Listrik Adalah Sahabat Uang

Kita sering menggunakan listrik untuk membantu kegiatan kita sehari-hari. Apakah itu untuk menghidupkan mesin cuci untuk mencuci pakaian, untuk menyalakan seterika untuk merapikan pakaian, untuk menyalakan lampu dalam rangka penerangan, kulkas, radio, televisi dan kegiatan-kegiatan lainnya. Kira-kira bisa dikatakan bahwa tidak ada orang di zaman sekarang yang tidak mengenal listrik. Hampir semua daerah telah terhubung dengan listrik. Dari desa sampai dengan propinsi.

Disini bukanlah membahas listrik dari sudut pandang seorang ilmuwan fisika. Tapi disini mencoba menjelaskan listrik dari sudut pandang seorang pelajar sekolah ekonomi yang ingin mengawinkannya dengan ekonomi.

Namun ada sebuah hal penting yang perlu diperhatikan sebelum melangkah lebih jauh. Sebab jika hal penting ini tidak dipertimbangkan akan mengakibatkan kesalahan pemahaman yang berujung kepada doktrin yang tidak sesuai dengan rumusan dan ketentuan yang berlaku. Hal itu adalah tidak ada jaminan bahwa pembahasan tema ini akan menjadi pertimbangan di dalam melakukan kegiatan ekonomi. Akan tetapi bukan berarti terkadang di saat-saat tertentu kebijakan baru mampu dihasilkan dari kreatifitas menelaah sebuah permasalahan.

Sebagaimana yang diketahui bersama listrik telah menjadi tema yang sangat menentukan oleh sebuah negara yang diwakili pemerintah untuk mempengaruhi nilai uang dan efisiensi keuangan pemerintah. Karena telah dialami oleh beberapa negara bahwa apabila tarif listrik ini dinaikkan sembarangan maka akan terjadi sebuah keadaan dimana kenaikan harga-harga barang dan jasa. Yang mana jika hal itu berlanjut maka akan serta merta mempengaruhi nilai uang yang dimiliki.

Ketika tarif listrik dinaikkan maka perusahaan produsen atau pabrik terpaksa harus menyesuaikan biaya produksinya. Akibatnya harga dari barang yang dihasilkannya akan mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi sering berujung pada kenaikan karena harus menambah keuntungan untuk bisa mengakomodasi perkembangan pertumbuhan perusahaan.

Listrik memang bukanlah unsur penting di dalam sebuah kebijakan yang berdampak pada kenaikan harga-harga. Tapi listrik sejak ditemukan oleh penemunya telah banyak mempengaruhi kondisi ekonomi sebuah negara. Setiap perusahaan swasta akan memanfaatkan listrik untuk menemukan sebuah produk yang dianggap menjadi penambah pendapatan tahunannya. Keyakinan ini membuat listrik menjadi sorotan para pengambil kebijakan di dalam rangka menaikkan pendapatan negara.

Pemerintah yang bijak selalu mengedepankan kepentingan rakyat yang lebih umum dibandingkan dengan kepentingan pemerintah itu sendiri. Tapi terkadang di dalam kenyataan yang terjadi justru kebijakan pemerintah tidak memihak kepada rakyat. Hal ini terjadi bukan karena arogansi pemerintah. Tapi memang disebabkan kebutuhan akan efisiensi belanja pemerintah yang semakin menggila akibat dari kenaikan konsumsi rakyat.

Setiap pemerintah baru yang lahir dari pemilihan yang terjadi pasti selalu ingin menjawab dan berusaha mengakomodasi janji sewaktu kampanye untuk rakyat yang memilihnya. Karena hanya dengan janjilah para rakyat itu mau memilihnya. Jika tidak ya sederhana. Mereka akan melirik ke pemerintah sebelumnya saja. Disinilah letak permasalahan yang akan timbul pada kebijakan yang harus ditempuh pemerintah baru tersebut untuk menjaga agar negara tidak bangkrut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s