3 Menit Jadi Pengusaha

Mungkin pembaca merasa bingung dengan judul yang saya berikan. Masa 3 menit bisa menjadi pengusaha? Mana mungkin. Mengurus surat-urat izin saja bisa seminggu. Belum lagi mengurus pajak dan lain-lain. Bisa-bisa memakan waktu 1 bulan. Jadi mana mungkin dalam 3 menit bisa menjadi pengusaha. Mungkin begitulah kira-kira pikiran yang ada di benak para pembaca.

Tapi ini bukan omong kosong. Ini sudah saya alami sendiri. Kita bisa menjadi pengusaha dalam hitungan menit. Bahkan dalam hitungan detik. Caranya nanti akan saya beritahu. Wahai Kawan, jangan berpikir di dalam kotak pemikiran orang lain. Biasanya orang yang selalu berpikir tidak mungkin, mustahil, gila adalah orang yang terjebak di dalam kerangka pemikiran orang lain. Dia tidak mau melepaskan diri dari jeratan pemikiran tersebut. Itulah sebabnya dia tidak melihat kemungkinan-kemungkinan itu.

 

Jika kita tidak mampu berpikir bahwa menjadi pengusaha dalam waktu 3 menit itu dapat tercapai maka jangan serta merta kita menjustifikasi bahwa itu juga tidak akan mungkin dilakukan oleh orang lain. Ingat kawan ! Tindakan mengalahkan keragu-raguan. Siapa tahu orang lain memiliki jurus ampuh yang mampu melakukannya.

Menjadi seorang pengusaha ada keunikan tersendiri. Mulai dari kebebasan waktu sampai kepada kebebasan keuangan. Yang paling enak jadi pengusaha adalah begitu banyaknya waktu yang bisa digunakan. Iya. Beneran. Saya gk bohong. Waktu yang dimiliki semakin banyak. Kita bisa mencurahkan waktu tersebut untuk keluarga yang kita sayangi.

Hal itu disebabkan karena seorang pengusaha memiliki karyawan sendiri. Sehingga dia tidak perlu lagi memikirkan begitu banyak pekerjaan. Karena semua sudah dikerjakan oleh karyawannya.

Saya melihat di beberapa tempat sebagian besar orang ingin jadi pengusaha. Mereka sudah sadar bahwa untuk menjadi kaya tidak mungkin lewat karyawan atau bekerja untuk orang lain. Mungkin mereka terpengaruh dengan beberapa pembicara yang menjelaskan betapa nikmatnya menjadi pengusaha. Selain bisa jalan-jalan, para pengusaha itu tidak pernah kekurangan uang. Kemana-mana ada yang nge-bayarin.

Tapi sayang orang-orang awam itu tidak tahu mulai dari mana. Sehingga keinginan tersebut berubah menjadi photo keluarga. Yaitu hanya dilihat dan dibayang-bayangkan saja.

Saya juga mengalami hal yang sama sewaktu ingin menjadi pengusaha.

Ketika masih menjadi karyawan, banyak buku dan artikel yang saya baca. Tapi semua referensi itu tidak membuat saya langsung bertindak untuk menjadi pengusaha. Saya hanya merenung, berpikir, merenung, berpikir bagaimana caranya.

Akhirnya setelah tekad dan niat yang kuat, pada tanggal 04 Juni 2009, saya berhasil mendirikan perusahaan saya sendiri. Setelah bekerja untuk orang lain selama 8 tahun.

Walaupun belum ada usaha yang berkembang, bahkan semuanya masih dalam mimpi, saya tetap enjoy menjalaninya. Yang penting perusahaan saya sendiri telah berdiri. Titik. Memang saya akui, kondisi keuangan saya ketika menjadi pengusaha menjadi amburadul. Ini sangat berbeda ketika saya masih menjadi karyawan. Teratur dan cepat habis. Ha..ha..ha2. Yah emang begitulah adanya.

Namun saya tidak peduli. Saya tetap melanjutkan perjalanan yang kata orang pahit tersebut. Berbagai usaha saya coba untuk mengisi bidang perusahaan saya itu. Yah apa mau dikata. Semuanya bangkrut krut krut. Kemudian saya coba lagi usaha lain. Eh bangkrut juga. Kemudian saya coba cara lain. Eh bangkrut juga. Entah kenapa semua usaha itu mengalami kebangkrutan alias kegagalan.

Dalam perjalanan itu saya tidak seperti melintasi jalan tol. Lurus dan cepat. Tidak Kawan. Saya melintasi jalan berbatu dan berduri.  Saya menemui beberapa tantangan (baca: hambatan-red). Cobaan demi cobaan itu saya hadapi. Saya menghadapinya bukan bersama orangtua, saudara atau teman. Saya menghadapinya sendiri. Bayangkan Kawan. Sendiri. Dengan tangan hampa. Tanpa Uang dan Teman. Hanya Mulut, Tangan dan Kaki Saya Sendiri. 

Cobaan-cobaan itu bukan dari orang lain apalagi orang yang jauh diluar wilayah sana. Tapi cobaan itu datang dari orangtua saya sendiri. Dan datang dari saudara kandung saya sendiri. Dari mulai sikap, kata-kata, raut muka sampai kepada tindakan. Aduh, saya merasakan sendiri apa yang orang-orang sukses ceritakan dalam bukunya itu. Saya merasakan bagaimana pedihnya hati mendengar kata-kata yang mampu menghancurkan dan mematikan pohon semangat saya.

Kalau orang lain yang mengatakannya sih mungkin masih bisa saya tahan. Tapi ini dari orangtua saya sendiri. Bukan main sakitnya.  Namun anehnya semua itu tidak mengurangi seditkipun semangat saya untuk bisa menjadi pengusaha tersukses abad ini. Meskipun menyesakkan jantung saya, saya tetap memasang sikap dan menekan gas 100% untuk terus maju. Ini akan menjadi cerita saya di kemudian hari. Itulah yang ada dalam benak saya waktu itu.  Saya tidak banyak menjawab apa yang mereka katakan terhadap saya. Saya hanya berpikir dalam hati bahwa saya akan menjawab semua omongan negatif itu dengan tindakan saya. Dengan kesuksesan saya nantinya.

Ternyata setelah saya melewati semua cobaan itu, saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga. Pelajaran itu adalah ternyata menjadi pengusaha itu tidak perlu modal, bidang usaha, karyawan dan aspek penunjang lainnya. Ternyata untuk menjadi pengusaha itu hanya dengan mengubah POLA PIKIR. POLA PIKIR dari menerima menjadi memberi. Ya. Memberi. Ini pelajarannya. Berikan apa yang Anda cintai maka Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Inilah yang saya lakukan sampai sekarang. Sehingga saya mendapatkan apa yang dulu hanya saya mimpikan. Selanjutnya ya terserah saya dong. He..he..he3.

Demikian dulu cerita tentang saya. Kalau saya ceritakan semuanya mungkin tidak cukup waktu. Dan lagi gk akan ada yang mau baca. Yang penting satu. Yaitu Saya hanya ingin memberitahu kepada pembaca bahwa menjadi pengusaha itu bisa dalam hitungan menit. Menit. Cuma caranya seperti yang saya bilang diatas. Yaitu harus mengubah pola pikir. Ya. Pola pikir Anda yang harus Anda ubah. Masalah modal, bidang usaha, karyawan, pemasaran dan produksi itu nanti. Nanti. Setelah pola pikir Anda adalah seorang pengusaha maka semua aspek penunjang akan datang dengan sendirinya. Percayalah. SUKSES buat ANDA !!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s