Udah Pensiun, Mau Apa ?

Setiap orang pasti mengalami masa pensiun. Apakah itu pensiun dari karyawan swasta atau pensiun dari pegawai negeri sipil. Pengusaha juga akan mengalami masa pensiun. Begitu juga dokter, arsitek, pengacara dan pekerja profesional lainnya. Jarang sekali ada orang yang masih bekerja diatas 65 tahun. Kalau pun ada, pasti ada sesuatu yang membuat dia tetap kuat dan bersemangat. Apakah itu memiliki obat anti capek atau anti lelah atau daya dorong yang kuat dari dalam dirinya atau dari keluarganya.

Banyak orang diantara saudara, teman dan rekan kerja Saya, menceritakan bagaimana seseorang dalam lingkungan keluarga dan koleganya, menjalani yang namanya masa pensiun. Sebuah masa dimana tidak ada keterkaitan lagi dengan pekerjaan. Pekerjaan dalam hal ini adalah pekerjaan yang terikat dengan perusahaan atau pemerintah.

Sedihnya, sebagian besar cerita itu ada yang membuat air mata ini tidak terbendung. Ada sedikit cerita yang menyentuh perasaan Saya. Ingin rasanya Saya membantu. Tapi karena sama-sama memiliki keterbatasan, akhirnya Saya hanya bisa mendengarnya saja.

Saya tahu karena Ayah Saya sendiri mengalami masa pensiun. Alhamdulillah Saya diberi kesempatan oleh Alloh Subhanalloh wa Ta’ala, menemani dan menjaga beliau sampai beliau meninggal dunia.

Selama masa pensiun beliau, Saya melihat dengan mata kepala Saya sendiri, bagaimana Ayah Saya berjuang untuk menjaga keluarga kami dari kekurangan. Bagaimana Ayah Saya menjalani masa-masa pensiun yang begitu keras permasalahannya.

Mulai dari kebutuhan hidup yang selalu meningkat, acara-acara keluarga yang selalu membutuhkan uang untuk menghadirinya, kegiatan-kegiatan masyarakat, sampai dengan orang-orang yang selalu meminta-minta uang pensiun beliau untuk kenikmatan pribadinya. Namun Alhamdulillah, beliau mampu mengatasi segala masalah tersebut. Saya kagum dengan pengetahuan dan kemampuan beliau mengatasinya.

Sebagian besar orang yang mengalami masa pensiun, Saya lihat, tidak tahu harus berbuat apa untuk mengisi masa-masa tersebut. Akhirnya masa-masa pensiun hanya dijalani untuk membeli obat dan menyusahkan anak-anaknya. Padahal ada banyak kegiatan, yang bisa dilakukan untuk menjalani masa pensiun. Salah satunya adalah berbisnis atau memiliki usaha sendiri.

Mengapa berbisnis ? Karena berbisnis bisa menghasilkan uang. Terutama uang tambahan untuk menalangi biaya hal-hal yang diluar dugaan seperti diatas. Apakah itu biaya sakit, biaya sekolah anak, biaya urusan keluarga, biaya kemasyarakatan dan biaya tak terduga lainnya. Dengan bisnis segala kebutuhan hidup yang tidak terduga bisa ditalangi.

Sebenarnya, memiliki usaha sendiri adalah impian bagi setiap orang. Terutama untuk para pensiunan. Akan tetapi memang tidak mudah untuk bisa memiliki usaha sendiri. Selain kendala modal, pengetahuan dan keahlian yang harus dimiliki. Dan itu juga tidak murah dan tidak mudah untuk dimiliki. Ada sekian banyak tantangan dan hambatan yang harus dilewati untuk dapat memiliki usaha sendiri.

Memang sih ada beberapa perusahaan yang mengajarkan mantan karyawannya untuk berbisnis. Namun pertanyaannya apakah bisnis tersebut cocok. Apakah cocok dengan pengalaman, keahlian dan gaya hidupnya. Apakah cocok dengan kebudayaan di lingkungan tempat mereka tinggal.

Meskipun begitu, bukanlah sesuatu yang mustahil untuk bisa memiliki usaha sendiri. Jika telah memiliki usaha sendiri, harapan hidup menjadi lebih cerah dan terbuka lebar. Yang mana hal itu bisa membuat awet muda dan mampu menjalani masa-masa pensiun lebih bahagia.

Lalu timbul pertanyaan, Bisnis apakah yang bisa mengisi masa-masa pensiun ? Ada begitu banyak bisnis yang tersedia. Salah satu bisnis yang Saya sarankan untuk pensiunan adalah bisnis cetak foto digital. Mengapa ? Karena photo adalah hal penting dalam setiap persyaratan.

