Kepompong Orang Kaya

Dahulu Saya tidak tahu bahwa Orang Kaya itu bukanlah orang yang memiliki gaji jutaan, mobil mewah, dan rumah besar. Orang Kaya itu bukanlah orang yang memiliki jabatan tinggi atau orang yang terpandang.

Dalam perjalanan hidup Saya, Saya menemukan bahwa ternyata Orang Kaya itu bukanlah orang yang dimana-mana dikenal. Dimana-mana dibicarakan. Sering masuk televisi, radio atau suratkabar. Orang Kaya itu bukanlah orang yang mudah ditemui. Orang Kaya itu bukanlah orang yang bisa dijadikan guru dan dimintai nasehat. Ternyata bukan semua. Entah kenapa Orang Kaya itu selalu berada di belakang layar.

Saya dibesarkan di sebuah keluarga kecil yang bahagia. Keluarga yang tidak memerlukan orang lain dalam membangunnya. Alias kami tidak punya hutang dengan orang lain. Alhamdulillah. Ayah kami memiliki pekerjaan yang bagus di perusahaan yang bagus. Fasilitas perusahaan yang kami dapatkan membuat kami sekeluarga hidup nyaman dan bahagia. Namun kebahagiaan kami itu tidak membuat semua keinginan kami dipenuhi. Termasuk keinginan Saya. Tidak semua keinginan Saya dipenuhi oleh Sang Ayah. Ada sejumlah alasan kenapa.

Salah satunya adalah tidak cukupnya uang untuk memenuhi semua keinginan Saya tersebut. Setiap kali Saya meminta untuk memenuhi keinginan Saya, Ayah Saya dengan tenang menjelaskan bahwa Beliau tidak punya uang. Sehingga semenjak kecil Saya terdidik untuk berpikir bahwa uanglah yang membuat semua keinginan kami terpenuhi.

Saya jadi selalu sering berpikir, “Oh berarti kalau banyak uang maka semua keinginan Saya akan terpenuhi. Oh berarti kalo Saya punya banyak uang, Saya bisa jalan-jalan, beli mainan yang besar, dikagumi teman-teman dan sebagainya”. Begitulah dalam pikiran Saya. Terus menerus kata-kata itu hadir dalam pikiran Saya. Seiring waktu berjalan, Saya terus mencari jawaban bagaimana bisa mendapatkan uang yang banyak.

Ayah Saya peduli dengan pendidikan kami, anak-anaknya. Beliau selalu berusaha untuk menyekolahkan kami setinggi mungkin. Beliau bekerja keras dari pagi sampai sore hari untuk mencari uang demi biaya sekolah kami. Beliau berhasil menyekolahkan kami semuanya. Meskipun belum memenuhi standar pendidikan yang sempurna bagi rata-rata anak-anak, kami sudah merasa bahwa Ayah kami sudah melaksanakan kewajibannya.

Akan tetapi pendidikan yang Saya tempuh tidak memuaskan pertanyaan Saya, bagaimana mendapatkan uang banyak. Buku-buku yang Saya baca di semua tingkat pendidikan dan pengalaman yang Saya lewati, tidak mampu menjawab pertanyaan Saya tersebut.

Alhamdulillah Ayah Kami memiliki hobi membaca buku. Koleksi buku beliau hampir 500 buah. Di rumah kecil kami, hampir semua dinding diisi dengan rak-rak buku. Ibu Saya terkadang jengkel dengan kebiasaan Ayah kami tersebut. Anehnya kebiasaan itu menular ke Saya. Bukan kepada adik atau kakak Saya.

Itulah sebabnya di setiap tempat, Saya selalu mampir ke toko buku. Dari sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Semua toko buku Saya kunjungi. Banyak teman Saya berpikir bahwa Saya ini sangat sombong. Padahal Saya bukannya sombong. Saya hanya suka baca buku jadi jarang suka bergaul.

Pada suatu hari, di sebuah toko buku di daerah tempat Saya kuliah, Saya melihat sebuah buku yang berwarna putih dan memiliki judul yang tertulis dengan warna merah, “RICH DAD POOR DAD, Apa yang diajarkan Ayah Kaya kepada Anaknya”. Saya tertarik untuk membacanya. Setelah Saya lihat daftar isi dan membaca sebagiannya, Saya menjadi terinspirasi.

Maklum toko buku di daerah itu sangat baik. Setiap pengunjung diperbolehkan membacanya tanpa membeli dahulu. Lain dengan toko buku di daerah Saya tinggal. Di daerah tempat Saya tinggal, semua buku dibalut dengan plastik. Kita harus membelinya dahulu baru kita bisa membacanya.

Dari buku itulah Saya mendapatkan jawaban dan inspirasi bahwa bisnis lah yang mampu membuat seseorang bisa menjadi Kaya Raya. Bisnis lah yang bisa memenuhi semua keinginan seseorang. Bukan gaji besar, rumah besar atau mobil keren.

Kalau Anda pernah mendengar cerita tentang anak kupu-kupu yang berusaha menjadi kupu-kupu. Itu sama dengan cerita seorang anak kecil yang ingin menjadi Orang Kaya. Awalnya ulat terus kepompong dan terus menjadi kupu-kupu.

Orang Kaya dulunya adalah orang biasa. Sama seperti ulat. Dulunya Orang Kaya itu seorang anak kecil yang sama seperti orang lain. Tidak punya banyak uang. Dibesarkan di keluarga yang biasa-biasa. Tidak terkenal. Tidak populer. Dan terkadang untuk memenuhi biaya sekolah harus bekerja keras dari pagi sampai malam hari. Namun karena cara berpikir yang berubah setelah membaca beberapa buku, maka dia berubah menjadi Orang Kaya.

Perlu Anda ketahui, Bisnis adalah kepompong Orang Kaya. Sama seperti kupu-kupu. Kupu-kupu sebelumnya adalah kepompong. Orang Kaya tidak mungkin bisa menjadi seperti itu jika tidak membangun dan memiliki bisnis yang menguntungkan. Untuk memiliki bisnis yang bagus dan menguntungkan, setiap orang harus melewati proses perjalanan yang panjang. Tidak mudah memang. Tapi itu realita yang harus diterima. Suka tidak suka. Jarang sekali Saya melihat ada Orang Kaya yang tidak memiliki bisnis disamping atau dibelakangnya.

Oleh karena itu jika Anda ingin menjadi Orang Kaya, pertama sekali yang harus Anda pelajari adalah bagaimana membangun dan memiliki sebuah bisnis. Inilah yang paling paling penting. Bukan bagaimana mendapatkan uang banyak. Kalau Anda ingin tahu alasannya, Anda bisa mencari buku yang membahas tentang hal tersebut di toko-toko buku. Atau Anda bisa membaca beberapa artikel di blog Saya ini. Udah dulu yah, ada kegiatan yang tidak bisa Saya tinggalkan. Lain waktu Saya lanjutkan ceritanya. Terimakasih atas perhatian dan kunjungannya. Selamat mencoba mencari cara bagaimana menjadi Orang Kaya dan Semoga Sukses. Salam… !!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s