Mencari Ketenangan Hidup

Semua orang biasanya akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan kekayaan. Bila perlu mereka tidak akan segan-segan untuk menginjak-injak hak-hak orang lain untuk memperolehnya. Ini tidak lain akibat dari begitu pentingnya kekayaan bagi mereka.

Timbul pertanyaan mengapa mereka begitu semangatnya mencari kekayaan ini. Apa yang mereka dapatkan pada kekayaan, setelah mereka mendapatkannya ? Ternyata setelah diselidiki, dampak kekayaan bagi mereka adalah untuk mendapatkan ketenangan dan ketentraman. Ya. Kedua faktor inilah yang mereka cari. Dan kedua faktor inilah yang membuat mereka tidak bisa tidur semalam suntuk hanya untuk memikirkannya.

Itulah sebabnya kekayaan sangatlah dicari setiap orang. Karena kekayaan diduga dapat membuat mereka tenang dan tentram.

Tenang karena mereka tidak perlu khawatir akan uang. Kita tahu bersama bahwa uang adalah alat untuk membeli makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Jika uang tidak ada bagaimana mungkin kita bisa membeli semua itu. Jika tidak bisa membeli segala kebutuhan pokok, bagaimana bisa tenang. Kekayaan tentu memiliki banyak uang. Tidak mungkin ada kekayaan tanpa memiliki uang. Disinilah letak hubungan uang dan kekayaan.  Dan kekayaan pasti melahirkan ketenangan. Begitulah pikiran mereka.

Sedangkan pengertian tentram disini adalah karena mereka tidak perlu khawatir lagi tentang masa depan. Sebab masa depan itu sulit untuk diduga. Tidak ada orang yang bisa menduga secara pasti apa yang akan terjadi pada masa depan. Agar tentram menghadapinya, mereka berpikir bahwa mereka harus mendapatkan kekayaan. Agar bisa terhindar dari segala malapetaka. Ini tidak akan mereka dapatkan jika mereka miskin.

Karena kemiskinan tentu akan sulit melakukan sesuatu. Sebab kemiskinan tidak mungkin memiliki uang. Kemiskinan juga sulit untuk bisa melakukan beberapa alternatif rencana bagi rencana yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Jika ini berlanjut tentu akan menambah kekhawatiran dan kecemasan. Jika khawatir dan cemas selalu hadir, bagaimana mungkin bisa tenang dan tentram. Begitulah pikiran mereka lagi.

Memang benar pikiran mereka itu. Kita tidak mungkin bisa mendapatkan ketenangan jika kita tidak memiliki uang. Kita tidak mungkin bisa mendapatkan ketentraman jika kita tidak ada sesuatu yang bisa menjadi alternatif bagi rencana yang tidak sesuai dengan rencana awal.

Akan tetapi apakah setelah kekayaan diperoleh, ketenangan dan ketentraman dapat hadir di tengah-tengah kehidupan seseorang ? Dan jika kita mau mencermati lebih jeli kehidupan orang-orang kaya, justru mereka semakin terbelenggu dengan kekayaannya. Mengapa ?

Karena semakin mereka kaya maka semakin khawatirlah mereka akan hilangnya kekayaan milik mereka itu. Entah kenapa hal ini selalu terjadi. Buktinya lihat saja rumah orang-orang kaya. Apakah rumahnya kecil dan sederhana ? Apakah pagar rumahnya kecil dan sederhana ? Lihatlah dengan lebih dekat, apakah tempat tinggalnya melambangkan kesederhanaan dan mudah untuk dikunjungi orang lain ? Tidak bukan ? Disinilah bukti bahwa kekayaan bukannya menambah ketenangan dan ketentraman bagi pemiliknya. Justru malah sebaliknya.

Jika tidak, mengapa pagarnya begitu besar dan tinggi. Apa maksudnya mereka membangunnya jika tidak karena khawatir. Jadi semakin mereka kaya maka semakin cemas pula akan tingkah laku orang lain. Mereka merasa bahwa semua orang berupaya untuk mengambil kekayaannya. Akibatnya mereka sering jauh dari pergaulan masyarakat.

Sampai disini, apakah menurut Anda, kekayaan itu bisa melahirkan ketenangan dan ketentraman hidup ?

Saya dengan yakin menjawab TIDAK. Mengapa ? Karena ketenangan dan ketentraman itu urusan jiwa. Urusan hati sanubari manusia. Ketenangan dan ketentraman adalah urusan hati nurani manusia. Sehingga untuk mendapatkannya bukan didapat dari mencarinya di jalanan, di gua, di laut, dan di mana pun. Atau pun dengan mengumpulkan harta, kekayaan dan uang. Semua itu tidak akan pernah bisa mendapatkannya. Percayalah.

Untuk bisa membuat hati manusia itu tenang dan tentram, tidak lain dan tidak bukan serta tidak ada cara yang lebih ampuh kecuali pasrah kepada pencipta hati itu sendiri. Siapakah Dia ?

Dia-lah Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Dia-lah yang bisa membuat hati Anda tenang dan tentram. Dengan mengingat-Nya maka hati Anda akan tenang dan tentram. Inilah cara yang paling efektif dari semua cara yang ada. Inilah rahasia mendapatkan ketenangan dan ketentraman hidup. Dengan selalu mengingat-Nya di segala tempat dan waktu, maka Anda akan merasakan begitu tenang dan tentramnya hidup ini.

Itulah sebabnya para ulama dan ahli-ahli fiqh selalu kita lihat dalam keadaan tenang dan tentram. Tidak ada tingkah laku mereka yang kita lihat mencerminkan kekhawatiran dan kecemasan. Selalu tenang dan damai. Dari jauh saja kita bisa merasakan ketenangan mereka. Apalagi ketika mereka sudah berada di dekat kita. Padahal tempat tinggal mereka jauh dari layaknya sebuah tempat tinggal. Padahal mereka juga bisa mendapatkan kekayaan dengan ilmu mereka itu. Tapi mengapa mereka tetap memilih untuk hidup sederhana dan mendalami ilmu-ilmu fiqh serta menjauhi kekayaan, bergelimangan harta, jabatan tinggi, dan pangkat ? Mengapa ? Saya yakin Anda bisa menjawabnya sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s