Menembus Pasar Aceh

Aceh dengan keanekaragaman sumber daya alam daerahnya membuat semua orang yang pernah berkunjung akan melakukan kunjungan kembali. Ini tidak lain karena masih ada cerita dan kisah di Aceh yang belum tergali.

Pasar Aceh Belum lagi potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal oleh penduduknya. Menurut data Departemen ESDM RI tahun 2007, Aceh diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 20 juta ton, tembaga 600 juta ton, batubara 114 juta ton lebih serta ratusan ton potensi bahan tambang lainnya. Ini belum lagi potensi perikanan yang berasal dari perairan yang memiliki luas 59.363 km2 (23.363 km2 perairan pantai; 33.000 km2 perairan laut dalam; 320 km2 zona ekonomi eksklusif) (Majalah SWA Edisi 10/XXIII)

Sehingga tidak mudah orang untuk melupakan Aceh begitu saja. Pasti ada terbersit dalam hatinya untuk kembali lagi ke Aceh.

Meskipun begitu tidak jarang ada juga orang luar Aceh bahkan orang Aceh sendiri yang menganggap Aceh bukan tempat yang layak untuk dijadikan pusat aktivitas hidup. Mereka merasa hidup di Aceh tidak memungkinkan mereka menjadi seseorang yang sukses dan sejahtera dalam hidupnya.

Alasannya ada beberapa kebutuhan baik itu pokok maupun sekunder yang sering tidak merata atau sulit untuk diperoleh. Terkadang barang-barang itu cenderung memihak kepada yang kaya, yang dibuktikan dengan harganya yang begitu mahal. Padahal yang salah bukan daerahnya tapi pemerintahnya yang seakan-akan tidak mampu mengelola aset kekayaan Aceh.

Selain itu Aceh juga memiliki cerita sejarah yang sangat panjang. Ratusan bahkan hampir ribuan orang yang menggeluti dunia tulis menulis, terus menerbitkan buku yang mengulas tentang sejarah Aceh. Anehnya semua buku-buku itu tidak mampu menuangkan semua sejarah tentang Aceh. Ada saja cerita atau kisah yang luput dari pengamatan mereka.

Hal inilah yang membuat para kuli tinta itu terus menerus berbondong-bondong melakukan studi bandingnya ke Aceh. Sehingga Aceh tidak akan pernah sepi dari pengunjung.

Kalau kita mempelajari dari tahun ke tahun, jarang sekali ada orang Aceh dengan perusahaannya yang menggali potensi Aceh secara profesional dan terstruktur. Ini karena orang Aceh sangat susah untuk diajak bergabung dalam sebuah wadah organisasi.

Paling-paling yang ada hanyalah orang asing atau orang luar Aceh yang memiliki perusahaan, yang membuka cabangnya di Aceh. Barulah orang Aceh mau bergabung di dalamnya. Sebab bagi orang Aceh  bekerja di bawah orang Aceh itu sendiri dianggap melanggar harkat dan martabat keluarganya.

Makanya hanya perusahaan asing sajalah yang mampu menggali dan mengeksploitasi sumber daya alam Aceh seperti perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi. Itu pun setelah pemerintah Aceh mengundangnya secara membabi buta tanpa menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai. Alhasil mereka merusak lingkungan hidup di sekitarnya.

Untuk menembus pasar Aceh tidak mudah tapi juga tidak bisa dikatakan sulit. Yang penting seperti kata sebuah peribahasa, “Asal ada kemauan pasti ada jalan”. Selama kita mau mempelajari dan mau mengerti psikologi dan sosiologi orang Aceh maka kita bisa menembusnya.

Salah satunya adalah orang Aceh itu suka berbicara satu sama lain. Mereka senang sekali bercerita antar sesama mereka. Ini tidaklah sesederhana seperti yang dikatakan orang. Orang Aceh itu bisa dibilang sangat sangat sangat suka dan senang sekali bercerita. Terutama masalah bisnis atau hal-hal yang berbau ekonomi. Sebab masalah ekonomi adalah masalah yang paling penting untuk dibicarakan.

Tidak pernah ada satu hari pun dimana mereka tidak bercerita satu sama lain. Mereka merasa risih jika ada satu hari yang tidak digunakan untuk bercerita dengan sesama mereka. Itulah sebabnya di Aceh, warung-warung kopi selalu saja ramai dikunjungi. Sebab warung kopi itu sangat mendukung sekali gaya kehidupan mereka yang senang bercerita. Ini bukan berarti orang Aceh itu malas. Tapi memang gaya bekerja mereka seperti itu. Tidak jarang pembicaraan itu menjadi sumber penghasilan bagi sebagian mereka.

Jika Anda mampu membuat sebuah topik tentang sesuatu hal atau produk atau jasa tertentu dan hal itu masuk dalam pembicaraan mereka maka Anda pasti akan mendapatkan keuntungan atau kerugian yang memadai bagi kepentingan Anda, Karena hal itu akan terus menjadi bahan pembicaraan mereka tanpa ada ujung pangkalnya. Mereka akan mengupasnya habis sampai ke akar-akarnya.

Mau tahu selanjutnya ? Ikuti terus artikel-artikel berikutnya di situs ini…!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s