Bobo Sadino Mikirnya beda

positive-visualization-trading-mindset-investing-success-options-trading-etf-education“Apakah Kamu ingin kaya ?” tanya Saya kepada seorang teman.

“Tentu saja. Bro. Siapa yang tidak mau menjadi Orang kaya ?” jawab teman dengan nada penuh percaya diri.

“Lalu Mengapa Kamu Tidak Membuka Usaha atau Bisnis ?” sahut Saya.

“Saya gk punya Modal Bro. Saya punya Istri dan seorang Anak. Saya tidak mau mengganggu kebahagiaan mereka.” jawab teman yang mulai kelihatan cemas dan khawatir.

“Lho. Apa hubungannya ?” tanya Saya keheranan.

“Iyalah Bro. Ada hubungannya. Gaji Saya hanya cukup buat Istri dan Anak. Saya hanya punya sedikit tabungan untuk menalangi biaya hidup mereka. Trus Saya hanya punya 1 rumah dan 1 kendaraan. Saya tidak punya dana lain selain untuk kebahagiaan mereka. Kalau Saya pakai untuk modal usaha atau bisnis, lalu jika bangkrut, darimana Saya dapat dana untuk membiayai hidup mereka. Saya tidak ingin membuat hidup mereka susah dan sengsara.” jawab teman yang mulai memberi alasan.

“Gaji ? Tabungan ? Rumah ? Kendaraan ? Saya tidak mengerti. Kenapa Kamu jadikan itu semua sebagai alasan untuk tidak mau membuka Usaha atau Bisnis. Saya udah beberapa tahun membuka Usaha. Itu semua tidak ada hubungannya tuh. Malahan Saya bisa memberi saudara Saya uang dari keuntungan usaha Saya” sahut Saya dengan mencoba membuka pikirannya.

“Kamu lain, Bro. Kamu punya orangtua yang Kaya. Sementara Saya gk punya apa-apa. Ayah saya hanya pegawai negeri. Mana ada uang sampingan lain. Untuk buka usaha, modal itu penting Bro. Gimana mau buka usaha kalo gk punya modal. Mau sewa tempat, bayar karyawan dan sebagainya, uangnya darimana. Kan harus ada modal. Gitu Bro” jawab teman dengan tenang dan santai.

“Baiklah kalo Kamu berkata begitu. Lalu gimana dengan Chairul Tanjung, Purdie Chandra, Dahlan Iskan, apakah Kamu tahu bhw mereka dulunya bukan anak Kaya ?  Bahkan Dahlan Iskan dalam bukunya tertulis bahwa waktu beliau sekolah dulu, beliau gk mampu beli sepatu sehingga kalo ke sekolah hrs jalan kaki tanpa sepatu. Apakah Kamu dulu sekolah gk pake sepatu ?” jawab Saya menanggapi alasannya.

“Masa sih Bro. Dahlan Iskan yg jadi Menteri BUMN sekarang ? Ah Kamu ngaco kali. Darimana Kamu tau ?Masa Dahlan Iskan, Pemilik Grup Jawa Pos, yg membawahi lebih dari 150 surat kabar di Indonesia itu dulunya orang miskin sih. Gk mungkin. Apalagi tuh beliau gk pake sepatu waktu sekolah. wah Kamu ini ada ada aja, Bro. Kamu sok tau. jangan ngarang ah” jawab teman dengan penuh rasa ingin tau.

“Iya beneran. Masa Kamu gk tau sih ? Coba baca aja sendiri bukunya. Nih bukunya” sahut Saya dengan menyodorkan buku karangan Bapak Dahlan Iskan.

Seringkali kita menyalahkan orangtua, garis keturunan, mertua, suku, agama, perusahaan, pemerintah, atas nasib yang kita alami. Seringkali, ketika kita tidak sanggup menghadapi masalah berat yang datang kepada kita, kita mencari kambing hitam. Emosi dalam diri kita, ingin kita limpahkan kepada kambing hitam tersebut. Padahal, semua masalah itu, tidak akan selesai karena kambing hitam. Meskipun kambing hitam itu tidak pernah ada.

