Sekilas tentang Arafat Food System (AFS)

 

Semua orang pasti menginginkan tubuhnya sehat wal afiat. Sebab kalau tidak sehat bagaimana mungkin bisa mencari nafkah. Nafkah disini kita artikan sebagai duit. Walaupun Duit itu tidak penting, tapi benda ini sangat dibutuhkan di zaman sekarang. Orang-orang sudah terbiasa menggunakannya.

Duit itu bisa digunakan untuk membeli makanan dan pakaian. Dengan duit, bisa juga untuk menyicil rumah. Dan kalau ada lebih, bisa menyicil beli kendaraan, dan bertamasya tatkala ada waktu senggang.

Namun itu semua bisa sirna jika terserang penyakit. Kita bisa terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur. Untuk bisa sehat lagi mau tidak mau kita harus ke dokter. Namun apa mau dikata. Untuk konsultasi dokter tidak gratis. Pasti memerlukan biaya. Sementara biaya untuk kehidupan sehari-hari saja belum tentu cukup. Bagaimana lagi untuk biaya dokter.

Memang ada sih pengobatan gratis dari pemerintah. Tapi yang namanya gratis, sudah tentu bukan satu orang saja yang berminat. Ada puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang menginginkan hal yang sama. Sehingga setiap orang harus antri untuk mendapatkannya. Yang mana hal itu membuat sakitnya bertambah parah, sebelum mendapatkan obat yang sesuai untuk penyakitnya. Akhirnya hal itu menyebabkan kematian.

Ini bukan cerita fiksi. Ini nyata. Peristiwa seperti ini sudah dialami semua orang miskin puluhan tahun. Bahkan orangtua saya sendiri telah merasakannya. Orang-orang miskin yang tidak mampu sangat berbeda mendapatkan pelayanan. Mereka di-nomor sekian-kan. Untuk sehat rasa-rasanya sulit sekali. Mereka harus menunggu, menunggu dan menunggu.

Di sisi lain, dokter dan pihak rumah sakit selalu mencari keuntungan. Profit dan profit adalah hal yang selalu ada dalam kepala mereka. Seakan-akan mereka tidak peduli dengan masyarakat miskin.

Kita akui, bagi seorang dokter, memang tidak mudah mendapatkan ilmu pengetahuan. Seorang dokter harus menempuh minimal 8 tahun untuk mendapatkan titel. Belum lagi yang lain-lain. Ada sekitar dua ratus juta rupiah yang harus disiapkan untuk menjadi seorang dokter.

Itu cerita dokter. Kalau cerita rumah sakit lain lagi. Untuk mendirikan sebuah rumah sakit, sang investor harus menyiapkan dana milyaran rupiah. Modal ini belum mencakup semuanya. Masih ada ratusan juta lagi agar rumah sakit bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Itulah sebabnya biaya konsultasi dokter dan biaya rumah sakit semakin lama semakin besar. Orang-orang miskin tidak pernah mampu untuk memenuhinya.

Memang itu tidak salah. Karena kita semua sedang mencari nafkah. Baik pasien, dokter, perawat, pegawai RS atau investor itu sendiri. Yang salah adalah terlalu berlebihan mengejar profit atau keuntungan. Tanpa ada rasa kemanusiaan dan toleransi sedikitpun kepada masyarakat miskin. Terutama untuk masalah pembayaran.

Mengapa tidak ada toleransi pembayaran kepada masyarakat miskin. Memang benar ada jalur tertentu untuk orang miskin. Tapi itu kan untuk penyakit yang bisa ditangguhkan. Kalau penyakit yang berat bagaimana. Apa perlu antri sampai berjam-jam. Tidak habis pikir, bukan ?

Dengan pengalaman dan fenomena diatas dan sebagai salah satu lulusan perguruan tinggi, saya harus berpikir keras bagaimana jalan keluarnya.

Apa yang harus dan bisa saya lakukan untuk menyelamatkan jutaan orang miskin di negara kepulauan ini ?

Apa yang harus Saya lakukan sebelum Saya meninggal dunia ?

Karena apa. Karena Saya tidak mau kejadian yang dialami oleh kedua orangtua saya, dialami lagi oleh rakyat Indonesia. Cukuplah kedua orangtua Saya yang mengalaminya. Saya berharap Ide Saya nahti ini bisa digunakan untuk mereka yang tergolong masyarakat miskin. Saya juga berharap Ide Saya ini bisa menjadi amal jariah Saya di hari akhirat nanti.

