Kredit Nganggur Rp 500 Trilyun

Iseng-iseng kemarin saya membaca salah satu artikel di koran daerah. Isi artikel tersebut tentang kredit perbankan yang tidak digunakan. Nilainya sekitar Rp 500 Trilyun. Wow….besar sekali, bukan ? Coba bayangkan kalau uang sebesar itu digunakan untuk pembangunan jalan dan sekolah. Sudah seperti apa negara kita ini.

bank Tapi sayang sekali lagi sayang. Uang sebesar itu hanya bisa kita dengar dan kita lihat saja. Tidak bisa kita gunakan. Kalau pun bisa, itu hanyalah segelintir orang. Itu pun harus melewati beberapa persyaratan yang sangat ketat.

Di satu sisi kita mendengar beberapa ulasan media massa yang memberitakan begitu sulitnya pemerintah mendapatkan dana infrastruktur. Sementara di sisi lain kredit perbankan senilai diatas menganggur begitu saja. Timbul beberapa pertanyaan.

  1. Darimana uang sebanyak itu bisa terkumpul di bank-bank yang beroperasi di negara ini ?
  2. Apakah uang sebesar itu murni hasil usaha ?
  3. Bagaimana jalan ceritanya uang sebesar itu bisa terkumpul di bank-bank tersebut ?
  4. Mengapa pemerintah tidak bisa dengan mudah menggunakan uang sejumlah itu untuk pembangunan ?
  5. Siapa yang paling bertanggungjawab jika uang sebesar itu disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu ?

Sepertinya pertanyaan-pertanyaan diatas hanya bisa dikeluarkan tanpa bisa diketahui dengan rinci jawabannya. Sebab tidak sembarangan orang bisa mengetahui jawabannya. Dan mungkin saja orang yang bisa menjawabnya adalah orang yang mengetahui mengapa sering terjadi kredit macet yang kita dengar di beberapa media massa.

Mau Tahu Selanjutnya ? Ikuti terus artikel-artikel berikutnya….!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s