PDB Tidak Mutlak Benar

Pada dekade sebelumnya, biasanya setiap kita membaca buku-buku yang membahas tentang motivasi atau sejenisnya, kita akan dibandingkan dengan etos kerja sebuah negara yang telah menjadi negara yang memiliki pendapatan produk kotor atau PDB nomor dua dunia. Namun setelah mendengar sebuah berita terbaru tentang laporan penelitian para ilmuwan yang memperkirakan bahwa negara yang telah menjadi nomor dua itu akan menjadi nomor 10 dunia pada 20 tahun mendatang, mungkin buku-buku itu harus merevisi isinya. Tapi bagaimana mungkin dilakukan revisi jika telah terjual lebih dari satu juta kopi di seluruh dunia. Apa mungkin semua uang yang dikeluarkan untuk membeli buku itu dikembalikan kepada pemilik awal. Tidak mungkin, bukan?

Akan tetapi itulah yang dilakukan oleh sebagian besar orang. Mereka tidak berpikir terlalu banyak ketika berada di toko buku yang nyaman dan beralunkan musik dari negara barat yang bisa menenangkan hormon di dalam tubuh. Mereka tidak terlalu peduli apa yang terjadi pada masa mendatang. Yang penting hari ini bersenang-senang dan membelanjakan uang hasil dari kerja keras selama sebulan. Kalau ada buku yang enak dan asyik untuk dibaca ketika berada di dalam terminal, kenapa tidak untuk membelinya?

Produk Domestik Bruto atau yang disingkat dengan PDB itu adalah sebuah indikator penilaian dari semua harga barang dan jasa yang beredar di sebuah negara. Para ilmuwan sering menggunakan PDB ini untuk memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Jika PDB ini meningkat maka mereka menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negara itu meningkat. Begitu juga sebaliknya. Jarang sekali ada yang mempermasalahkan laporan penelitian mereka itu. Padahal tidak semua pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh PDB. Ada hibah atau sumbangan dari negara, orang atau perusahaan yang tidak jelas waktu datangnya yang bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Ini tidak pernah dikaji oleh para ilmuwan yang berdasi itu.

Jika kita mau meneliti sendiri apakah benar PDB ini tidaklah bisa selalu dijadikan acuan di dalam menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah negara, cobalah Anda untuk datang ke desa-desa terpencil dari sebuah negara yang katanya memiliki PDB tertinggi dunia. Lalu Anda niatkan untuk berdiam diri selama dua tahun disana. Nanti Anda akan mendengar dan melihat sendiri bahwa penduduk di sekitar itu hanya mengandalkan dari beberapa barang dan jasa saja yang tidak memiliki nilai ekonomi sama sekali. Karena sulit dan jauhnya perjalanan menuju desa itu, mereka tidak pernah melaporkan kegiatan perdagangannya kepada pemerintah. Namun begitu mereka semua mampu menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Mau tahu apa yang mereka lakukan ? Mereka menjual tanah warisan mereka yang ditumbuhi tanaman penghasil minyak. Dengan uang hasil jual tanaman beserta tanah inilah mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka.

Banyak sekali informasi yang berkeliaran di sekitar kita yang bisa mempengaruhi keputusan investasi. Sementara tidak semua informasi itu benar adanya. Alasannya begini.

Informasi itu sudah tentu hanya akan tercipta jika ada orang atau petugas yang mengumpulkannya. Itu pun karena ada dorongan yang kuat untuk orang atau petugas itu mengumpulkannya. Apakah itu karena uang, rasa sosial, penghargaan, atau motivasi lainnya. Tidak mungkin begitu saja seseorang melakukan kegiatan tanpa ada motivasi tertentu.

Ada teman yang mengatakan bahwa dia suka membantu korban bencana alam karena di dorong atas rasa kemanusiaan bukan ada maksud apapun. Sebenarnya rasa kemanusiaan ini sebuah motivasi juga. Walaupun dia mengatakan bahwa itu bukan motivasi. Sebenarnya itu motivasi juga. Hanya mungkin dia tidak tidak paham bahwa rasa kemanusiaan itu adalah motivasi juga. Sebab nantinya akan ada saja orang yang memberikan uang kepadanya untuk melakukan hal itu. Dan memang di zaman sekarang ini tidak mungkin setiap kegiatan akan terselenggara jika tidak ada uang.

Hal ini juga tidaklah berbeda bagi petugas yang mengumpulkan informasi tadi. Dia akan bersemangat untuk mengumpulkan informasi demi terpenuhinya motivasi tadi. Jadi ketika motivasinya itu tidak terpenuhi maka informasi yang dikumpulkannya akan menjadi kurang sempurna. Bukankah kita semua tahu bahwa tidak setiap kegiatan yang kita lakukan itu kita mampu memiliki kesadaran yang tinggi di dalam melakukannya.

Oleh karena itu jangan mudah terpengaruh dengan setiap penelitian ilmuwan. Karena bisa saja itu hanyalah perkiraan yang menarik perhatian saja. Bukan mutlak benar adanya. Namun bukan berarti laporan itu ditolak 100%. Ini juga bukanlah sebuah sikap yang benar di dalam memahami maksud penjelasan diatas. Maksudnya adalah jangan pernah menganggap laporan para ilmuwan itu sebagai acuan utama di dalam memutuskan sebuah investasi. Ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan di dalam mengambil keputusan tersebut. Seperti wawancara langsung misalnya. Sehingga investasi Anda tidak berujung pada keadaan yang membuat pusing tujuh keliling dan tidak bisa tidur.{}


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s