Success Starting Point

Berbicara tentang sukses, bagaimana menjadi sukses, terkadang membuat Saya agak sedikit BINGUNG. Little confuse. Why ? Karena Saya tidak tahu apakah kesuksesan itu penting. Saya tidak tahu apakah sukses itu begitu sakral bagi setiap orang. Sesuatu yang diperjuangkan. Apakah sukses itu memang harus ada di setiap kehidupan seseorang. Apakah sukses itu memang benar-benar disukai oleh banyak orang.

Karena Saya lihat kebanyakan diantara keluarga, teman serta rekan kerja Saya, tidak pernah benar-benar bersedia melakukan, apa yang menjadi jalan bagi orang-orang sukses. Keinginan kesuksesan mereka berbanding terbalik dengan kemauan mereka menjalaninya.

Saya lihat sebagian besar orang justru menjauhi jalan menuju kesuksesan. Padahal mereka tahu betul mana jalan menuju kegagalan hidup. Dan mana jalan menuju kesuksesan hidup. Setiap Saya berbicara dengan mereka, mereka dengan mudahnya mengatakan lewat mulutnya yang halus, dengan penuh gairah tingkat dewa, bagaimana mereka, tahu secara rinci dan begitu mengelu-elukan sebuah kesuksesan hadir dalam hidupnya.

Izinkan Saya bertanya kepada Anda. Let’s me ask you something. Do you want to have a billion rupiah in your account bank, in the next week ? Apakah Anda mau menerima uang Rp 1 Milyar masuk ke rekening bank Anda minggu depan ? Semua orang dengan kompak akan menjawab, IYA, SAYA MAU. IYA, SAYA INGIN. YES, I DO.

Tapi apa yang terjadi ? So what happen. Ketika Saya tawarkan jalannya mereka MENOLAK. When I give them a path to success they reject. They refuse the path to success. Mereka menolak memilih jalan itu. Bahkan jika dibayar pun mereka menolak masuk ke jalan itu. Sebuah jalan yang benar-benar akan mengantarkan mereka menuju sukses.

Saya tidak menyangka keputusan mereka seperti itu. Saya tidak menyangka orang-orang sehebat dan seprestasi mereka bisa mengambil keputusan seperti itu. Mereka pintar sekali membuat alasan. Anehnya alasan yang mereka buat semakin unik dan beragam setiap hari. Sampai Saya berpikir untuk membuat buku tentang alasan mereka.

Perlu Anda ketahui bahwa Jalan menuju sukses itu pada kenyataannya tidak ada yang lurus. Pasti ada tantangannya. Pasti semua berbelok-belok. Kenapa ? Karena kalau lurus semua, semua orang pasti akan melauinya. Dengan arti bahwa semua orang pasti akan sukses. Jika begitu maka dunia ini terasa hambar. Sebab ya gimana gk.

Jika semua orang sukses, nanti tidak ada yang mau jadi supir, tidak ada yang mau jadi pembantu RT, tidak ada yang mau jadi tukang becak, tidak ada yang mau jadi supir angkot, tidak yang mau jadi pegawai kelurahan untuk urus KTP, tidak ada yang mau jadi pengais sampah, tidak ada yang mau jadi penjual bakso dan sebagainya.

Gimana bisa berjalan sebuah kegiatan jika semuanya kaya raya, semuanya pengusaha dan semuanya investor. Mana ada yang mau kerja jika udah banyak uang semua. Jadi sukses atau pecundang itu Sunnatulloh. Sesuatu yang sudah menjadi suratan takdir Alloh Subhanalloh wa Ta’ala.

Itulah sebabnya sukses itu The CHOICE. Sukses itu pilihan seseorang. Orang Sukses adalah Orang Pilihan. Kriteria Orang Sukses adalah Kriteria pilihan yang sangat membuat seseorang menjadi terseleksi dari orang-orang dalam lingkungannya. Menjadi panutan dalam setiap hal bagi pergaulan mereka.

Di sela-sela kegiatan Saya, ada saja orang yang curhat kepada Saya bhw,

kalau dia sukses dia ingin memiliki uang yang banyak,

ingin memiliki rumah mewah,

ingin punya mobil keren,

ingin punya pasangan hidup yang menawan,

ingin punya keluarga yang besar dan bahagia,

ingin punya teman-teman yang setiap saat selalu hadir,

ingin punya gelar pendidikan yang tinggi,

ingin jalan-jalan keluar negeri setiap waktu,

ingin punya penghargaan prestisius atau hal lain-lain. 

Banyak orang yang Saya wawancarai, mengatakan kepada Saya bahwa ukuran kesuksesan seseorang itu adalah uang. Ya. Uang. Berapa Penghasilannya. Berapa jumlah saldo di rekening bank. Kalau banyak uang, Anda sukses. Kalau gk ada uang alias miskin Anda pecundang. Banyak uang dia sukses. Gk ada uang dia Pecundang.

Ada juga orang yang Saya temui mengatakan bahwa sukses itu yang membuat hati ini senang dan bahagia. Kata mereka ini, orang sukses itu adalah bisa merasakan hati ini tenang dan bahagia. Tidak ada kekhawatiran. Tidak ada kecemasan. Semua masalah bisa diatasi dengan baik.

Tapi sejauh pengalaman Saya, Saya lihat bhw sebenarnya sukses itu adalah agar sisi kemanusiaannya dihargai. Dihargai sebagai seorang manusia yang diperhitungkan. Dipentingkan oleh keluarga, teman dan rekan kerja. Dihormati oleh orang lain keberadaannya. Menurut Saya sih definisi itu yang paling mengena. Jadi rumah, mobil, uang, jabatan, pasangan hidup, gelar atau penghargaan prestisius, hanyalah topeng dari penghargaan sisi kemanusiaan itu.

Bila Anda sudah dihargai, sudah dihormati, sudah dianggap penting, sudah diperhitungkan maka Saya yakin 1000% bahwa Anda akan meninggalkan semua kemewahan, kesempurnaan, kemeriahan, keterlengkapan dari semua apa yang sudah Anda peroleh tersebut.

Lalu timbul pertanyaan, Bang, Mas, Pak, Dek, Mba, Bu, Jeng, Kak, gimana sih untuk menjadi SUKSES itu ?

Apa yang harus Saya lakukan untuk menjadi Orang SUKSES, KAYA, dan Populer ?

Saya hanya bisa menjawab bahwa kalau Anda mau SUKSES, Anda harus memiliki STARTING POINT. Ya. STARTING POINT.

Saya belajar dari beberapa buku-buku motivasi, seminar-seminar sukses, audio-audio orang sukses yang berbicara, bahwa untuk menuju jalan menuju kesuksesan dan menjadi orang sukses, setiap orang harus memiliki yang namanya STARTING POINT. Apa itu STARTING POINT dan bagaimana wujudnya ? Tunggu artikel Saya berikutnya…!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s