Harga Gas Alam Dunia

Hari ini saya dikejutkan dengan berita di sebuah koran ekonomi nasional yang menulis data tentang harga gas alam dunia. Pada bulan Januari lalu di koran yang sama tertera US$ 4 per mmBTU. Namun sekarang menjadi sekitar US$ 4000 per mm BTU. Berarti ada kenaikan sekitar 1000%. Bisnis apa zaman sekarang yang memiliki margin 1000%. Sulit, bukan ?

Mungkin ada yang mengatakan bahwa itu hanya sementara. Itu tidak lain karena efek pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Negeri Sakura beberapa hari yang lalu itu. Mereka sangat membutuhkan gas untuk pembangkit listrik mereka. Sementara stok menipis. Itulah yang membuat harga naik tinggi. Tapi nanti akan turun. Seiring dengan rekonstruksi selesai dikerjakan.

Ya memang sih nanti akan turun. Namun bukan itu permasalahannya. Yang menjadi permasalahannya adalah apakah sebelumnya kita tahu bahwa harga gas alam akan naik seperti itu ? Dan kalau kita tahu, apakah kita mampu untuk menginvestasikan sebagian uang dari tabungan kita pada saham perusahaan yang bergerak di bidang gas alam ? Tentu menjadi tanda tanya besar di berbagai pihak. Karena seseorang yang mampu menginvestasikan uangnya pada saham perusahaan gas alam pada bulan Januari kemarin pasti akan menuai keuntungan yang sangat besar pada saat ini.

Sekali lagi dan sering saya katakan dalam beberapa artikel adalah menjadi kaya bukanlah terletak pada banyaknya uang dimiliki tapi menjadi kaya adalah terletak seberapa jauh pikiran kalkulasi ekonomi Anda. Yaitu seberapa kuat otak Anda untuk mengolah informasi yang begitu besar jumlahnya, yang berkeliaran di atas kepala, demi keuntungan kondisi finansial Anda. Ini saja intinya.

By the way, saya jadi teringat dengan sikap seorang sopir angkutan umum yang saya naiki tadi pagi. Dia curhat kepada saya bahwa dia tidak pernah merasa takut dengan penghasilannya. Apakah akan naik atau turun. Yang penting baginya adalah orang-orang mau dan ikhlas menaiki mobil yang dibawanya. Dan mereka tidak sakit hati dengan pelayanannya. Meskipun per orang dikenakan tarif Rp 3000, dia tidak mau memaksakan kehendak harus membayar sejumlah itu. Dia tidak mau hanya karena selisih Rp 1000 orang-orang jadi sakit hati dan dongkol kepadanya. Sehingga mereka tidak mau naik pada mobil yang dibawanya tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s