Menyembuhkan Penyakit

Pada umumnya setiap orang jika dia terserang penyakit dia pasti akan segera datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya. Selanjutnya dokterlah yang akan menangani segala macam keluhan yang dideritanya. Lalu dia akan diberikan sejumlah obat dan mengharap untuk kesembuhannya. Ini untuk orang yang mampu. Sedangkan untuk orang miskin dia akan datang ke dukun, mantri atau orang yang tahu tentang penyakit dan cara menyembuhkan dengan metode alami. Kalu sembuh ya syukur kalo tidak ya sabar.

Itu dahulu. Sekarang mungkin tidak lagi. Sejak diberlakukannya program jaminan kesehatan dari pemerintah, orang miskin bisa berobat ke rumah sakit. Semua biaya yang dikeluarkan pihak rumah sakit akan dibayar oleh pemerintah. Jadi orang miskin tidak perlu ragu lagi untuk memeriksakan kesehatan dan mengobati penyakit yang dideritanya di rumah-rumah sakit milik pemerintah terdekat.

Hal itu memang bukan masalah. Namun yang menjadi permasalahannya adalah apakah benar, penyakit yang kita derita, akan benar-benar sembuh dan tidak akan kembali lagi, ketika kita pergi ke rumah sakit? Jawaban dari pertanyaan ini menjadi pekerjaan rumah yang sejak dahulu belum ada orang yang mengeluarkan keluhan yang memadai.

Tatkala kita memeriksakan diri ke rumah sakit, dokter akan dan selalu menanyakan apa keluhannya. Ini menjadi tanda tanya sebagian orang mengapa dokter tidak langsung tahu apa penyakit seseorang. Bukankah seorang dokter telah menempuh pendidikan yang begitu lama ? Mengapa setelah sekian lama belajar, seorang dokter tidak bisa menebak apa penyakit seseorang ?

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa itu karena seorang dokter bukan ahli sihir yang bisa menebak penyakit seseorang. Ada lagi yang mengatakan bahwa itu karena dokter hanya mengingat tanda-tandanya saja bukan dampak dari penyakit tersebut. Dan yang lain lagi mengatakan bahwa itu karena dokter itu tidak mau mengeluarkan semua ilmunya untuk menghindari menurunnya tarif penghasilannya. Seorang dokter tidak mau hanya karena satu orang, ilmu yang telah dipelajarinya susah payah keluar begitu saja tanpa disertai dengan pendapatan yang diterimanya.

Semua itu membuat kita paham bahwa sebenarnya dokter itu tidak bisa menyembuhkan penyakit seseorang. Dia hanya bisa mengurangi rasa sakit agar tidak mengganggu aktivitas pasien atau orang yang terjangkit sebuah penyakit. Jika begitu, jadi siapa yang bisa menyembuhkan penyakit seseorang ? Sebagai seorang muslim pasti dia akan menjawab Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Sedangkan untuk orang non muslim mereka akan menjawab ya pasien itu sendiri.

Membingungkan, bukan ? Ya memang bingung. Apalagi untuk orang-orang yang tidak pernah membaca, bertanya dan belajar. Mereka akan lebih bingung. Tapi bagi orang yang rajin membaca, bertanya dan belajar, dia tidak akan pernah bingung. Dan dia akan tahu bahwa penyakit akan sembuh dengan sendirinya manakala sang pasien mau menjaga makanan yang bermutu yang masuk ke dalam tubuhnya.

Sebab di dalam tubuh kita sudah ada obat alami. Dia hanya akan bekerja manakala dia memiliki sistem pertahanan yang sempurna. Dan sistem pertahanan bisa menjadi sempurna manakala dia mendapatkan makanan yang bermutu. Bagaimana caranya ? Ya tergantung pasien itu sendiri. Siapa yang menciptakan sistem pertahanan yang sempurna itu. Ya tentu Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Jadi pernyataan diatas dua-duanya benar. Allah Tabaaraka wa Ta’ala yang menyembuhkan dengan perantaraan pengaturan gaya makan pasien itu sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s