Akupuntur ? Sapa Takut

Apakah Anda pernah mendengar akupuntur ? Bagi Anda yang tidak pernah mendengar mungkin tidak takut. Tapi bagi yang sudah tahu tentu akan takut. Sebab jarum-jarum halus dan tajam ditusuk-tusuk ke seluruh badan itu akan membuat bulu kuduk orang yang pernah mendapatkannya. Ngeri kali memang !! Soalnya kalo salah-salah bisa berdarah.

Tapi jangan beranjak dulu. Akupuntur berkhasiat lho. Teknik akupuntur ini sangat bermanfaat bagi manusia. Karena bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Teknik pengobatan akupuntur sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu di China.

Dan suatu riset ahli yang dimpimpin Maiken Nedergaard, M.D., D.M.Sc. dari Universitas Rochester yang dipublikasikan jurnal ilmiah terkemuka PsyOrg terbitan 3 Juni: mengungkapkan kajian yang menyingkapkan temuan terkini bahwa proses mekanisme akupuntur dengan cara tusuk jarum ternyata mengaktifkan adenosine yang ditimbulkan akibat rangsangan tusukan jarum dalam jaringan tubuh. Sesaat tubuh manusia mengalami cedera semisal oleh tusukan jarum secara alami maka jaringan dalam tubuh lalu mengeluarkan serta mengaktifkan zat tertentu a.l :adenosine guna meredakan rasa nyeri melalui meknisme seolah melumpuhkan ujung-ujung sel syaraf yang lazimnya menyalurkan rangsang nyeri ke otak.
Adenosine amat berperanan dalam meredakan rasa nyeri dalam syaraf otak yang berfungsi dalam mengontrol rasa sakit yang terjadi pada sejumlah sakit yang diobati akupuntur.Adenosine adalah sejenis nukleosida —suatu zat komponen biokimiawi yang terdapat pada semua sel hidup— yang strukturnya tersusun dari gugus asam nukleat yang molekulnya merupakan kombinasi terdiri atas ; DNA dan RNA (Asam Ribonukleat) serta ATP dan AMP.

Dalam eksperimen yang dilakukan para Peneliti melakukan akupuntur selama 30 menit dengan obyek sekelompok tikus percobaan yang tengah mengalami sakit pada telapak kakinya. Jarum akupuntur ditusukkan ke titik-titik akupuntur yang berkaitan identik dengan titik akupuntur pada sosok manusia. Setiap 5 menit sekali ujung jarum digerakkan seperti halnya proses tusuk jarum yang berlangsung pada manusia.
Pengamatan yang dilaksanakan menunjukkan temuan setidaknya pada 2/3 dari tikus-tikus yang sediakalanya memiliki tingkat adenosine yang normal ternyata dengan proses akupuntur terlihat berhasil mengurangi nyeri yang dialami. Dan seketika proses akupuntur dilangsungkan maka kadar adenosine disekitar jaringan di titik akupuntur mengalami peningkatan hingga setinggi 24 kali lipat.

Menurut Nedergaard temuan riset yang dilakukannya menyajikan informasi perihal mekanisme fisik pada proses akupuntur saat meredakan nyeri dalam tubuh manusia. Selepas para peneliti mengerti dengan baik akan peran adenosine, maka para Peneliti selanjutnya bermaksud untuk mengekplorasi efek suatu zat dalam obat penyakit kanker yang dikenal dengan namadeoxycoformycin yang berkarektiristik kuat dalam membuat jaringan dalam tubuh manusia untuk menghilangkan adenosine.

Senyawa ini dapat meningkatkan efek pengobatan akupuntur secara dramatis yakni hampir tiga kali lipat akumulasi adenosine dalam otot dan lebih dari tiga kali lipat lamanya waktu pengobatan ini ternyata efektif.

Tapi penggunaan akupuntur masih dikesampingkan dalam dunia medis meski pengobatan ini diketahui mampu meredakan nyeri serta mengurangi gejala-gejala akibat kondisi tertentu seperti mual akibat kemoterapi atau insomnia.

Hal ini mendorong munculnya sebuah review yang akhirnya membuktikan bahwa akupuntur memang bisa membantu meredakan nyeri sakit kepala, sakit punggung dan arthritis kronis.

Sebelumnya banyak pakar yang percaya bahwa ‘kekuatan’ dari akupuntur hanya terletak pada efek psikologis atau plasebonya. Sebagian dokter mengaku takkan menawarkannya pada pasien meskipun mungkin pengobatan ini akan membuat kondisi pasien menjadi lebih baik.

Setelah mengamati 29 studi yang melibatkan 18.000 orang dewasa, peneliti menyimpulkan bahwa teknik pengobatan dengan menggunakan jarum itu dapat bekerja lebih baik daripada pereda nyeri biasa.

“Hasil tinjauan ini memberikan bukti paling kuat bahwa akupuntur merupakan opsi pengobatan yang masuk akal,” ungkap peneliti yang diantaranya berasal dari Memorial Sloan-Kettering Cancer Center di New York serta sejumlah universitas di Inggris dan Jerman.

Peneliti pun memaparkan bahwa review ini telah mengkombinasikan sejumlah studi yang melibatkan penderita beberapa jenis nyeri kronis seperti sakit kepala, arthritis, nyeri punggung, leher dan bahu kambuhan. Studi-studi itu pun telah meminta partisipan menggunakan akupuntur ataupun teknik pengobatan standar, termasuk obat-obatan atau terapi fisik secara acak.

Tak lupa peneliti juga menjelaskan statistik temuan mereka dengan menggunakan skala nyeri 0-100. Awalnya diketahui bahwa kadar nyeri pasien rata-rata sebesar 60; angka ini turun jadi 30 pada pasien pengguna akupuntur dan 43 pada kelompok yang memakai pengobatan biasa.

“Hasil itu menunjukkan akupuntur dapat memberikan lebih dari sekedar efek psikologis,” ujar ketua tim peneliti Andrew Vickers, seorang peneliti kanker dari Memorial Sloan-Kettering. Memorial Sloan-Kettering Cancer Center sendiri telah menawarkan akupuntur dan terapi alternatif lainnya pada pasien kanker dengan kondisi nyeri yang sulit disembuhkan.

Hasil review yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Internal Medicine ini pun diklaim lebih akurat daripada sebagian besar studi tentang akupuntur yang hanya didasarkan pada polling karena peneliti mengumpulkan data asli dari setiap studi.

“Itulah yang membuat kesimpulannya menjadi lebih teliti,” tukas peneliti lain, Dr. Andrew Avins yang juga seorang dokter dan peneliti di University of California, San Francisco dan Kaiser-Permanente.

“Akupuntur itu relatif aman dan kalaupun ketidakpastian tentang cara kerjanya masih diragukan seharusnya hal itu tidak menghalangi para dokter untuk menawarkan akupuntur sebagai salah satu opsi pengobatan bagi pasien yang berjuang melawan nyeri,” kata Avins seperti dilansir dari Huffingtonpost, Selasa (11/9/2012).

Sumber : Detik.Com; agushardiyanto.blogspot.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s