Hikmah Ditolak

Saya dulu sering membaca buku-buku tentang kisah sukses para penemu. Kisah sukses bagaimana seorang penemu menawarkan hasil temuannya kepada orang lain. Apalagi temuannya itu bisa membuat revolusi bagi peradaban.

Dalam kisah hidupnya itu diceritakan bahwa sang penemu mengalami bagaimana proses perjalanan hidupnya dari tidak punya apa-apa menjadi memiliki apa-apa. Salah satunya adalah bagaimana dia ditolak dari sekian banyak orang, atas penawarannya tersebut.

Namun sekarang, saat ini, Saya benar-benar merasakan sendiri bagaimana rasanya ditolak itu. Saya mengalami sendiri, pedihnya hati ini ketika kita memiliki ide yang menurut kita bagus, namun ditolak mentah-mentah oleh orang lain. Mending ditolak orang lain. Ini ditolak oleh teman sekaligus sahabat Saya sendiri.

Saya pikir Saya bisa mengatasi perasaan itu. Namun ternyata TIDAK. Terus terang Saya tidak bisa mengatasinya. Ingin ada sesuatu yang ingin Saya HAJAR. Kalau bisa yang Saya HAJAR itu manusia. Dan kalau bisa sampai babak belur. Begitulah rasanya.

Jika Anda tahu apa yang Saya rasakan, Anda pasti akan berpikir tindakan yang sama. Dan jika Anda dibayar untuk mengalaminya, Saya yakin 100% Anda akan berpikir 100 kali untuk mau mengalaminya. Soalnya sakit banget Bro. Sis. Sumpah..

Tidak gampang mengatasi penolakan lho. Sakitnya tuh disini (sambil memegang dada). Pedih, perasaan kacau balau, kepala pusing, uring-uringan dan tidak tahu harus curhat kepada siapa.

Saya jadi berpikir, Oh begini ya ternyata, mengapa banyak orang menolak untuk menjadi seorang SALESMAN. Mereka rela menjatuhkan harga dirinya hanya menjadi SATPAM (Saya disini bukan bermaksud menghina jabatan SATPAM), daripada menjadi seorang SALESMAN. Padahal kita tahu bersama, penghasilan yang diperoleh oleh seorang SALESMAN, lebih besar 10-100 kali lipat dari seorang SATPAM.

Bertahun-tahun Saya berpikir, kenapa ya seorang SALESMAN itu kedengarannya seperti sebuah profesi rendahan.  Sepertinya profesi SALESMAN sebuah profesi yang tidak diinginkan oleh banyak orang. Akhirnya setelah Saya mengalaminya sendiri, Saya baru mengerti mengapa banyak orang menolak menjadi seorang SALESMAN.

Apakah Anda mau tahu mengapa ? Ya. Benar. Alasannya karena mereka semua tidak ingin, mengHINDARI dan TAKUT dengan yang namanya DITOLAK. Ya. DITOLAK. Peristiwa ini lah yang membuat mereka menolak ketika ditawarkan profesi sebagai seorang SALESMAN. Karena SALESMAN akan menemui peristiwa-peristiwa DITOLAK…

Seperti yang sudah Saya ungkapkan di atas, DITOLAK itu gk enak lho. DITOLAK itu menyakiti perasaan kita. Rasanya Harga diri kita sebagai seorang manusia, jatuh ke jurang yang sangat dalam. Duh rasanya gimana ya. Sukar untuk dijelaskan. Anda akan tahu lebih detail jika Anda mengalaminya sendiri..

Tapi begini. Ada sedikit yang perlu Saya ingatkan kepada Anda. Bahwa ternyata, sejauh pengalaman Saya, tidak ada lho dalam kehidupan kita, sebuah peristiwa selalu berjalan mulus. Ada kalanya peristiwa itu mandeg alias jalan di tempat. Nah ternyata hal itu adalah sebuah PENOLAKAN. Ya. Itu sebuah PENOLAKAN. Gk sadar ya. Iya Saya juga awalnya gk sadar.

Namun setelah Saya pelajari lebih lanjut, PENOLAKAN itu alamiah. Penolakan itu hal biasa. Penolakan itu akan terus tetap exist sepanjang masa. Dan ternyata ne ya. Penolakan itu sifat asli manusia. Penolakan adalah hal lumrah. Hal yang memang ada di setiap diri Manusia. DIri kita ne. Jadi koq takut dengan DITOLAK. Toh akan ada dan selalu ada di setiap suasana.

Kalo Anda mau me-rewind (putar ulang) kehidupan Anda, Anda bisa melihat betapa banyak Penolakan demi Penolakan yang Anda alami. Mulai dari ditolak Ayah atas permintaan uang Anda, Ditolak adik atas permintaan pinjaman kendaraan atau apa lah itu. Sampai Penolakan terhadap permintaan Anda untuk menjalin hubungan asmara dengan seseorang. Dan hal-hal lain..Banyak sekali…

Kita bisa melihat bersama bahwa Penolakan itu alamiah. Penolakan itu biasa. Bukan sesuatu yang HOROR. Bukan sesuatu yang harus press conference, mengundang wartawan dan bla bla bla ketika mengalaminya. Biasa ajah BRo Sir. Oleh karena itu Saya berani mengatakan bahwa menghindari Penolakan adalah sama dengan menolak untuk hidup. Kalo udah begini, Anda tau sendiri apa selanjutnya bukan ? So My Fren, tidak mungkin Penolakan itu bisa kita hindari…

Dan sebenarnya Penolakan itu tidak selamanya Buruk lho. Bahkan Penolakan itu bisa Menciptakan Uang. Gk percaya. Begini ceritanya.

Dahulu ketika Saya jadi seorang SALESMAN, Saya mencoba menawarkan sesuatu kepada seseorang. Yah seperti yang Anda duga, pada awalnya dia menolak. Menolak terus. Kira-kira kalo gk salah ada 5 kali deh dia menolak. Namun karena Saya tahu bahwa Penolakan itu alamiah. Penolakan itu bukan maksud sebenarnya maka Saya terus menawarkan. Saya terus telpon dia. Saya terus mengajaknya janjian untuk bertemu.

Akhirnya suatu ketika dia bersedia bertemu dengan Saya. Wah, akhirnya ne. Lalu tanpa menunggu waktu lama Saya datang ke rumahnya.

Sampai di rumahnya Saya diterima dengan baik. Saya disediakan minuman. Kami ngobrol lama. Dan akhirnya dia membeli barang. Dan yang paling Saya heran adalah barang yang dibeli bukan yang Saya tawarkan, tapi barang yang harganya paling mahal yang ada dalam katalog harga. Dan dia membayar dengan harga eceran ditambah uang ongkos kirim ke luar kota. Padahal barang itu Saya antarkan langsung ke rumahnya. Terus Saya dikasih ikan kakap dan udang besar segar sebanyak 3 ekor dan 2 porsi. Gila gak ?

Dari peristiwa itu Saya mengambil pelajaran bahwa Penolakan itu memang alamiah. Kita jangan mau dibuat pusing olehnya. Santai aja Man. Santai aja Bro. Santai aja Sis. Teruslah menawarkan. Teruslah menawarkan. Penolakan itu memang akan ada pada setiap orang. Yang membuat kita takut hanyalah persepsi kita. Hanyalah Pikiran kita. Orang lain biasa-biasa aja tuh. Yang paling penting adalah kapan waktu Anda mau mengalaminya. Sekarang atau Nanti Sama Saja. Do yo understand ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s