Investasi Sama Dengan Pengusaha

Iklim investasi di Indonesia sudah semakin baik. Ini dibuktikan dengan realisasi investasi seperti yang ditulis dalam Harian Kontan Edisi 01 November 2010. Harian yang membahas bisnis dan keuangan itu mengutip data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat bahwa hingga September 2010 realisasi investasi di Indonesia sudah mencapai Rp 149,6 Trilyun.

Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sudah layak menjadi tujuan para investor. Sehingga sesuai dengan apa yang dikatakan ekonom bahwa Indonesia bisa disejajarkan dengan China, Rusia, Brazil dan India. Cuma yang perlu diperhatikan adalah apakah realisasi itu berbanding lurus dengan peningkatan lapangan pekerjaan. Sebab ada beberapa waktu peningkatan investasi tidak diikuti dengan menurunnya tingkat pengangguran. Entah karena spekulasi atau pelarian modal atau karena tempat yang biasa mereka gunakan untuk membiakkan uang sudah tidak mengandung profit atau keuntungan lagi.

Terlepas dari itu semua, biasanya sebagai seorang karyawan, berita diatas hanyalah sebagai penambah informasi saja. Bukan sebagai batu loncatan untuk merubah kuadran dari karyawan menjadi pengusaha. Karena mereka tidak terbiasa memanfaatkan peluang bagaimana menciptakan uang tatkala mengetahui berita seperti ini. Dan berita ini juga hanya sebagai penghilang rasa khawatir terhadap kenaikan harga-harga atau yang lebih dikenal dengan inflasi. Sebab menurut sebagian mereka jika investasi tidak tercipta maka pengangguran akan semakin meningkat. Yang mana hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa.

Padahal banyak sekali pelajaran-pelajaran penting dari berita-berita seperti itu yang luput dari perhatian mereka. Mulai dari pemerintah yang akan memiliki tabungan yang banyak yang aman akan semakin mudah menggelontorkan dana untuk kesejahteraan rakyat, penyedia jasa keuangan yang akan kelebihan dana sehingga akan membuat biaya modal menjadi murah sampai kemudahan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, perkantoran, gedung yang mana semua hal ini membuat ramainya pengusaha-pengusaha lama membuka unit-unit usaha baru.

Jika pengusaha-pengusaha yang sudah kelamaan kaya itu membuka unit-unit usaha baru bukan tidak mungkin mereka pasti membutuhkan mitra lokal yang sanggup mengimbangi diversifikasi atau perluasan usaha induk milik mereka. Dengan begitu sangat dibutuhkan adanya pengusaha-pengusaha baru yang belum pernah terikat perjanjian dengan pengusaha lainnya. Sehingga berdasarkan pertimbangan tersebut, saat sekarang adalah saat yang tepat mengambil keputusan untuk berpindah kuadran dari karyawan menjadi pengusaha.

Mungkin modal adalah alasan utama bagi sebagian besar orang untuk menunda mengambil keputusan yang beresiko tersebut. Akan tetapi jika mereka tahu bagaimana memanfaatkan modal yang murah karena realisasi investasi diatas mudah-mudahan kendala modal akan dapat diatasi.

Alasannya begini. Katakanlah mereka sudah memiliki rencana pendirian usaha baru. Lalu mereka menghitung bahwa ternyata selisih antara pendapatan dan biaya dari usaha baru yang akan mereka buka itu lebih besar dari biaya jasa penyedia modal. Apakah mereka mau mengurungkan niat untuk membukanya ? Mungkin Tidak adalah jawabannya. Karena mereka masih ragu apakah usaha mereka itu benar-benar akan berjalan sesuai dengan apa yang mereka rencanakan.

Pemikiran seperti ini sah-sah saja. Sebab tidak mudah bangkit dari kebangkrutan. Tapi yang tidak mereka ketahui adalah pengalaman bangkrut sewaktu menjadi pengusaha itu berbeda dengan ketika mereka mengalami pemutusan hubungan kerja.

Sewaktu mereka bangkrut dari sebuah usaha yang mereka bangun dengan tangan mereka sendiri itu sudah pasti menyisakan sebuah pola pikir pada otak mereka. Yang mana hal itu akan membuat mereka mudah sekali bangkit. Ini berbeda dengan apa yang akan mereka temukan tatkala perusahaan yang sekarang mereka gantungkan memberhentikan mereka. Yang harus memulai lagi dari nol. Sementara umur tidak sesuai lagi untuk mengakomodasi penggunaan keahlian yang sama sewaktu umur lebih muda.

Jadi keputusan berpindah kuadran adalah keputusan yang sangat tepat pada saat–saat sekarang. Selain banyaknya bantuan pemerintah ada juga insentif pajak bagi siapa yang ingin menjadi pengusaha. Dinas Pajak akan mau menunda pembayaran pajak penghasilan bagi siapa yang ingin membuka usaha baru. Karena mereka juga tidak ingin sumber pendapatan mereka tidak mengalami peningkatan.

Oleh karena itu kita semua berharap bahwa dengan terealisasinya investasi seperti data BKPM diatas bisa beriringan dengan peningkatan jumlah pengusaha. Bukan sebagai peningkatan citra seorang pemimpin saja. Yang mana dengan meningkatnya jumlah pengusaha bisa mengurangi pengangguran yang semakin membuat pusing para aparat berwenang itu akibat dampak negatifnya. Insya Allah…{}


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s