Sebenarnya kesalahan terletak kepada kita sendiri. Kita sendirilah yang menjadi satu-satunya orang yang harus disalahkan. Kesalahan karena kita tidak memiliki kemampuan. Kemampuan untuk menghadapi masalah tadi. Kesalahan karena kita tidak memperbesar tingkat kecerdasan di dalam menyelesaikan masalah. Itulah Cara Berpikir.

Kita tidak mau merubah cara berpikir yang sudah lama kita anut. Cara berpikir yang mampu menghadapi dan mengatasi masalah. Cara berpikir yang melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Cara berpikir yang mampu memecah masalah menjadi berkeping-keping lalu mampu menyelesaikannya dengan seketika. Cara berpikir yang mampu mengubah masalah menjadi peluang. Cara berpikir yang akan mengantarkan kita ke gerbang Istana Kesuksesan. Cara berpikir yang akan merubah nasib kita. Cara berpikir yang akan menghasilkan Kebahagiaan dan Kenikmatan yang berlimpah ruah.

apa itu CARA BERPIKIR ? CARA BERPIKIR dalam bahasa INGGRIS disebut MINDSET. MINDSET berasal dari bahasa INGGRIS yang berarti bagaimana seseorang melihat dunia dalam pikirannya. Bagaimana sumber seseorang untuk bereaksi. Bagaimana sumber seseorang untuk mengeluarkan emosi. Dan bagaimana sumber seseorang atas keputusan untuk bertindak atas peristiwa yang dihadapinya.

CARA BERPIKIR ini tidak sama antara satu orang dan yang lainnya. Orangtua, guru, teman, pengalaman, pendidikan, peristiwa yang menimpa, bisa menjaga atau merubahnya. Tergantung bagaimana semua faktor itu masuk ke dalam otak bawah sadarnya. Masuk ke dalam hati sanubari seseorang yang paling mendalam.

Contohnya begini.

Ketika seseorang mengalami kesulitan keuangan, ia tidak serta merta mencari pekerjaan. Ia berpikir sejenak. Ia tidak mau mengikuti kebanyakan orang. Ia langsung melihat dan mencari-cari sesuatu yang ada di rumah untuk bisa dijual. Kemudian Ia pergi ke pasar untuk menjualnya. Setelah Ia berhasil menjualnya, Ia mencatat apa penyebab barang itu bisa terjual. Ia mempelajari faktor-faktor apa saja sehingga mereka mau membelinya. Setelah itu Ia membuat sebuah rencana besar untuk menjual dalam bentuk yang lebih menarik sehingga mampu mendatangkan penghasilan yang lebih besar. Kalau perlu penghasilannya bertambah, Ia tidak perlu lagi ikut berada disitu. Ia hanya duduk-duduk di rumah saja. Sementara usaha jalan terus dan dijalankan oleh orang lain yang bekerja untuknya.

Contoh diatas adalah contoh MINDSET. Contoh bagaimana seseorang berpikir. Berpikir dengan cara yang berbeda. Sangat berbeda.

Kalau Anda mau meneliti di lapangan, jarang sekali ada orang yang punya MINDSET seperti contoh diatas. Yang ada hanyalah ketika terjadi kesulitan keuangan, orang-orang selalu mencari pekerjaan. Dimana ada lowongan kerja. Dimana ada perusahaan yang membuka lowongan kerja.

Anda mau tahu alasannya ?

Alasannya sederhana. Alasannya karena semua orang melakukannya. EVERYBODY DO IT. Semua orang seperti itu. Kakek Saya melakukannya. Ayah Saya melakukannya. Paman Saya melakukannya. Teman Saya melakukannya. Semua orang melakukannya. Banyaknya orang yang melakukan, menjadi sumber keputusan. Namun apakah itu sebuah kebenaran ? Belum tentu. Kenapa ? Karena setelah Saya meneliti, hanya ada 1 diantara 1000 orang yang bisa menyelesaikan masalah dengan pekerjaannya. Yang lainnya nyungsep alias terkapar tidak berdaya menghadapi masalah tadi. Jika orang-orang itu tahu bahwa pekerjaan tidak akan menyelesaikan masalah mereka, mereka pasti tidak akan mencari pekerjaan.

Mari Saya berikan Contoh.

