Tips Melihat Peluang Usaha & Kaitannya dengan Penghasilan

Kira-kira seminggu yang lalu saya menghubungi teman lama saya. Dia telah menjadi seorang karyawan perusahaan pelayaran salah satu yang terbesar di negeri ini. Kebetulan saya sedang tidak ada kegiatan maka saya sempat untuk menghubunginya.

Setelah basa-basi dan menanyakan kabar, saya menanyakan apakah perusahaan tempat dia bekerja masih bekerjasama dengan perusahaan pupuk di daerah tempat saya tinggal. Ternyata perusahaannya tidak menjalin hubungan bisnis lagi. Dia juga tidak tahu apa alasannya. Namun setelah saya memberitahu bahwa perusahaan itu telah mengakuisisi perusahaan yang juga bergerak di bidang yang sama di daerah yang sama maka dia langsung mengetahui apa alasannya.

Kemudian saya menanyakan apakah dia memiliki kenalan di perusahaan pupuk tadi. Karena saya merasa ada peluang yang bisa ditangkap. Dia mengatakan tidak ada. Namun dia bisa membantu saya dengan meminta saya agar mau menghubungi teman satu kerjaan pada perusahaan yang sama. Yaitu di kantor cabang terdekat dengan daerah domisili saya.

Sambil dia menjelaskan, dia bertanya kepada saya apakah peluang bagi perusahaannya jika saya mendapatkan peluang itu. Saya mengatakan bahwa ada begitu banyak peluang yang bisa ditangkap perusahaannya. Dalam hati saya, saya heran mengapa dia tidak bisa melihatnya.

Karena dia adalah kawan dekat saya maka saya mencoba menjelaskan. Saya mengatakan kepadanya bahwa perusahaan pupuk itu masih dalam keadaan statis. Manajemennya masih amburadul. Sehingga akan ada restrukturisasi manajemen. Lalu saya mengatakan jika manajemennya berubah maka pabriknya pun akan mengikuti perubahan itu. Jika pabrik berubah tentu infrastrukturnya juga akan diubah. Jika infrastrukturnya akan dibenahi sudah tentu akan membutuhkan barang-barang pabrik baru.

Nah, barang-barang inilah yang akan menjadi peluang bagi perusahaan pelayarannya. Tidak mungkin barang-barang ini didatangkan melalui arus darat semua. Mungkin bisa juga dari arus darat. Tapi akan membutuhkan berapa angkutan untuk mengangkutnya. Yang mana hal itu akan berujung kepada membengkaknya biaya produksi.

Manajemen pasti tidak akan setuju jika biaya produksi menjadi tinggi. Tidak ada cara yang lebih efektif selain memakai jasa pelayaran melalui arus laut untuk meminimalkan biaya. Setelah saya menjelaskan secara gamblang seperti itu, barulah teman saya mengerti dan antusias untuk bereaksi.

Dalam beberapa kejadian atau peristiwa yang kita alami setiap hari, seringkali kita hanya bisa melihat peristiwa demi peristiwa itu dengan mata kepala kita saja. Kita hanya melihat matahari terbit, orang-orang pergi ke kantor, anak-anak pergi ke sekolah, mobil dan sepeda motor berjalan ke sana kemari dan sebagainya. Jarang kita melihat dengan pikiran kita bahwa ada begitu banyak peluang usaha di sekitar itu.

Kita hanya terkejut dan terpesona ketika ada orang yang berhasil dengan mengambil peluang itu lalu mendirikan perusahaan yang beromset ratusan juta rupiah per bulannya. Padahal dia tidak lebih hebat dari kita dalam hal modal, kemampuan dan relasi.

Timbul pertanyaan, mengapa bisa terjadi seperti itu ? Apa penyebabnya ? Bila Anda menanyakan kepada saya, saya pun tidak tahu juga, apa penyebab utama yang menyebabkan saya dan orang-orang yang ingin seperti itu, tidak bisa melihat peluang itu.

Dugaan yang paling mendekati kebenaran adalah mungkin karena sistem sekolah kita yang mengajarkan bahwa bekerja itu adalah satu-satunya cara untuk berhasil. Cara ini juga menjadi cara yang dipakai oleh kedua orangtua kita. Yang mana hal itu membuat mereka menghabiskan hidup mereka untuk membiayai kita sekolah agar kelak kita bisa bekerja.