Namun faktanya begini. Saya tidak mempunyai dana. Saya bukan anak orang kaya. Saya juga tidak mempunyai hubungan ke pejabat kementerian kesehatan atau pejabat tinggi lainnya di negeri ini. Saya hanya punya buku dan komputer yang terhubung ke internet. Apa yang bisa saya lakukan ?

Kemudian setelah perenungan dan berpikir sejenak, timbul ide. Ide itu tentang bagaimana kalau saya membuat obat herbal saja. Obat herbal itu saya racik dari buah-buahan atau sayuran di sekitar tempat tinggal Saya. Lalu saya distribusikan.

Bukankah ada begitu banyak obat herbal murah yang bisa dijadikan obat. Seperti buah semangka, jeruk, air kelapa, sirsak, pisang dan buah lain yang mudah didapat.

Bukankah slogan “Back To Nature” menjadi slogan favorit akhir-akhir ini.

Bukankah informasi penelitian sudah sedemikian mudah kita temukan di internet.

Ide yang brilian. Eh tunggu dulu. Ada kendala. Bagaimana caranya ? Soalnya  begini. Yang namanya obat pasti memerlukan racikan. Sementara racikan memerlukan teknologi. Dan sebuah teknologi pasti timbul biaya. Biaya ini bisa ratusan juta. Sehingga nantinya harus dibebankan ke obat tersebut. Jadi obat itu bisa mahal. Mana mungkin orang miskin mampu membelinya. Terus apakah pendistribusiannya gratis. Kan tidak. Jadi obatnya tambah mahal dong. Masalah, bukan ?

Jadi ide itu tidak bisa juga membantu. Saya harus memikirkan ulang Ide lain. Ide yang bisa menjawab permasalahan orang miskin. Orang miskin yang tidak memiliki uang untuk mendapatkan obat yang murah dan mudah serta efektif. Efektif mengurangi penyakit atau mungkin bisa menyembuhkannya.

Saya pernah membaca sebuah buku. Dalam buku itu dijelaskan bahwa para ilmuwan sudah sepakat bahwa sesungguhnya tubuh manusia tidak dapat dipisahkan dari tanah dan air. Sebenarnya tanah dan airlah secara tidak langsung ikut andil dalam yang memberikan kehidupan bagi manusia.

Allah SWT yang telah menciptakan bumi berikut segala isinya selalu Maha Tahu apa yang menjadi sumber kehidupan manusia. Disinilah mungkin alasan bumi dan hujan diciptakan. Tubuh manusia yang berasal dari tanah bisa hidup karena memakan apa-apa yang tumbuh dari tanah. Tumbuh-tumbuhan itu bisa tumbuh karena ada air hujan. Lalu tumbuh-tumbuhan itu dimakan manusia dan binatang. Terjadilah sebuah siklus kehidupan. Begitulah seterusnya

Itulah sebabnya mengapa orang-orang Cina zaman dahulu awet muda dan panjang umur. Kulit mereka begitu kencang dan bercahaya. Padahal zaman mereka dulu tidak ada operasi plastik, obat-obat dan rumah-rumah sakit seperti sekarang ini. Mereka hanya mengandalkan alam sebagai sumber makanan mereka. Mereka juga mengandalkan alam sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit yang mereka derita.

Oleh karena itu Saya berpikir dan menyimpulkan bahwa ternyata alam menyediakan obat untuk penyakit yang kita derita. Bahwa Alam jika kita tahu cara memanfaatkannya bisa memberikan pengaruh penting bagi tubuh setiap manusia. Dan Saya menyimpulkan bahwa hal itu bisa juga menjadi obat bagi tubuh manusia.

Saya telah mempelajari dari berbagai literatur kesehatan dan buku-buku kedokteran bahwa penyakit itu datang ketika tubuh dalam keadaan tidak siap. Tidak siap disini maksudnya adalah tidak dalam keadaan mampu menghadapi penyakit yang datang.

Para peneliti telah mendapatkan bukti bahwa di dalam tubuh manusia ada yang namanya sistem kekebalan tubuh atau dalam istilah kedokteran immune system.

Immune system ini ada di seluruh bagian tubuh manusia. Ada di jantung, limpa, paru-paru, ginjal, lambung, usus, kulit, mata, dan bagian tubuh lainnya. Immune system ini selalu bekerja tanpa kita perintah. Jika tidak ada immune system ini sudah dari dulu kita meninggal.

