Bank Aja Bisa Bobol, Apalagi Yang Lain ?

Dalam beberapa hari ini kita dikejutkan lagi dengan berita kriminal yang satu ini. Berita apa ? Ya berita bobolnya bank. Bagi yang sering mengikuti berita tentang kriminal bank pasti mengatakan, kenapa lagi sih? Koq terjadi lagi ? Ya ga tahu juga. Coba tanya aja ama BI – Bank Indonesia – red.

Memang sih kita semua bertanya-tanya. Entah kenapa ya bank kecolongan terus. Dan anehnya pelaku kejadiannya itu itu saja. Seakan-akan tidak ada pengawas. Kita sebagai masyarakat awam jadi heran, koq bisa ya, bank yang terkenal dengan sistem keamanannya yang tinggi itu, bisa bobol alias kemalingan? Dan tidak tanggung-tanggung pula. Uang yang hilang mencapai puluhan milyar rupiah. Ada apa ini sebenarnya ?

Untuk menjawabnya mari kita cari tahu dulu apa itu bank.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli ekonomi, bank adalah sebuah badan usaha atau perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan. Tugas utama bank adalah menjadi perantara antara pengusaha dan masyarakat. Pengusaha membutuhkan uang dalam bentuk kredit dan masyarakat membutuhkan tempat untuk menyimpan kelebihan uangnya. Bank itu hanya menjadi makelarnya saja. Jadi bukan pemilik uang itu sendiri. Yang memiliki uang itu adalah pemerintah. Pemerintahlah yang menciptakan dan mencetak uang. Sementara bank adalah distributor uang. Sudah paham, belum ?

Ok. Kalau sudah. Kalau belum, tanya aja ama mas mas yang ganteng-ganteng dan mba-mba yang manis-manis itu di kantor bank terdekat. Pasti mereka akan menjelaskannya. Tapi ingat, penampilan harus rapi. Kalau tidak. Nanti dikira perampok lho.

Bagaimana kalau malas, ya gimana ya ? Ya sudah gpp. Berikut ini saya akan mencoba menjelaskannya. Baca aja terus disini. Ntar juga ngerti sendiri. Tapi kalo ga ngerti juga jangan salahkan saya ya. Soalnya saya bukan ahlinya.

Karena bank itu distributor uang tentu dia tdak akan pernah memiliki uang jika tidak ada pihak yang menempatkannya atau istilahnya menabung. Dengan menabung bank baru dapat melaksanakan kegiatannya. Untuk dapat membuat pihak lain mau menempatkan uang tentu harus ada sesuatu yang menariknya. Sesuatu itu adalah kepercayaan. Nah untuk menarik pihak lain agar mau percaya kepada bank maka bank akan berusaha sekuat tenaga menjaga kepercayaan. Salahnya satunya adalah dengan membuat sistem keamanan yang sangat ketat.

Bank wajib memiliki sistem keamanan ketat. Dari mulai infrastruktur sampai orang-orang yang bekerjanya juga ketat. Mereka itu dipilih dengan proses seleksi yang sangat ketat. Mengapa ? Ya karena faktor uang tadi.

Coba pikir kalau kantor bank itu kantornya seperti warung kopi. Hanya disekat-sekat ama bahan-bahan biasa. Apalagi bahan dari kayu yang mudah patah. Trus yang kerja anak TK. Yang kalo diminta-in uang dikasi begitu aja. Bisa dicuri tuh semua uangnya. Sebab uang kan jantung kehidupan. Siapa sih yang tidak mau uang, zaman yang serba sulit seperti ini ? Pasti semua orang menginginkannya bukan ? Itulah sebabnya kantor bank itu sering kita lihat selalu kokoh, menawan, besar, tinggi dan menjulang ke angkasa. Trus yang kerja juga terdiri dari orang-orang yang tampan, cantik, dan menarik perhatian. Kita sering betah ketika mendengarkan penjelasannya.

Sekali lagi bank itu harus aman dan harus memiliki sistem keamanan yang sangat kuat. Kenapa ? Ya karena itu tadi. Dia menyimpan jantung kehidupan orang. Yaitu uang dan barang-barang yang setara uang. Kemudian menyalurkannya lagi kepada pengusaha dalam bentuk kredit. Oleh karena itulah pemerintah selaku pemilik uang harus mengatur dengan ketat siapa siapa yang boleh dan tidak boleh mendirikan bank.

