Berbicara

Kata orang berbicara itu mudah. Tinggal mengeluarkan kata-kata, arahkan kepada orang lain, selesai. Memang mudah jika yang mengatakannya, hanya berdiam diri di kamar dan tidak pernah bergaul dan berbicara kepada siapa pun. Apalagi dia hanya mengatakannya saja tanpa pernah mencoba untuk berbicara face to face alias berhadap-hadapan dengan orang lain.

Akan tetapi pada kenyataannya, berbicara kepada orang lain itu tidak mudah. Bahkan pada situasi tertentu berbicara itu seringkali terasa sulit. Saking sulitnya bisa bisa sang pembicara dikatakan dengan orang gila.

Sebagaimana yarumiang telah kita ketahui, manusia itu adalah makhluk sosial dimana dia mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada manusia yang tahan untuk hidup sendiri. Karena tidak mungkin manusia itu bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Untuk menjaga agar interaksi itu selalu berjalan dengan baik maka dia harus pintar berbicara. Pintar disini bukan mampu berbicara saja. Tapi pintar disini adalah mampu dan mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Berbicara itu memerlukan teknik dan tata cara yang harus diketahui dengan baik. Sebab jika berbicara bukan pada tempatnya dan bukan kepada orang lain yang mau mendengar, maka berbicara tidak akan membawa manfaat bagi si pembicara. Yang ada hanyalah menambah sakit hati.

Apa pun latar belakang si pembicara, jika dia tidak tahu cara berbicara yang efektif atau mengena pada sasaran maka dia hanya mengeluarkan suara tanpa ada satu orang pun yang akan mendengarkannya. Ini sama seperti berbicara kepada sebuah tembok atau batu, yang hanya diam tak ada komentar. Jika tidak ada orang yang mendengarkan, jadi buat apa dia berbicara.

Inilah yang mungkin sering disebut orang dengan orang pendiam. Sebagian orang menganggap bahwa jika seseorang yang lebih banyak diam daripada berbicara maka orang-orang menyebutnya dengan orang pendiam. Orang pendiam itu memang seringkali terlihat tidak mau mengeluarkan suara tatkala dia diminta untuk berbicara.

Namun sebenarnya orang pendiam itu bukan seperti yang orang-orang pikirkan. Apalagi menganggap dia orang bisu. Jarang sekali orang pendiam itu yang bisu. Dan sebenarnya juga tidak ada orang yang pendiam. Yang ada hanyalah orang yang tidak mau berbicara sembarangan. Orang pendiam adalah orang yang berbicara hanya kepada orang yang mau mendengarkannya atau yang dianggap mau mendengarkannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s