Dengan beberapa fenomena diatas, Saya menciptakan sebuah system yang bernama,

Arafat Food System (AFS)

Arafat Food System adalah sistem pemilihan makanan, apa dan bagaimana mengkonsumsinya dengan tepat. Dan kapan seseorang bisa mengkonsumsinya. AFS ini bekerjasama dengan Immune System yang ada di dalam tubuh. Bisa dikatakan juga AFS ini sebuah metodologi makan.

Jika seseorang tahu AFS maka dia pasti akan mampu menjaga kesehatan tubuhnya.

Mengapa harus system ? Karena kita makan tidak boleh hanya makan saja. Kita makan harus ada penopang hal lain. Harus tersistem. Sama seperti cara kerja immune system tadi.

Pada saat kita makan kita harus memiliki rasa. Seperti rasa gembira. Rasa aman. Rasa nyaman. Dan rasa tenang.

Segala rasa ini dapat diperoleh ketika uang yang digunakan untuk membeli makanan tersebut berasal dari usaha atau pekerjaan yang baik dan halal. Kemudian makanan yang dimakan juga harus bersih. Bebas dari bakteri dan kuman.

Pikiran sewaktu makan juga harus bersih dari pikiran negatif. Semua ini harus tersistem. Sistem ini harus terjadi pada waktu kita makan. Disitulah kita mendapatkan zat-zat yang baik bagi kesehatan tubuh. Di saat itu juga penyakit yang sedang melanda akan habis dibasmi oleh sistem kekebalan tubuh. Ini tidak lain karena system kekebalan tubuh siap menghadapi penyakit apa pun.

Ini yang menjadi jawaban mengapa banyak orang kaya yang sakit. Padahal makanan yang dimakan orang kaya bersih. Makanan mereka juga bergizi. Tapi mengapa mereka juga bisa sakit ? Banyak yang berpendapat ya karena takdir. Saya berpendapat lain. Saya berpendapat itu karena sewaktu dia makan ada hal yang membuat dirinya cemas dan khawatir. Sehingga tubuhnya mengeluarkan hormon stres yang mana hal itu membuat segala vitamin dan mineral dari makanan yang disantapnya hilang seketika.

Jadi seberapa pun makanan yang disantapnya penyakit akan mudah menyerangnya. Dan itu juga yang menyebabkan orang kaya selalu rutin datang ke rumah sakit.

Kata orang, ke rumah sakit itu baik. Saya bilang ke rumah sakit itu buruk. Sebab ke rumah sakit berarti kita gagal. Kita gagal menjaga kesehatan tubuh kita sendiri. Kita tidak pandai menjaga kesehatan tubuh yang telah dianugerahkan kepada kita. Namun bukan berarti Saya anti rumah sakit atau anti dokter. Rumah sakit itu diperlukan ketika kita benar-benar sakit yang tidak bisa kita tangani sendiri. Kecelakaan misalnya. Peristiwa ini tidak mungkin kita mengobatinya sendiri.

Tujuan Saya ciptakan AFS ini adalah tidak lain agar orang-orang miskin mampu memilih makanan yang benar-benar cocok bagi kesehatan tubuhnya. Ingat !! Yang benar-benar cocok. Yang benar-benar bisa menjaga kesehatannya. Karena begini.

Di dunia ini banyak sekali makanan. Tapi yang benar-benar cocok bagi kesehatan tubuh itu sedikit. Apalagi setiap hari kita disuguhi berbagai macam iklan makanan. Mulai dari makanan sarapan sampai makanan makan malam. Tapi yang benar-benar bisa menjaga kesehatan bisa dihitung dengan jari. Yang ada kebanyakan adalah sumber penyakit kanker, diabetes, darah tinggi dll. Sungguh mengerikan…!!

Mudah-mudahn AFS ini bisa menjawab segala permasalahan kesehatan makanan. Apa pun status sosial dan ekonominya, semua orang bisa menggunakan AFS. Sehingga kesehatan itu terus melekat pada tubuhnya. Tubuhnya senantiasa sehat di dalam menjalankan segala aktifitasnya.

Saya harap dengan Arafat Food System, seseorang mampu mendapatkan kesehatan prima bagi penggunanya. Berapa pun penghasilannya, seseorang tetap bisa makan sekaligus bisa mengobati penyakit yang dideritanya. Sehingga seseorang mampu menjalani segala aktifitasnya tanpa perlu mengkhawatirkan dirinya terkena penyakit.

Demikian sekilas tentang AFS. Mudah-mudahan bermanfaat. Untuk info lebih lanjut hubungi saya di kontak yang ada bagian profil. Terimakasih, Wassalam..Salam AFS untuk Indonesia !!

RAKYAT SEHAT NEGARA KUAT


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s