hinaan dan kritikan negatif dari lingkungan datang melanda dirinya, dia tetap melangkah dengan penuh semangat dan optimis.

Dia juga mengatakan bahwa membuka usaha itu memang penuh dengan cobaan dan rintangan pada awalnya. Terutama pada saat awal-awal berusaha. Tapi jika sudah terjun dan tahu polanya maka semua jalan terbuka lebar. Semua masalah akan mudah dihadapi.

Bahkan orang-orang di sekitarnya yang dulunya mengejek dan mengangggap remeh usahanya, sekarang berbalik arah memuji dan mencontoh dirinya. Karena apa ?

Karena sekarang dia sudah memiliki omset dari usahanya sekitar Rp 5 juta per hari. Atau Rp 150 juta per bulan. Wow…menakjubkan, bukan ? Pekerjaan apa yang bisa memperoleh penghasilan dalam 3 bulan sebesar itu ?

Saya ingin bertanya, ketika sudah memiliki penghasilan sebesar itu, kira-kira siapa yang tidak mau berteman dengannya ?

Memang terjun ke daerah yang dianggap sebagian besar orang itu beresiko bukan sembarangan. Memerlukan ketetapan dan keyakinan hati yang begitu kuat. Dan sebenarnya menurut saya, bukan modal atau uang menjadi kendala membuka usaha. Tapi keyakinan hati itulah yang menjadi hambatan terbesar. Terutama mental. Buktinya banyak juga orang yang sudah memiliki modal cukup tapi tidak juga membuka usaha karena faktor ini.

Membuka usaha itu tidak sulit selama seseorang itu memiliki mental yang tahan banting atau berani menerima kegagalan. Ini saja sih kuncinya. Dan satu lagi adalah yang namanya mental sebagai pengusaha itu adalah mau menjadi orang yang tidak pernah menyerah meskipun hinaan atau ejekan datang bertubi-tubi. Dan juga mau mengambil sebuah keputusan yang memerlukan jumlah. Bukan memerlukan kualitas. Atau bermutu. Sehingga harus dikaji dan diteliti sedemikian rupa. Tidak.

Tapi sebagai seorang pengusaha harus jeli melihat dua hal saja. Yaitu peluang dan pasar. Peluang dan pasar. Hanya dua kata ini saja yang harus selalu dipikirkan oleh seorang pengusaha. Kemudian setelah itu bertindak sesuai apa yang menjadi naluri yang datang dari dalam dirinya. Jika ini dilakukan maka bukan tidak mungkin akan menemui kesuksesan.

Oleh karena itu mari tuntaskan pengangguran di negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam terbesar di dunia ini dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Cukup sudah memiliki penghasilan yang tetap dari waktu ke waktu. Cukup sudah terkungkung di dalam waktu yang tidak bisa diatur dan melarang kebebasan dan kreatifitas seseorang. Mari masuk ke dalam dunia penuh kebebasan waktu dan finansial. Jadilah pengusaha sekarang juga….!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s