Untuk mengaturnya dibentuklah badan pemerintah yang dinamakan Bank Sentral. Bank sentral inilah yang bertugas mengawasi jalannya bank-bank itu. Dan bank sentral inilah yang membuat peraturan bagaimana caranya agar bank-bank itu tidak liar. Liar disini bukan seperti binatang yang tidak pernah mandi. Tapi liar disini dalam arti bank-bank itu tidak boleh seenak perutnya didirikan atau memberikan uang kepada orang atau badan usaha yang tidak layak.

Karena menurut sang ahli tadi, jika seseorang atau sebuah badan usaha memiliki uang lebih dari pada keperluannya, dia akan bermain atau dalam istilah kerennya ber-spekulasi. Apa itu spekulasi ?

Spekulasi adalah tindakan yang mengarah kepada sesuatu yang merusak sistem perekonomian masyarakat. Contoh sederhananya membeli beras. Beras itu kan kebutuhan pokok masyarakat. Jika dibeli dalam jumlah besar dan habis persediaannya di pasar, coba bayangkan bagaimana keadaan masyarakat ? Sudah tentu akan sangat membutuhkannya bukan  ? Dan hanya banklah yang bisa memberi uang dalam jumlah besar. Sebab hanya bank yang diizinkan pemerintah untuk memiliki uang dalam jumlah besar.

Jika sang spekulan tadi berhasil dan kaya raya, bagaimana dengan keadaan perekonomian masyarakat ? Apakah akan tentram ? Hancur, bukan ? Bukan hancur saja tapi akan kelaparan dan timbul kerusuhan. Kalau satu saja yang bermain sih tidak apa-apa. Tapi apakah satu orang saja yang mau bermain, orang lain tidak ada keinginan. Tentu tidak bukan ? Jika ada kesempatan, semua orang tentu memiliki keinginan yang sama. Nah disinilah terjadi kekacauan. Itulah sebabnya bank sentral harus menjaga hal ini agar tidak terjadi, dengan membuat beberapa peraturan terhadap bank.

Itu tadi pengertian bank, uang dan dampaknya bagi masyarakat. Lalu bagaimana dengan kebobolan tadi. Mengapa bank bisa terjadi kebobolan ? Apa sih penyebabnya ?

Saya pikir ada beberapa sebab mengapa bank bisa bobol. Salah satunya adalah lemahnya pengawasan. Sebab saya pikir dengan sistem keamanan yang sangat ketat itu, tidak ada bank yang bisa dibobol kecuali dibantu oleh orang dalam bank itu sendiri. Cara mengujinya sederhana.

Coba Anda jawab, tahukah Anda, dimana letak toilet sebuah kantor cabang bank yang baru saja Anda kenal ? Tidak tahu, bukan ? Sebelum Anda bertanya ke petugas disitu, saya yakin Anda tidak akan pernah tahu dimana letak toilet berada.

Dengan logika sederhana ini, Anda bisa mengetahui bahwa tidak mungkin seorang perampok, bisa mencuri uang di brankas atau hal-hal kriminal lainnya, jika tidak bekerjasama dengan orang dalam. Sudah tentu dia akan mencari orang dalam yang bisa diajak untuk melakukannya. Dan bisa juga pihak internal bank itu sendiri yang merampoknya. Ini tidak lain karena pihak internal bank juga manusia yang sarat akan kelemahan dalam mengelola hawa nafsunya. Akan ada saat-saat tertentu yang dia tidak bisa mengendalikannya. Bila itu terjadi maka timbullah kasus-kasus kriminal perbankan yang kita dengar itu.

Jadi jelas kebobolan bank adalah akibat dari lemahnya pengawasan yang dilakukan bank sentral selama ini. Kalau pun ada pengawasan pasti tidak mengena ke akar permasalahan. Sehingga bibit-bibit kriminal perbankan tumbuh begitu saja. Dan kelihatannya bank sentral hanya tok menunggu dan menerima laporan dari pihak internal bank. Bank sentral terlalu percaya dengan pihak internal bank. Tidak ada evaluasi dan pengecekan silang yang rutin dan intensif. Sehingga bank-bank itu rentan manipulasi dan persekongkolan tindakan kriminal.

Kalau bank saja bisa dibobol, apalagi yang lain ? Kalau bank yang memiliki sistem keamanan yang sangat ketat, bisa dikutak-katik, apalagi asuransi, dana pensiun, jamsostek dan lembaga keuangan lainnya ? Akan seperti apa sistem keuangan di negeri ini ? Mudah-mudahan itu semua tidak terjadi. Mudah-mudahan pemerintah segera mengubah sistem pengawasan sistem keuangan dan perbankan kita yang sudah berjalan. Sehingga di masa mendatang tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini.

Sampai disini, apakah Anda sudah mengerti apa yang saya coba beritahu ? Tunggu artikel-artikel berikutnya. Stay with us….!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s