Apakah kebanyakan orang merokok ? Iya benar. Apakah merokok itu BAIK ? Belum tentu. Bahkan merokok itu BURUK. Merokok itu menghancurkan kesehatan paru-paru. Saya berani mengatakan bahwa merokok itu merusak kesehatan tubuh. Bagi Saya merokok itu HARAM. Karena apa ? Karena sudah menjadi kesepakatan ribuan ahli kesehatan paru-paru kelas dunia bahwa merokok itu membunuh manusia. Membunuh diri sendiri. Membunuh diri sendiri kata seorang Ulama adalah HARAM. Itulah sebabnya Saya mengatakan merokok itu HARAM.

Ini salah satu alasannya. Ada sekitar 4000 zat kimia berbahaya dalam satu batang rokok. Salah satu diantaranya adalah zat pembersih water closet alias toilet alias kamar kecil alias tempat membuang kotoran kencing dan berak.

Pernahkah Anda melihat cairan pembersih WC tersebut ? Kalau pernah, maukah Anda menuangkan ke dalam gelas dan meminumnya ? Saya yakin Anda akan berpikir 100 kali untuk melakukannya.

Namun apakah yang terjadi ? Ada sekitar 1 milyar batang rokok yang terjual. Jadi ada sekitar 1 milyar orang yang meminum cairan pembersih WC tadi. Coba bayangkan. Ada sebuah proses pembunuhan massal yang terjadi di dunia saat ini.

Apakah orang yang merokok tahu akan hal ini ? Tahu. Saya yakin mereka semua tahu. Tapi karena otak bawah sadarnya sudah dipengaruhi MINDSET kebanyakan orang. Bahwa kebenaran itu dilihat dari kebanyakan orang. Dilihat dari seberapa banyaknya orang melakukannya. Maka kebiasaan merokok tidak akan hilang dari MINDSET-nya. Terutama MINDSET tentang Merokok itu Keren, Trendy dan Enak. Merokok itu mendatangkan banyak Teman. Merokok itu mendatangkan Uang dan sebagainya. Akhirnya sehebat apa pun nasehat dan saran, tidak akan menggoyahkan pendiriannya.

Menurut para ahli, MINDSET ini terbentuk karena peristiwa KESENGSARAAN atau KENIKMATAN yang dialami oleh seseorang. Dua hal inilah yang akan membuat sebuah MINDSET ada dan tertanam kuat dalam pikiran kita. Seperti kasus rokok diatas, seorang perokok akan membuat MINDSET dalam pikirannya bahwa merokok itu bagus karena ada KENIKMATAN ketika mengkonsumsinya. KENIKMATAN ini sangat mempengaruhi keputusannya. Sehingga bagaimana pun hebatnya nasehat orang, tidak akan membuatnya meninggalkan kebiasaan buruk.

Begitu pula dengan cerita tentang enggannya Teman Saya dalam membuka usaha atau bisnis diatas. Teman Saya itu melihat kegiatan membuka usaha atau bisnis berarti sebuah KESENGSARAAN baginya. Dalam pikirannya, kegiatan membuka usaha atau bisnis akan bangkrut, dijualnya rumah, tidak mampu bayar utang, anak istri terlantar dan sebagainya. Sehingga ketika ada yang mengajaknya membuka usaha atau bisnis maka dia langsung melihat sebuah acara televisi KESENGSARAAN berputar di pikirannya.

Jika seseorang telah melihat  dan merasakan KESENGSARAAN dalam membuka usaha atau bisnis, maka selama itulah dia tidak akan pernah bersedia membuka usaha atau bisnis. Meskipun KENIKMATAN mendapatkan hasil dari membuka usaha atau bisnis lebih daripada KESENGSARAAN yang diperoleh.

Contoh lain tentang kasus anak SMU yang pacaran berkali-kali.

Anak SMU itu sudah tahu bahwa pacaran itu tidak enak. Buktinya teman-temannya sudah mengalaminya. Mereka mengatakan bahwa pacaran itu tidak enak. Selalu saja bikin sakit hati. Sakit hati tentu sebuah KESENGSARAAN bukan ? Namun apa yang terjadi. Apakah anak SMU itu berhenti mencari pacar ? Tidak, bukan ? Bahkan orangtuanya pun ditentang habis-habisan jika mereka melarangnya untuk pacaran. Sekuat apa pun nasehat untuk melarangnya maka sekuat itu pula anak SMU itu melakukannya.