Efek negatif dari bersekolah adalah terlalu banyaknya kesempurnaan yang harus diraih. Dalam bersekolah kita jarang diberi penghargaan ketika gagal ujian, tidak naik kelas dan kurang mendapatkan nilai tinggi. Apalagi kita akan dijauhi oleh teman sekelas jika terus-menerus mendapatkan musibah seperti itu. Padahal kegagalan itu biasa. Itu cuma siklus kehidupan. Mana orang yang sempurna. Pasti ada kekurangannya.

Namun di sekolah terjadi sebaliknya. Komunitas di sekolah itu membenci kegagalan. Mereka mengubur hidup-hidup kegagalan. Itulah sebabnya orang-orang yang gagal di sekolah seringkali berhasil di dunia lapangan atau jalanan. Karena apa ? Karena dunia lapangan atau jalanan menghargai kegagalan. Kegagalan dianggap sebagai keberhasilan yang tertunda. Kegagalan dianggap sebagai pembelajaran. Bahkan ada situasi-situasi tertentu kegagalan itu dianggap sebuah keberhasilan. Sehingga dengan kegagalan bisa melahirkan keuntungan.

Walaupun begitu bukan berarti sekolah itu buruk. Sekolah itu baik. Karena sekolah dapat mengubah cara pandang kita terhadap dunia. Tidak mungkin orang bisa mengubah taraf kehidupannya jika dia tidak memiliki ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan itu dapat diperoleh jika kita bersekolah.

Masalahnya adalah mengapa orang yang telah lama bersekolah, dia tidak bisa juga mengubah taraf kehidupannya dari tahun ke tahun ? Apakah bersekolah itu yang salah atau dia-nya saja, yang tidak memahami apa maksud dia bersekolah ? Hanya orang yang telah menjalaninya yang tahu jawabannya. Yang pasti bersekolah atau tidak yang penting adalah apakah ilmu pengetahuan dalam pikiran seseorang itu, telah bertambah atau tidak. Ini yang paling penting. Jadi percuma saja jika dia telah lama bersekolah tapi ilmu pengetahuannya tidak menancap dan bertambah pada pikirannya. Hanya menambah buku pada perpustakaan pribadinya.

Mungkin itulah yang menyebabkan seseorang, tidak mampu melihat peluang usaha dimana-mana. Karena dia tidak memiliki ilmu pengetahuan di dalam pikirannya. Dia hanya bisa menjadi ensiklopedia berjalan. Yang mana hal itu membuat otaknya tidak bisa berpikir untuk melihat peluang.

Untuk meningkatkan taraf kehidupan kita harus meningkatkan pendapatan atau penghasilan kita. Dalam hal ini kita harus banyak uang. Akan tetapi yang perlu diingat adalah memperbanyak uang bukan memperbanyak kertas yang ditandatangani oleh gubernur bank sentral itu. Ini pemikiran yang salah. Dan ini tidak akan meningkatkan taraf kehidupan Anda. Percayalah. Malah hanya akan menurunkan taraf kehidupan Anda. 

Tapi yang disarankan adalah memperbanyak transaksi jual beli barang dan jasa serta membuatnya terus-menerus terjadinya dengan tangan kita sendiri. Inilah yang akan meningkatkan taraf kehidupan Anda. Sebab memperbanyak transaksi jual beli secara otomatis akan memperbanyak uang. Karena uang itu hanya akan berguna jika terjadi transaksi. Jika tidak ada transaksi mana mungkin uang diperlukan. Dan transaksi itu hanya akan terjadi jika ada barang atau jasa yang dipertukarkan. Jika tidak itu judi namanya. Sudah terbukti judi tidak akan meningkatkan taraf kehidupan Anda.

Mau tahu selanjutnya ? Ikuti terus artikel-artikel berikutnya….stay with us my friends..!!


2 thoughts on “Tips Melihat Peluang Usaha & Kaitannya dengan Penghasilan

    1. He..he2. Thx bwt kritiknya. Tapi artikel diatas bukan setengah tapi sebagian. Buat apa cerita keseluruhan tapi tidak dipahami maksudnya..-Red

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s