Demokrasi Itu Kebebasan, Benarkah ?

Kasus meledaknya bom di komunitas Utan Kayu  Jakarta menyisakan beberapa persoalan. Dari mulai persoalan keamanan sampai kepada persoalan sosial kemasyarakatan. Bahkan merembet kepada masalah keyakinan alias agama.

Ada seorang pengamat masalah sosial yang mengatakan bahwa kasus diatas adalah buah dari politik pemerintah sekarang yang membiarkan terganggunya kebebasan beragama.

Menurut saya ini bukan buah politik tapi memang anak kandung politik itu sendiri. Yang tidak lain adalah anak kandung dari demokrasi yang dianggap pendukung kebebasan itu.

Sistem politik demokrasi tidak pernah mendukung kebebasan. Sebab di dalam sistem politik demokrasi yang didukung hanyalah suara terbanyak. Jika suara terbanyaknya adalah pendukung ketertutupan maka ketertutupanlah yang akan terkenal. Jadi percuma sebagian orang berkoar-koar kebebasan jika yang memimpin adalah kebanyakan orang yang suka status quo alias ketertutupan. Bukan keterbukaan.

Justru Islam-lah yang sangat mendukung keterbukaan. Syarat Islam tidak pernah melarang seseorang mengemukakan pendapatnya. Karena Syariat Islam tahu bahwa manusia itu sering membantah dan berkeluh kesah. Syariat Islam memiliki mekanisme atas sikap perbedaan pendapat tersebut. Syariat Islam memiliki pengadilan yang diketuai oleh para ulama yang notabene ahli tentang hukum.

Merekalah yang akan menentukan dan menetapkan hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Bukan berdasarkan kekuasaan, orang kaya, atau siapa pun. Dan bukan pula kepada anak kemarin sore yang hanya tahu tentang uang dan uang saja. Sehingga hukum yang dihasilkan murni demi kesejahteraan manusia itu sendiri. Dan itu tidak memihak kepada siapa pun. Manusia lain yang tidak tahu hukum hanya akan menerima dan melaksanakan hasil putusan tersebut.

Itulah sebabnya di Saudi Arabia dimana disana dijalankan Syariat Islam jarang dan boleh dikatakan tidak pernah terdengar kasus kriminal yang begitu besar seperti di negara lain. Di Saudi Arabia keadaan selalu aman terkendali. Karena semua tunduk kepada hukum Syariat Islam yang murni bukan buatan manusia.

Oleh karena itu jika Anda atau siapa pun, memiliki keinginan untuk tenang menjalankan segala aktivitas, ajaklah dan kalau Anda mampu “paksa” pemimpin atau pemerintah negara Anda untuk mengadopsi Syariat Islam. Karena Syariat Islam menjawab tuntutan setiap zaman.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s