Mengapa itu bisa terjadi ?

Karena KENIKMATAN memiliki pacar, jalan-jalan berdua di taman, jalan-jalan berdua ke Mall di saat malam minggu, dipuji di depan teman-teman bahwa sudah punya pacar, memiliki sesuatu yang membekas di dalam pikirannya. KENIKMATAN memiliki pacar akan menghilangkan nasehat tentang sakit hati ketika diputusin atau dicuekin. KENIKMATAN memiliki pacar akan menghilangkan apa pun saran teman-temannya yang sudah duluan merasakan sakit hati akibat ditinggal dan diputusin.

“Masa bodo nanti. Yg penting GUE senang hari ini”. Begitulah kira-kira kata anak SMU tersebut. MINDSET anak SMU itu akan terbentuk untuk terus mencari pacar. Pola ini hanya akan berhenti sampai KESENGSARAAN memiliki pacar datang ke dalam pikirannya.

Pertanyaan selanjutnya adalah Apakah MINDSET ini bisa diubah ?

Saya berani menjawab BISA. Bahkan sangat mudah. Namun ada syaratnya. Syaratnya adalah Anda harus memiliki ALASAN yang KUAT untuk merubahnya. ALASAN yang benar-benar ampuh. ALASAN itu harus Anda rasakan sebagai KENIKMATAN jauh diatas KESENGSARAAN jika tidak merubahnya. ALASAN ini sebaiknya orang lain yang membuatnya. Soalnya jika Anda yang membuatnya, bisa jadi Anda bisa menangkalnya. Dan untuk membuat MINDSET itu benar-benar hilang dalam pikiran Anda, Anda juga harus melakukan shock terapi. Shock terapi ini penting. Sebab MINDSET itu memiliki perjalanan. Jika ada shock terapi, maka perjalanan itu akan terpotong, jadi tidak akan mengadakan perjalanan lagi. Dan itu harus tidak terduga. Dengan begitu MINDSET yang lama, akan hilang seiring dengan hilangnya jalur perjalanan tadi.

Ini bukan omong kosong. Ini sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian kepada seekor tikus. Ada seekor tikus sedang melakukan kebiasaan buruk. Ketika dia melakukan kebiasaan buruk, maka peneliti menyetrumnya dengan listrik. Ketika tikus itu melakukannya kembali, peneliti menyetrum-nya lagi. Sampai sang tikus berpikir bahwa kalau dia melakukan kebiasaan buruk maka dia akan mengalami KESENGSARAAN. Namun peneliti tidak hanya menyetrum-nya saja. Tapi peneliti memberi tikus itu keju yang sangat baru dan renyah setelah menyetrum-nya. Dengan begitu sang tikus merasa KENIKMATAN yang luar biasa ketika meninggalkan kebiasaan buruknya.

Meskipun tikus itu binatang, namun tikus memiliki kesamaan dengan manusia. Manusia tidak akan mau melakukan sesuatu jika hal itu mengakibatkan KESENGSARAAN. Apa pun imbalannya. Namun jika KENIKMATAN yang didapat melebihi KESENGSARAAN yang diperoleh, maka sesuatu itu bakal dikejarnya habis-habisan.

Itulah MINDSET. Jika Anda tahu bagaimana mengatur MINDSET, Anda bisa menggunakannya untuk kesuksesan Anda. Jika Anda ingin merubah MINDSET Anda, Anda harus mencari sesuatu yang ada hubungannya dengan KENIKMATAN untuk merubahnya. KENIKMATAN itu harus lebih besar dari KESENGSARAAN yang Anda peroleh. Sehingga perubahan MINDSET itu benar-benar terjadi.

Saya siap berdiskusi dengan Anda, jika Anda ingin merubah MINDSET Anda, tapi tidak tahu harus memulai darimana. Anda bisa menghubungi Saya di nomor telepon seluler yang tertulis di bagian tentang Penulis. Semoga Sukses ! Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s