Pusat Perhatian Adalah Sumber Uang

Akhir-akhir ini kita disibukkan dengan berita-berita ekonomi tentang perang mata uang. Bagi orang yang tidak mengerti apa itu perang mata uang mungkin mereka biasa-biasa saja. Mereka tidak bereaksi terlalu berlebihan dengan hal-hal seperti itu. Akan tetapi lain dengan orang yang memiliki perusahaan beromset milyaran yang mengandalkan pendapatan dari ekspor. Kalangan pengusaha ini akan selalu terganggu atau pusing tatkala membaca dan meneliti keadaan pasar dimana mata uang yang mereka gunakan mengalami penurunan atau kenaikan nilai yang akan langsung berdampak kepada harga produk mereka.

Memiliki produk yang ditujukan untuk ekspor memang harus memiliki daya saing yang tinggi. Sebab jika tidak maka akan mudah sekali terpengaruh manakala terjadi ketidakstabilan pasar di sebuah negara tujuan ekspor. Adalah hal biasa ketika terjadi kebobrokan kondisi ekonomi sebuah negara tujuan ekspor, pemerintah negara itu menurunkan nilai mata uangnya demi meningkatkan daya saing produknya. Namun untuk negara yang menjadi tujuan impor hal ini akan menjadi momok. Diperlukan sebuah tanggap yang cepat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Entah kenapa salah satu negara yang menjadi tujuan ekspor selalu menjadi negara yang rentan dengan kebobrokan kondisi ekonomi. Muncul dugaan bahwa rakyat atau pemerintah di negara itu memilki sikap arogan karena menjadi pusat perhatian dunia. Apakah itu karena jumlah penduduk yang besar, teknologi mutakhir, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dari tahun dan ke tahun atau etos kerja rakyatnya yang semakin menggila. Tapi bila dilihat dari kacamata pergaulan anak remaja ingusan, pusat perhatian itu memang menciptakan sebuah nilai. Karena orang-orang merasa dengan mendekati, mengenal atau ikut dalam lingkaran pusat perhatian ada timbul rasa bangga yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Orang atau sesuatu yang telah menjadi pusat perhatian adalah sebuah modal yang tidak memerlukan tenaga untuk mendapatkannya. Karena dia mampu menjadi makelar antara pemilik kekayaan dengan pencari kekayaan. Orang-orang akan mudah memamerkan apa yang dimilikinya kepada orang atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian. Inilah mungkin yang membuat media massa itu alat yang sangat efektif untuk meningkatkan kekayaan. Sebab media masa mampu menyeleksi sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.

Buktinya terlihat pada seorang ilmuwan yang bisa terkenal begitu saja hanya karena dia dianugerahi hadiah Nobel. Padahal kita tahu bersama bahwa tidak hanya dia saja yang memiliki penelitian tentang sesuatu yang menjadi pokok persoalan Panitia Seleksi Nobel untuk memberinya hadiah tersebut.

Oleh karena itu bila Anda atau perusahaan Anda tidak memilki data penjualan yang enak dilihat dari tahun ke tahun maka sebaiknya Anda membuat sebuah pusat perhatian tersendiri. Dengan adanya pusat perhatian Anda akan menikmati ledakan penjualan yang tidak Anda prediksi sebelumnya. Mudah-mudahanā€¦.{}


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s