Harga Minyak Dunia

Menyikapi harga minyak bumi di pasar dunia yang semakin meningkat, semua pemerintah di dunia kelihatannya sibuk menyiapkan langkah-langkah nyata untuk mengantisipasi agar kenaikan itu tidak mengganggu kondisi politik dan ekonomi di dalam negeri.

Saya memang bukan ahli ekonomi. Saya tidak tahu apa-apa dengan istilah ekonomi. Tapi yang saya tahu dari pengalaman, jika harga minyak bumi mengalami kenaikan sudah pasti akan menaikkan harga-harga atau yang disebut oleh orang ahli ekonomi dengan istilah inflasi. Jadi saya sebagai masyarakat, merasa perlu untuk angkat bicara tentang hal ini.

Seperti yang kita tahu bersama bahwa inflasi adalah musuh masyarakat. Akibat inflasi, sebuah negara bisa tidak tenang. Inflasi memicu kenaikan harga-harga barang dan jasa. Jika hal itu terjadi sementara daya beli masyarakat tidak juga tinggi, bukan tidak mungkin pula akan memicu kerusuhan.

Sederhananya yang saya tahu begini. Biasanya atau dalam situasi normal, uang 1 juta yang kita terima dari gaji, dalam sebulan kita bisa bayar makan dan minum, bensin kendaraan, tagihan listrik, tagihan air, biaya pendidikan anak dan beberapa hiburan lainnya. Nah jika harga naik, bukan tidak mungkin uang tadi hanya bisa untuk makan dan minum saja.

Coba dibayangkan kalau uang yang kita terima hanya bisa digunakan untuk makan dan minum saja, kita mau jadi apa ? Apa kita bisa tahan hanya makan dan minum saja ? Apa mungkin kita bisa diam saja dan tidak melakukan apa-apa ? Disinilah saya kira keadaan itu bisa menjadi pemicu sebuah kerusuhan.

Minyak bumi adalah kebutuhan vital setiap orang di dunia. Dari hasil olahan minyak bumi, kita bisa menggunakan kendaraan bermotor, membuat plastik, pengadaan listrik dan sebagainya. Dari sini kita bisa tahu bahwa betapa harga minyak bumi akan sangat mempengaruhi harga barang dan jasa lainnya.

Coba bayangkan lagi jika harga minyak bumi terus naik dan tidak stabil, tentu harga-harga barang dan jasa yang lain akan terikut imbasnya. Dan jika harga-harga barang dan jasa itu tidak stabil, bagaimana bisa kita merencanakan pengeluaran ? Kita saja sulit apalagi pemerintah. Itulah sebabnya jika harga minyak bumi mengalami tren kenaikan, bukan kita saja yang pusing, pemerintah juga pusing.

Yang saya paling tidak mengerti adalah mengapa pemerintah dari tahun ke tahun selalu saja merasakan dampak negatif dari naiknya harga minyak bumi. Padahal khan negara kita ini kaya akan sumber daya alam. Apalagi negara kita juga penuh dengan para profesor ekonomi. Mengapa mereka tidak merumuskan sebuah konsep yang efektif guna mengantisipasi dampak tersebut. Dengan begitu kita tidak perlu khawatir naik turunnya harga minyak bumi tadi.

Ada rumor yang bilang bahwa hal itu memang disengaja. Gunanya agar pemerintah dapat diuntungkan. Jika harga minyak bumi naik, pemerintah tinggal menaikkan harga. Jika harga minyak bumi turun, mereka bisa menggunakannya untuk alasan menaikkan gaji para pejabat.

Meskipun hal itu belum bisa dibuktikan, tapi rumor itu ada benarnya juga. Alasannya dari tahun ke tahun itu itu saja kejadiannya. Masalah harga minyak bumi terus. Berputar-putar di situ situ saja. Tidak ada perubahan yang berarti. Kalau pun ada itu hanya sebentar.

Ups, saya mohon maaf jika yang membaca artikel ini orang pemerintah. Saya bukan bermaksud menjelek-jelekkan pemerintah. Saya hanya heran saja, koq dari dulu sampai sekarang masalah tidak ada yang baru. Selalu masalah minyak bumi melulu yang dipersoalkan. Apa tidak ada masalah lain.

Begini bapak-bapak dan ibu-ibu pejabat pemerintah yang saya hormati.

Negara kita ini khan kaya raya sumber daya alamnya. Ada minyak kelapa sawit, karet, kopi, coklat, jagung, ubi, beras, kelapa dan sebagainya. Mengapa bukan sumber daya alam itu yang diandalkan ? Mengapa selalu saja minyak bumi yang diandalkan ? Dan mengapa tidak ada kebijakan yang benar-benar fokus mengembangkan sumber daya itu selain minyak bumi tadi. Bukankah itu semua bisa meningkatkan sumber pendapatan pemerintah ?

Bila dijawab sulit, dimana letak kesulitannya ? Apakah sebegitu sulitkah mengolahnya? Thailand saja bisa hidup sejahtera dengan hanya mengandalkan beras. Mengapa negara kita ini tidak bisa seperti Thailand ? Apakah negara kita ini kekurangan tenaga ahli ? Atau negara kita ini kekurangan finansial ? Kalau iya kita ini kekurangan tenaga ahli, mengapa anggaran pendidikan terus meningkat ? Kalau iya kita ini kekurangan finansial, mengapa masih ada saja kasus korupsi ? Ada apa di negara kita ?

Mudah-mudahan apa yang saya duga diatas tidak benar. Mungkin ada pejabat yang sudah action duluan, yang saya tidak tahu. Mungkin ada pejabat pemerintah yang sedang fokus mengembangkan sumber daya alam selain minyak bumi, yang saya juga tidak tahu. Bila itu memang benar, saya sangat bersyukur. Bahkan saya berminat untuk ikutserta bila diminta jika memang saya memenuhi persyaratan.

Akan tetapi, pejabat-pejabat itu tidak bisa berbuat apa-apa jika pejabat no.1-nya tidak fokus. Sebab pejabat no.1 itu adalah penentu semua kebijakan. Kalau dia tidak fokus ya pejabat di bawahnya akan sia-sia. Mungkin juga pejabat no.1-nya sudah action juga, yang saya juga tidak tahu. Tapi itu semua akan terjawab jika nanti kenaikan harga bensin untuk masyarakat tidak terjadi. Sebab kenyataan itu bisa menjadi bukti bahwa apakah pemerintah benar-benar serius mengolah sumber daya alam selain minyak bumi.

Jika tidak serius sudah pasti harga minyak bumi akan selalu menjadi permasalahan utama jika terjadi sesuatu pada produsen-produsennya. Jika ini terjadi terus menerus, apa salah jika ada salah satu anggota masyarakat yang mengatakan bahwa pemerintah tidak becus mengelola negara ini ? Dan apa salah jika pemerintah yang tidak becus itu menurut masyarakat harus dilengserkan ? Maaf ini bukan ajakan revolusi. Tapi ini adalah hati nurani yang berbicara.

Mau tahu selanjutnya ? Ikuti terus artikel-artikel berikutnya di situs ini….!

SALAM SUKSES dari M. Yasir Arafat –Inspirator No.1 di Indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s