Kaya dengan Mental

Bila saya ditanya,”Bagaimana caranya saya bisa menjadi orang kaya ?” Saya hanya akan kembali bertanya kepadanya,”Mengapa Anda ingin menjadi orang kaya ?”. Mungkin sebagian diantara Anda heran mengapa saya menjawab seperti itu. Tapi itu bukan berarti saya tidak mau menjawabnya. Namun itulah jawaban yang paling cocok untuk pertanyaan tersebut.

Menurut saya pertanyaan Bagaimana membuat saya akan menjawab pengalaman apa yang pernah saya alami. Sedangkan Anda tidak mungkin akan menjalani apa yang saya alami. Biasanya Anda akan mengikuti apa yang akan Anda ingin alami dan Anda dengar. Sementara kehidupan Anda sangatlah berbeda. Dari tujuan hidup, filosofi, hobi, kesukaan, kesenangan sampai pasangan pilihan hidup Anda. Semua jelas sangat berbeda. Jadi itulah sebabnya saya tidak akan menjawab pertanyaan, ”Bagaimana caranya saya bisa menjadi orang kaya ?”  diatas sebelum saya mengetahui apa tujuan Anda menjadi orang kaya.

Sebagian orang tidak menyadari bahwa dirinya adalah sumber kekayaan itu sendiri. Dia bisa menjadi orang kaya melebihi orang kaya yang tinggal bertetangga dengannya. Dia hanya perlu berubah saja.

Kalau saat ini dia tidak memiliki uang dan harta melimpah, bukan berarti dia miskin. Tapi disebabkan oleh karena dia tidak memiliki ilmu pengetahuan menjadi kaya.

Untuk menjadi kaya tidaklah selalu harus memiliki uang dan harta melimpah. Kalau ini definisinya berarti pengacara dan dokter spesialis orang kaya dong. Tapi mengapa kita lihat, pengacara dan dokter spesialis itu tidak pernah berhenti bekerja. Bukankah dia telah memiliki uang dan harta melimpah. Kalau dia kaya, koq bekerja terus ya. Siang dan malam lagi. Aneh, bukan ?

Nah dari kasus diatas kita bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa orang yang memiliki uang dan harta melimpah belum tentu bahkan tidak bisa dikatakan orang kaya. Sebab yang namanya orang kaya itu, dia tidak akan bekerja lagi. Wong dia orang kaya koq. Jadi buat apa bekerja lagi.

Ok. Itu dari sisi yang satu. Sisi yang lainnya, saya akan mencoba menjelaskan mengapa kita harus kaya. Apakah pentingnya kekayaan itu ? Bagaimana cara mendapatkannya ?

Dalam beberapa artikel saya sebelumnya, saya sering menulis bahwa untuk menjadi kaya itu kita harus siap mental. Ya. Siap mental menjadi orang kaya. Mengapa ?

Karena banyak orang yang telah menjadi kaya lalu menjadi miskin seketika karena tidak sanggup menjadi orang kaya. Dia tidak tahan untuk hidup tenang, tidak bekerja dan harus membiarkan orang lain bekerja untuknya. Dia tidak tega menyuruh orang lain untuk bekerja untuk dirinya. Padahal salah satu sikap orang kaya adalah tidak mau melakukan apa pun jika bisa dikerjakan oleh orang lain. Orang lain harus melakukan 99% pekerjaan yang sebelumnya harus dilakukannya. Seperti mencuci baju, menyeterika, membersihkan halaman, membersihkan kendaraan, membersihkan rumah, menyiapkan makan dan sebagainya. Semua harus dilakukan oleh orang lain.

Semua pekerjaan itu harus dikerjakan oleh orang lain. Tapi walaupun begitu tetap ada juga yang harus dilakukan sendiri. Itulah sebabnya saya menulis 99%. Bukan 100%. Karena ada 1% yang harus kita lakukan sendiri. Seperti mandi, memakai baju, menandatangani cek dan sebagainya.

Tertarik ? Tunggu artikel-artikel dari saya berikutnya !!!

Wassalam..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s