Coba Anda lihat sekeliling.

Apakah ada persyaratan untuk mengurus sesuatu tanpa menggunakan photo sebagai salah satu persyaratannya. Jarang sekali bukan ? Mulai dari pengurusan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Kartu Anggota Rumah Sakit Gratis, Kartu Tanda Anggota Organisasi, Sekolah, Universitas, Yayasan, Paspor, Surat Izin Mengemudi, Surat Izin Mendirikan Perusahaan dan sebagainya, semua menggunakan photo sebagai salah satu persyaratannya. Jarang sekali persyaratan di negara ini yang tidak menggunakan photo sebagai salah satu persyaratannya. Oleh karena itulah bisnis cetak photo sangatlah menjanjikan dan berprospek cerah. Dimana pun dan kapan pun.

Lagipula bisnis cetak photo itu tidaklah terlalu sulit. Yang penting Anda tahu komputer, tahu menggunakan program untuk mencetak photo dan tahu cara menjualnya. Sudah cukup. Yang lain hanya pengembangan. Jika Anda tidak tahu komputer, Anda bisa menyewa anak Anda, keponakan Anda, atau anak teman Anda atau orang lain yang ahli, yang bisa Anda percayai. Zaman sekarang Saya rasa, jarang sekali ada orang yang tidak bisa mengoperasikan komputer.

Mengapa Saya tahu ? Ya Saya tahu karena Saya sudah menjalankannya. Saya sudah tahu luar dalam dari bisnis cetak photo tersebut. Dan Saya mengalami keuntungan yang bisa mengembalikan modal untuk membuka bisnis cetak photo tersebut. Bukankah pengembalian modal adalah hal yang paling penting di dalam membuka sebuah usaha. Banyak sih bisnis yang ada di lapangan dan tawaran dari  saudara, teman dan kolega. Namun pengembalian modalnya bagaimana. Apakah bisa modalnya kembali dalam 1 tahun. Itu yang terkadang sulit mereka jawab.

Itulah makanya Saya sangat menyarankan untuk berbisnis cetak photo sebagai kegiatan untuk mengisi masa pensiun Anda. Karena modal untuk berbisnis cetak photo itu sangat terjangkau. Dan itu bisa Anda kembalikan hanya dalam waktu kurang dari setahun, jika tempat usaha Anda di dekat kantor, sekolah atau kampus. Menggiurkan bukan ?

Oh ya jika Anda ingin tahu berapa kira-kira modalnya, berikut gambaran kurang lebihnya :

A. Modal

Kira-kira modal awalnya ± Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah). Bisa lebih dan bisa juga kurang. Tergantung tempat dan daerah Anda. Modal ini sudah termasuk peralatan, aksesoris, perangkat lunak, bahan habis pakai, cara menjalankannya, promosi dan konsultasi manajemen usaha gratis selama 3 (tiga) bulan. Namun belum termasuk biaya untuk sewa tempat dan biaya listrik.

B. Peralatan:

  1. 1 (satu) unit personal komputer (PC) terbaru lengkap (disarankan kecepatan tinggi CPU 2GHz)
  2. 1 (satu) unit printer inkjet digital photo printing (disarankan merk khusus digital photo printing)
  3. 1 (satu) unit scanner (disarankan yang bisa scan negatif film)
  4. 1 (satu) unit kamera digital (disarankan digital pocket camera ukuran 16 MP)
  5. 1 (satu) unit tripod (disarankan yang memiliki 3 kaki dan terbuat dari stainles steel)
  6. Cutter
  7. Penggaris besi
  8. Mesin potong kertas photo

C. Bahan habis pakai :

  1. tinta isi ulang 6 warna,
  2. kertas photo 10 pack,
  3. kertas photo sticker 10 pack,
  4. album photo 5 buah,
  5. bingkai photo unik 5 unit.

D. Panduan Bisnis

  1. Cara menjalankan usaha,
  2. Cara menetapkan harga,
  3. Cara menarik perhatian pembeli,
  4. Contoh produk
  5. Konsultasi gratis manajemen usaha selama 3 bulan.

Jika Anda berminat, Saya bisa membimbing Anda untuk membuka dan menjalankan bisnis cetak photo diatas. Anda bisa menghubungi Saya di nomor ponsel yang ada bagian penulis. Saya sangat senang sekali membantu Anda untuk mengisi masa-masa pensiun yang sangat indah tersebut. Salam…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s