Orang Lain Hanya Melihat Sikap Kita

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi toko elektronik untuk menanyakan televisi model terbaru. Sebab salah satu anggota keluarga besar saya, ingin membeli televisi baru.

Kebetulan dia telah berhasil menjual tanahnya. Uang hasil transaksi itu cukup besar. Sehingga dia ingin menikmati hasil penjualan tanahnya tersebut segera. Salah satu impiannya adalah membeli televisi baru. Tapi dia tidak tahu televisi apa yang cocok. Itulah sebabnya dia memilih saya. Karena menurut pengamatannya saya dianggap mampu memilih dan membeli televisi yang cocok untuk dirinya.

sikap Dengan amanat dan perintahnya, saya berkeliling ke semua toko yang ada di daerah saya untuk menanyakan merk dan jenis televisi apa yang cocok untuk anggota keluarga besar saya tersebut.

Setelah saya melihat salah satu merk dan jenis televisi di sebuah toko elektronik dan saya rasa cocok maka saya pun mulai menanyakan berapa harga sebuah televisi pada toko itu dan di setiap toko-toko yang saya temui.

Saya tidak segan-segan menanyakan dan membandingkan mengapa harga yang satu dengan yang lainnya berbeda. Terutama kepada penjaga toko. Meskipun kelihatannya penjaga toko itu agak sedikit membenci pertanyaan-pertanyaan saya, saya tidak peduli.

Saya terus mengeluarkan beberapa pertanyaan dengan rinci mengapa harus memilih merk dan jenis televisi tertentu dibandingkan dengan yang lainnya. Lagipula saya ini pembeli, jadi sang penjaga harus bersedia melayani saya sepuas mungkin. Kalau tidak saya akan beralih ke toko lain. Anehnya sang penjaga toko itu sangat setia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang rinci itu.

Dalam proses pemilihan televisi itu saya mendapatkan pelajaran berharga. Pelajaran itu adalah bahwa orang lain tidak pernah tahu apakah kita orang kaya atau tidak. Orang sukses atau tidak. Yang penting mereka melihat sikap kita. Apakah kita  antusias apa tidak terhadap sesuatu. Apakah kita bersemangat atau tidak terhadap sesuatu.

Jika sikap kita menunjukkan sikap bahwa kita adalah orang kaya maka orang lain pun akan memberikan pelayanan kepada kita sebagaimana mereka memberikan pelayanan untuk orang kaya.

Lalu bagaimana caranya agar orang lain mau memberikan uangnya kepada kita karena kita dianggap sebagai orang kaya yang memiliki banyak uang dan tidak akan pernah merasa kekurangan uang?

Mau Tahu Selanjutnya ? Ikuti artikel-artikel berikutnya…..!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s