Aksi Anarkis Menguntungkan

Baru-baru ini diberitakan oleh sebuah media massa daerah bahwa telah terjadi aksi anarkis yang mengakibatkan beberapa bagian dari kantor bupati setempat hancur.

Aksi itu dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat sekitar dengan keputusan muspida setempat, yang menunda kegiatan pemasangan tiang pembatas pada tanah milik masyarakat, yang terkena dengan dampak kegiatan perusahaan perkebunan milik asing.

aksi_anarkis Sebenarnya masalah sudah selesai dengan dikeluarkannya instruksi Kepala Badan Pertanahan Provinsi. Namun ternyata muspida setempat tidak mengindahkan atau menghiraukannya. Disitulah timbul aksi anarkis dari sebagian masyarakat yang merasa dirugikan.

Akan tetapi pihak muspida tidak juga boleh disalahkan karena mereka juga tidak mau terkait masalah hukum. Penundaan itu bukan tanpa alasan. Penundaan itu hanya menunggu keputusan pengadilan yang berkekuatan tetap.

Bila dicari akar permasalahannya kita akan menuju kepada sebuah kesimpulan bahwa itu hanyalah kesalahpahaman saja. Sebab jika kedua belah pihak saling mengerti duduk permasalahannya serta mau sabar dan mengikuti proses hukum tentu aksi yang merugikan itu tidak akan terjadi.

Namun begitu tidaklah mudah melaksanakan hal-hal sedemikian jika masalah uang yang menjadi tolak ukurnya. Sebab yang namanya masalah uang tentu akan berdampak pada masalah perut. Dan kalau ini masalahnya tentu tidak mudah membuat seseorang untuk sabar dan menunggu. Apalagi dalam suasana genting dalam arti tidak adanya peluang atau alternatif sumber penghasilan selain yang satu itu.

Mungkin kita yang masih banyak alternatif sumber penghasilan atau uang bisa bersabar dengan penundaan itu. Tapi coba bayangkan untuk anggota masyarakat yang hidupnya bergantung dengan jual beli tanah. Tentu tidak semudah yang kita bayangkan.

Disinilah perlu adanya sosialisasi moral dan hukum yang perlu dihidupkan oleh para pemangku kepentingan. Mereka tidak perlu harus turun tangan sendiri ketika ada masalah ketidaksepakatan jika kegiatan sosialisasi ini berjalan.

Bisa dimengerti jika hukum menjadi alasan pemerintah didalam menjalankan sebuah kebijakan. Tapi harus diingat adalah tidak semua orang dalam masyarakat yang memiliki pikiran yang sama. Tidak semua orang dalam sebuah masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang sama. Terutama masalah hukum.

Jadi adalah sebuah langkah yang bijak jika sosialisasi moral dan hukum selalu dijalankan. Dan kalau perlu di sela-sela sosialisasi itu diadakan makan-makan bersama. Sehingga anggota masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa mengerti bahwa kegiatan itu memiliki pengaruh yang sangat erat dengan perut mereka.

Meskipun aksi anarkis terkadang menguntungkan bagi salah satu pihak yang sedang dalam negosiasi, namun hal itu tidak boleh dilakukan. Sebab akan terjadi sebuah dampak negatif yang luar biasa di kemudian hari jika cara-cara ini terus dilakukan.

Adalah sebuah rahasia umum bahwa aksi anarkis berbanding lurus dengan meningkatnya posisi tawar–menawar. Akan tetapi bukan berarti aksi itu meningkatkan tingkat persetujuan dari salah satu pihak. Akan ada aksi balasan yang akan diterapkan dari pihak yang merasa dirugikan. Nah dengan begitu semua pihak tidak akan mendapatkan apa-apa. Alhasil semua pihak akan pulang dengan tangan hampa. Masih banyak cara-cara lain yang lebih bijak dan elegan. Lebih baik gunakan cara tersebut.

Mau tahu selanjutnya ? Ikuti terus artikel-artikel selanjutnya….!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s